PenPsiParSyn ?

PenPsiParSyn ?

ngerti ga maksud gw. hahahakk. itu tuh kepanjangan dari Penyakit Psiklogi karna Parno Syndrom. nama buatan gw aja,

jadi begini awal ceritanya, kenapa tiba-tiba gw ngebahas beginian.

kemaren siang, setelah kumpul BEM Kema Unpad di SC Faperta, gw makan  di soto hikmah Ciseke kecil. Turut serta bersama gw itu, ada yani, teh melz, jaus, elsa, teh nina, rijal, ayu, fara, naluri, giska, dan ibel atau abel gt.lupaa.

nah, berhubung ibel atau abel itu anak FK Unpad,

jadi lah kita ngobrol-ngobrol  masalah kedokteran, penyakit autis lah, bahaya merokok dll.

sampe pada akhirnya ibel atau abel itu cerita masalah penyakit psikologis yang gw juga lupa apa namanya itu. ciri-cirinya, selalu merasa gelisah dan ga yakin dalam melakukan sesuatu. misalnya, lo habis cuci kaki, trus ngerasa ga nyaman, jadi aja cuci kaki lagi. tiba-tiba lo ngerasa ga yakin udah cuci kaki, lo bakal terus cuci kaki lagi. dan seterusnyaa. begitulah kira-kira.

pas mendengar penjelasan ibel atau abel itu, gw tiba-tiba terhenyak. ohh,no..

kayanya gw mengalami gejala itu dah. tapi gw ga separah itu juga si. cuma gw kadang ngerasa suka parno sendiri. misalnya gw mau pergi kuliah, pintu udah gw kunci. pasti gw ngeceknya berulang-ulang. itu masih wajar,

tapi kadang-kadang, gw udah cabut dari kosan dan tiba-tiba gw ngerasa pengen ngecek pintu lagi. padahal dalam hati gw yakin udah kunci, tapi gw ga bisa nyegah untuk ga balik ke kosan. semua itu gw lakuin cuma buat kepuasan tersendiri aja. karena sebenarnya gw udah tau, pintunya udah ke kunci. aneh ga sih..

yang paling parah adalah pas gw nonton Knowing di Ciwalk bareng riska. lo tau kan tuh film cukup bikin deg-degan gilaa. ditambah lagi, pas ada adegan pasawat jatuh, dan kebakaran,

tiba-tiba gw inget setrikaan di kosan udah gw cabut belum yaa? gw langsung panik. tiba-tiba berbagai kejadian mulai terangkai di benak gw. kalo belum di cabut, bisa-bisa konslet, dan mungkin kebakaran. huaaahhh.. gw semakin panik.

tetapi sebenernya gw yakin udah cabut setrikaannya. cuma seperti biasa, gw ga puas dan lega kalo cuma di perasaan ajaa. jadi deh gw ga tenang nontonnya. bolak-balik gw pindah posisi duduk. ke kiri, ke kanan, berdiri terus duduk lagi, jongkok di kursi, tapi tetep aja ga tenang. gw pukul-pukul riska. haaahhh.. (maaf ka, gw bener-bener panik)

selain riska korbannya adalah orang yang nonton di sebelah gw. heran kali dia, ini orang kenapa jijingkrakan ga jelas gitu sih? untungnya gw nonton di bagian pojok paling atas. jadi korban gw cuma kanan-kiri doang.  riska dan mas-mas yang gw ga tau siapa itu.

tadinya pengen keluar aja dari 21 nya dan buru-buru pulang, tapi gajadi. pas filmnya beres, gw ngajak riska cabut naek taksi.

daann..

bener aja, setriakaannya emang udah gw matiin. gw sering banget ngalamin kaya gini. ga percayaan. mesti mastiin sendiri pake mata kepala gw.

oh my god. hahaha. rebek bener daah.

kembali ke permasalahan sebelumnya. jangan-jangan gw emang bener terjangkit PenPsiParSym lagii?

hiyaaaahh. penyakit buat-buatan gw sendiri aja tuh. kebayang kalo beneran ada penyakit itu. susah bener dah nyebutnya.

buat nyebut nama penyakitnya aja udah bisa bikin orang sakit duluaan. hahaha

^o^

pembahasan yang ga penting emang…

Peran Investor Relations dalam Go Public

Rabu. 6 mei 2009

Hari ini salah satu mata kuliah yang gw pelajari adalah Investor and Financial Relations. Kali ini kita membahas mengenai perusahaan yang Go Public. Apa peran investor relations dalam perusahaan yang hendak Go Public?

