Geliat Bulutangkis Indonesia

Prestasi bulutangkis Indonesia kembali menggeliat. Pada kejuaraan Axiata Cup 2012 nanti dipastikan akan terjadi all Indonesian final. Baik tim Indonesia Garuda dan Indonesia Rajawali berhasil menaklukkan lawan-lawan mereka hingga mencapai final. Indonesia Garuda memang menjadi skuad andalan pada kejuaraan ini, dengan menampilkan atlet-atlet nomor satu di Indonesia seperti Simon Santoso, Taufik Hidayat, Sony Dwi Kuncoro, Mohammad Ahsan-Bona Septano, dan Markis Kido-Hendra Setiawan.

Sementara itu, meski menjadi tim yang tidak diunggulkan, ternyata Indonesia Rajawali mampu membuktikan kekuatan mereka. Indonesia Rajawali yang diperkuat oleh Tommy Sugiarto, Dionysius Hayom Rumbaka, Shesar Hiren Rhustavito, Alvent Yulianto Chandra-Hendra Aprida Gunawan, dan Angga Pratama-Rian Agung Saputro, meraih tiket final setelah mengalahkan Malaysia Leopards.

Tak diragukan lagi, prestasi atlet nasional bulutangkis memang telah berhasil membuat dunia melirik Indonesia. Berbagai kejuaraan tingkat internasional berhasil ditaklukkan oleh atlet kita. Hingga saat ini, pemain bulutangkis asal Indonesia memang mengundang decak kagum berbagai pihak. Yang terbaru bahkan, Taufik Hidayat disebut-sebut sebagai Roger Federer dari Indonesia oleh warga Swiss.

Kabar menggembirakan lainnya datang dari pasangan ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir yang kemarin berhasil menyabet medali emas di kejuaraan All England 2012, di Birmingham. Kemenangan Tontowi-Liliyana ini seolah melepas dahaga akan gelar juara All England untuk ganda campuran. Pasalnya, gelar ini terakhir kali mampir pada atlet Indonesia pada tahun 1979, atau sekitar 33 tahun yang lalu melalui pasangan Christian Hadinata dan Imelda Wiguna. Tak hanya itu, Tontowi-Liliyana bahkan kembali mengharumkan nama bangsa dalam kejuaraan berikutnya, Swiss Open 2012.

Pada rangking dunia, atlet Indonesia juga banyak yang bertengger di jajaran atas. Meski beberapa tahun terakhir mengalami penurunan, bukan berarti barisan Indonesia absen dari klasmen tersebut. Tontowi Ahmad, Liliyana Natsir, Simon Santoso, Greysia Polii, Meiliana Jauhari, Mohammad Ahsan, Bona Septano, merupakan daftar nama yang berjejer di 10 besar peringkat dunia.

Tak hanya itu, beberapa mantan atlet Indonesia berprestasi juga banyak ditarik oleh Negara tetangga untuk dijadikan pelatih mereka.

Geliat bulutangkis Indonesia memang kembali terasa. Dukungan dari berbagai pihak juga dibutuhkan untuk mendulang prestasi, baik dari pemerintah, masyarakat Indonesia, hingga dukungan swasta dalam hal penyelenggaraan kejuaraan dan pembinaan atlet. Selain itu PBSI juga diharapkan mampu merancang kaderisasi yang baik bagi pemain Indonesia dengan memberikan kesempatan bermain di kejuaraan Internasional bagi pemain muda. Sehingga prestasi Indonesia bisa terus meningkat baik.

Belum lama ini mungkin kita pernah mendengar, semacam protes keras, dari salah satu super star bulutangkis Indonesia, Taufik Hidayat. Pasca kemenangan tim Indonesia Garuda di babak penyisihan Axiata Cup 2012 lalu, Taufik meminta agar pemerintah memberikan perhatian khusus pada bulutangkis. Ya, seperti yang kita tahu, sejak tahun 1992 bulutangkis merupakan satu-satunya cabor di olimpiade yang mampu menyumbangkan medali emas bagi Indonesia.