Sebelumnya, gw akan mencoba menyampaikan kembali apa yang telah gw dapet dalam kuliah tadi siang. Apa itu Go Public? Apa manfaatnya? dan adakah konsekuensinyaa?

oia, perhatikan tulisan ini. Maknai kata-per-kata. Karena nanti di bawahnya akan gw kasih kuis berhadiahh..hwehhehe..

yo yo yo.. semoga bermanfaat.

Rencana Go Public adalah bagian dari rencana perusahaan yang sangat strategis bagi setiap perusahaan dalam rangka mencapai tujuan jangka panjang.

Go Public — Untuk penawaran umum efek. Salah satu alternatif yang cocok untuk memenuhi kebutuhan modal bagi perusahaan-perusahaan yang memiliki prospek masa depan yang baik.

Sifatnya sangat strategis. Prosesnya membutuhkan faktor kecerdasan emosi pendiri/ pemilik perusahaan selain kecerdasan rasionalnya.

Manfaat Go Public: (bagi perusahaan dan pendirinya)

1. Menghimpun dana besar dan relatif murah.

Dengan dana yang jumlahnya besar memungkinkan perusahaan untuk:

  • Membiayai ekspansi usaha.
  • Pelunasan hutang jangka panjang dan jangka pendek yang sifatnya ever green.
  • Penyediaan modal kerja secara berkesinambungan.

Semua itu dilakukan dengan biaya yang relatif murah dibandingkan dengan:

  • Penerbitan obligasi yang prosedur dan biayanya tidak jauh berbeda dan menimbulkan biaya tetap disertai bunga.
  • Kredit bank dalam kondisi suku bunga tinggi atau kondisi moneter.

2. Memperkaya pendiri perusahaan.

Dengan Go Public, perusahaan mudah untuk diperjualbelikadi bursa efek. Pendiri mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi dan saham yang dimiliki pendiri akan mempunyai nilai lebih tinggi untuk dijaminkan kepada bank, jika perusahaan telah Go Public.

3. Meningkatkan citra dan daya saing perusahaan.

Dengan Go Public, perusahaan akan semakin dikenal masyarakat. Karenanya ini menjadi landasan untuk memasarkan produk. Kondisi ini pun akan meningkatkan kepercayaan para pemasok dan kreditur.

4. Meningkatkan loyalitas dan motivasi karyawan.

Nah, hal ini tentu akan berpengaruh pula pada kesejahteraan karyawan. Seperti efek domino, meningkatnya pemasukan perusahaan membuat gaji karyawannya lebih terjamin. Dengan itu, karyawan menjadi semakin giat dan percaya untuk terus mengabdi pada perusahaan. Loyalitas dan kualitas kerja pun akan semakin baik.

5. Memungkinkan peningkatan modal yang lebih besar lagi.

6. Memungkinkan perusahaan memperoleh keuntungan.


Selain bermanfaat, perusahaan yang Go Public pun akan mendapatkan konsekuensinya.

Konsekuensi Go Public:

1. Menurunnya derajat pengendalian pendiri.

Dengan menawarkan sebagian sahamnya kepada publik, derajat pengendalian yang dimiliki oleh pendiri terhadap perusahaan dengan sendirinya akan menurun.

2. Pendiri dan perusahaan wajib memenuhi ketentuan terbuka.

Perusahaan harus melalui prosedur yang ditentukan oleh otoritas pasar modal. Misal: Informasi tentang segala aspek penting perusahaan, dilakukannya financial audit dan legal audit, dan mengumumkan semua informasi penting kepada publik. Di sini informasi SWOT dan strategi perusahaan dapat diketahui pesaing, sementara informasi pesaing yang belum Go Public sulit didapatkan.

3. Membutuhkan biaya besar.

Biayanya memang relatif lebih murah dibanding dengan penerbitan obligasi dan kredit bank. Namun, langkah ini tidaklah gratis. Perusahaan harus membayar jasa penjamin emisi, auditor independen, konsultan hukum, perusahaan penilai, biaya persiapan prospektus dan lainnya.

Pada intinya, setiap langkah yang diambil oleh perusahaan akan memberikan manfaat dan konsekuensi masing-masing. Tinggal perusahaan menyesuaikan, langkah mana yang prospeknya lebih baik untuk diterapkan di perusahaan mereka.