“Bulutangkis ini olahraga prestasi. Bukan hanya olahraga masyarakat. Bukan saya bermaksud merendahkan cabang atau atlet lain, tapi medali emas Olimpiade untuk Indonesia yah dari bulutangkis,” ia mengatakan dengan penuh semangat di acara pembukaan kejuaraan Axiata Cup di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (22/3) lalu, seperti yang dikutip dari Olahraga.Yahoo.com.

Pernyataan Taufik tentu cukup beralasan. Kisruh PSSI dan sekelumit kehidupan persepakbolaan nasional, misalnya, terlihat tak henti-henti meramaikan media. Isu korupsi, politisasi PSSI, manipulasi pertandingan dan masih banyak lagi. Kebetulan yang sering diangkat media merupakan isu yang bermasalah semua. Bahkan presiden SBY sampai turun tangan menggelar konfrensi pers mengenai kekalahan Indonesia atas Bahran 10-0 dalam Pra Kualifikasi Piala Dunia. Bagaimana dengan bulutangkis?

Ternyata berbagai prestasi bulutangkis ternyata belum mampu menyedot perhatian media massa Indonesia. Meski begitu, bulutangkis Indonesia tidak perlu berkecil hati. Kuatnya dukungan dari pecinta bulutangkis terus mengalir dan diharapkan mampu memompa semangat para atlet untuk teruss mendulang prestasi. Saat ini, kontingen Indonesia juga tengah bersiap menghadapi final Axiata Cup 2012 dan Piala Thomas. Semoga bulutangkis tetap mampu membawa nama harum Indonesia. Bravo bulutangkis Indonesia!

Advertisements

Axiata Cup: Bona/Ahsan Menang Mudah

Tim Indonesia Garuda kembali rebut angka kedua atas Vietnam, Jumat (23/3), di Tennis Indoor Senayan, Jakarta. Mohammad Ahsan/Bona Septano tampak menang mudah saat bertemu Nguyen Hoang Hai/Duong Bao Duc, dengan skor akhir 21-10, 21-16.

Pada set pertama Ahsan bahkan bermain santai tanpa beban menghadapi lawannya. Meski begitu Hoang Hai/Bao Duc tak ingin menyerah begitu saja. Mereka sempat berusaha memperkecil jarak dari 20-7 menjadi 20-10.

Ahsan/Bona juga sempat ditinggalkan Hoang Hai/Bao Duc  10-13. Namun, ganda putra Vietnam ini bukanlah lawan yang sulit. Sehingga Ahsan/Bona kembali unggul 21-16.

Indonesia Garuda kembali rebut angka setelah sebelumnya Taufik Hidayat berhasil mengalahkan Nguyen Tien Minh, menjadi 2-0.

Axiata Cup: Taufik Rebut Angka Pertama Garuda

Taufik Hidayat berhasil rebut angka pertama atas Vietnam di turnamen Axiata Cup 2012. Pada partai pertama Tim Indonesia Garuda menghadapi Vietnam melalui pertemuan Taufik  dan Nguyen Tien Min, Jumat (23/3), Tennis Indoor Senayan, Jakarta. Point pertama berhasil direbut oleh Tien Minh dengn penempatan bola yang baik. Reli panjang pun sudah dimulai pada awal pertandingan. Pengembalian bola yang kurang cermat menambah angka kedua untuk Tien Minh.

Sempat tertinggal, Taufik Hidayat akhirnya berhasil menyamakan kedudukan 5-5 atas Tien Minh. Set pertama ini Taufik belum bisa mengungguli Tien Minh dan tertinggal 9-11. Kondisi angin sepertinya cukup mempengaruhi perolehan angka Taufik. Set pertama berhasil dimenangkan Tien Minh  21-16.

Permainan Tien Minh pada game ini terlihat tidak begitu baik, namun ia diuntungkan oleh pengembalian Taufik yang tidak sempurna.