Di sini, tentu saja peran Investor Relations tidak akan lepas.

Investor relations memiliki peran dalam Go Public, yaitu sebagai:

  • Penyediaan dan pengemasan informasi yang relevan. Informasi bisa didapatkan melalui fact finding atau analisis situasi.
  • Penyediaan informasi dalam proses seleksi penjamin efek, dan lain lain.

Nah, pertanyaannya adalah,

berapa kali gw menyebutkan Go Public dalam tulisan ini?

silahkan dihitung.. hehehe (mulai ga penting)

sumber :

bahan perkuliahan Investor and Financial Relations di kelas gw siang ini. (edisi Rabu, 6 Mei 2009.. pukul 13.lebih berapa gw lupa s/d selesai)

unlocked

senin, 4 mei 2009

sekitar jam 9an pagi, gw nyampe di kostan.
gw baru aja balik dari rumah.
dan pas gw buka kuncinya, sesuatu yang aneh mulai gw rasakan.
ini kunci kenapa ga respon yaa?
gw otak-atik, tetep aja ga mau gerak.
gw coba langsung buka aja,
ternyataa…
pintu nya ga ke kunci dong..

jadi selama 3 hari gw tinggal ke Jakarta,
kostan gw ga ke kunci.
gw mulai panik, gw cek semua harta gw (harta??)
dispenser dan rice cooker gw oke-oke aja.
gw cek lemari gw, ga ada yang berubah.
duit gw?
emang kaga nyimpen duit di kostan.

melihat ga ada yang hilang, gw mulai ngecek makanan dan segala stok pangan gw.
jangan-jangan ada penyusup yang hendak meracuni gw, mereka ingin membunuh, mengincar ide-ide brilian gw.. hahahha
oh Noooo !!

kenyataannya si emang ga ada apa-apa.
syukurlaah..
tapi 2 hari ini gw rada parno. Susu, gula, teh, dan makanan yang ada ga berani gw sentuh.
hihihihi

parah banget ingatan gw.
mulai sekarang kalo ninggalin kostan jadi sering bolak-balik ngecekin kunci aja kerjaan gw.
humphh..

Mikir aja

mata kuliah Teori Komunikasi yang hari ini, gw rada-rada ngantuk coy.

jadwal kuliahnya jam setengah satu, dosennya baru dateng jam setengah 2 lewat. katanya sih habis ngisi acara gt, di hotel aston. au dah..

terlepas dari semua itu, kuliah tadi gw ga konsen aja jadinya. ngantuk-ngantuk ga jelas gitu. gw baca Medicinus, semacam majalah anak FK, yang beberapa waktu lalu gw dapet dari Ghea.

sebagai anak FK juga (tapi gw Fakultas Komunikasi..) gw cukup tertohok. kita ga punya persma. di Fikom Jatinangor ada dJatinangor sih, tapi di Fikom Bandung gada.

seberapa penting sih peran persma di tengah-tengah kehidupan mahasiswa?

menurut gw itu penting. persmahasiswa merupakan penjembatan pemikiran-pemikiran cemerlang nan rupawan mahasiswa yang ada.

hahaha

kacau.. gw nulis ini masih dalam keadaan ngantuk bro,

tapi gw masih mikir, dan gw berencana membangun koalisi untuk memecahkan hal ini.

gw bikin persma aja apa ya?

(mikirr..)

My New Blog

 

bismillahh..

akhirnya jadi juga blog ini.

sebelumnya gw udah coba buat tulisan begini begitu di blog gw yang lain. tapi emang dasar dodol aja, gw lupa passwordnya. huhuw.

sekarang mencoba memulainya dari awal lagi.

niat awal gw cuma ingin menulis, belajar menulis, menulis yang dipelajari, mempelajari tulisan.

menulis hari-hari, hari-hari menulis, tulisan sehari-hari.

sebagai mahasiswa jurnalistik, gw merasa tertuntut (dituntut juga mungkin..) untuk bisa bereksplorasi melalui tulisan. ini tahun kedua gw kuliah, dan gw merasa masih jauuuuhh banget dari idealnya seorang jurnalis.

so, yaahh kepikiran untuk berubah ajaa.

semoga tulisan-tulisan gw ke depannya bisa berguna,

berguna buat gw, sebagai latihan.

berguna buat yang ngebaca, sapa tau bisa membantuu..

hehehe

SEMANGAT..!!

^o^