Nguyen Tien Minh merupakan unggulan tunggal putra pertama  dari Vietnam, dan pernah satu kali mengalahkan Taufik dalam empat pertemuan yang pernah terjadi.

Di set kedua, Taufik mulai mengembangkan permainan dengan mengeluarkan jurus andalannya,  jumping smash yang sangat tajam, 12- 6 untuk Taufik Hidayat. Ia terus merebut angka dengan permainan cantiknya dan terus meninggalkan Tien Minh 13-8.

Meninggalkan Tien Minh 20-13, Taufik unggul di set kedua dan menutup dengan angka 21-18.  Jumping smash senjata mematikan Taufik ini beberapa kali ditunjukkannya.

Taufik akhirnya juga berhasil merebut set ketiga dengan angka 21-15. Dengan demikian Indonesia Garuda berhasil memimpin 1-0 atas Vietnam. Pertandingan selanjutnya akan mempertemukan Mohammad Ahsan/Bona Septano dengan Nguyen Hoang Hai/Duong Bao Duc.

Axiata Cup, “Liga Champion” Bulutangkis

“Axiata Cup ini bisa menjadi Liga Championnya bulutangkis” ujar Chandra Wijaya dalam komentarnya untuk Axiata Cup 2012, Jumat (22/3), di ANTV.

Axiata Cup 2012 merupakan kejuaraan beregu di Asia Tenggara pertama dengan format 2 nomor tunggal dan 1 nomor ganda. Selain itu, turnamen ini menggunakan format baru, kandang dan tandang yang merupakan format pertama dalam dunia bulu tangkis.

Turnamen yang hanya mempertandingkan nomor putra ini dibagi ke dalam dua grup, masing-masing grup akan bertanding di Jakarta dan Kuala Lumpur. Rencananya Axiata Cup pertama ini akan diikuti oleh 8 tim dari 6 negara peserta, yaitu , Indonesia (2 tim),  Malaysia (2 tim), Thailand, Singapura, Vietnam dan Filipina.

Untuk negara-negara yang akan bertanding di Jakarta yaitu, Indonesia Garuda, Malaysia Leopards, Vietnam, dan Singapura. Sedangkan untuk grup yang akan bertandingan di Kuala Lumpur yaitu Malaysia Tiger, Indonesia Rajawali, FIlipina, dan Thailand.

Turnamen ini digagas oleh salah satu grup perusahaan telekomunikasi terbesar di Asia, yaitu Axiata Group, dan menawarkan hadiah senilai 1 juta dolar AS. Axiata Cup 2012 sesuai dengan rencana akan dilaksanakan setiap tahun.

Turnamen yang akan berlangsung selama 4 minggu ini, dimulai 23 Maret di Kuala Lumpur, Malaysia dan Jakarta, Indonesia. Di Indonesia akan diselenggarakan di Tennis Indoor Senayan dan Sport Mall Kelapa gading, sedangkan Malaysia menyelenggarakan di Stadium Badminton Cheras Kuala Lumpur. Acara final akan diselenggarakan pada 13 April di negara asal tim pemenang.

Beberapa atlet peringkat atas dunia juga direncanakan akan turut meramaikan, seperti Lee Chong Wei dari Malaysia, Taufik Hidayat, Simon Santoso, Boonsak Ponsana dari Tahiland dan masih banyak lagi.

Indonesia sendiri mengeluarkan tim terbaik pada Indonesia Garuda, dengan menurunkan Taufik Hidayat, Sony Dwi Kuncoro, Simon Santoso, Bona Septano, Mohammad Ahsan, Markis Kido, Hendra Setiawan.

Tim Rajawali terdiri dari Tommy Sugiarto, Dionysius Hayom Rumbaka, Shesar Hiren Rhustavito, Alvent Yulianto Chandra, Hendra Aprida Gunawan dan Angga Pratama, Rian Agung Saputra.

Selamat berjuang tim Indonesia! Kepakkan sayap Garuda dan Rajawali dengan indah! (Nafielah/ dbs)