Apa Rahasia Kurus Seketika Lee Yong Dae?

Sihir. Mungkin sihir atau sulap. Atau sebelumnya dia hanya menyamar. Menyamar karena tidak mau mengganggu konsentrasi gue? Menyamar sampai waktu yang tepat untuk kita kembali bersama? X_X

Banyak spekulasi yang muncul di kepala pas gue kembali ketemu Lee Yong Dae, pemain bulutangkis dari Korea Selatan yang semakin hari semakin ganteng itu.

Ceritanya bulan Januari 2014 kemaren, gue liputan dua turnamen berturut-turut, di Korea Open Superseries dan Malaysia Open Superseries Premier. Jedanya cuma 2 hari, beres dari Korea langsung cus ke Malaysia.

Alkisah abis salah satu babak di Korea Open, Yong Dae diwawancarai usai kemenangannya. Masuklah dia bersama partner si muka datar, Yoo Yeon Seong, buat dijamah (diwawancara) sama wartawan lokal dan dari luar.

Walaupun media kita nggak ngeberitain, tapi tetep ya bok, siapa yang bisa menolak pesona si abang ganteng, Lee Yong Dae (abaikan partnernya). Nangkringlah gue ceritanya mau ngeliat preskonnya.

Dan Oh My GOD! Ternyata preskon berlangsung di media center yang besarnya secuprit, kecil banget, kalo jalan bisa senggol-senggolan. Kiri-kanan mentok sama meja.

Saat itu posisi duduk gue dan mba Widya (partner senior liputan) duduk di kursi paling depan, sambil kerja ngedit foto dan bikin berita (alibi). Ternyata oh ternyata, Yong Dae dan partner (haha, Yoo Yeon Seong), duduk tepat di depan meja gue. Di depan mata, berjarak kurang dari satu meter, huah, mungkin pun hanya 80 centimeter (wae). Itu di foto itu, abis dengkulnya Yong Dae langsung ada gue, kehalang meja sih dikit (dikit doang, jadi kita beneran deket bingit). Huoh.

image (1)

Huak. Langsung nggak konsen. Tangan gemeteran, buru-buru ngiket kaki ke meja, khawatir tiba-tiba nggak kuat pengen nemplok, wkwk. Nggak usah ngomongin apa yang jadi bahan wawancara dan apa jawaban mereka ya, nggak penting juga. Gue hanya bengong menopang dagu, senyum-senyum sendiri, ini beneran dan sampe-sampe mba Widya nendang-nendang kaki gue untuk menyadarkan.

Karena lebih senior, mba Widya lebih jago main cantik. Dia tetep cool dan pura-pura ngetik, padahal ngintip dari balik layar laptop, sambil candid-candid pake hape. Yakin banget gue :p

(Tapi pas abis beres preskon langsung teriak-teriak nggak karuan, kesenengan ketemu Yong Dae. Mureh dan gampang banget ye kita, ketahuan. Gitu doang girangnya kaya dapet undian 50 Milyar, yayahahaha!)

FYI, ini wartawan lokal Korea juga pada norce kalo ketemu Yong Dae. LO LO turnamen segala pada doyan minta foto. Gue? Jaim dong nggak mau minta foto. Iye nggak minta foto, tapi ngeliatin depan mata nggak kontrol banget :p

(Eh iya, ngomong-ngomong ada deng yang penting dari omongan Yong Dae ini. Dia bilang saat ini walaupun persaingan ganda putra terus merata, tapi ada satu pasangan yang terus dia waspadai, katanya pasangan Indonesia. Pas dia ngomong itu gue langsung nyengir, dan wartawan Korea sebelah gue bilang ke Yong Dae, “Ini cewek cewek kece sebelah gue dari Indonesia loh,” (dengan transkirp percakapan yang sudah di daur ulang). Dan gue dengan bodohnya, “Hem yea, hai”. Apaaaaan itu apaan maksud respon gue? HAHA. Abaikan. “You mean, Mohammad Ahsan and Hendra Setiawan?” kata gue sok cool. “Ya, Setiawan and Ahsan,” kata Yong Dae ganteng.)

Lanjut.

Dan ya booooo, Yong Dae pas itu gendut bangeeet. Liat aja tuh di foto, gembul gitu mukanya. Itu di foto kurang keliatan deh, aslinya saat itu ya ampun. Gendut banget (yea, kaya kurus aja nih gue ceritanya). I mean, itu adalah penampakan Yong Dae paling gendut yang pernah gue liat, meski teteeup, ganteng. (Abaikan partnernya Yong Dae, haha). Ibarat kata, kalo lo sendul pipinya Yong Dae, mungkin bisa jadi akan bergetar selama hampir 5 menitan, saking gembilnya. Nggak boong gue, lebay dikit aja.

Bla bla bla.. Singkat cerita,

Kami kembali dipertemukan di Malaysia. Memang seperti kata pepatah, jodoh tak akan kemana. Seperti kata Afgan, jodoh pasti bertemu. Maka bertemu lah kami.

Di suatu jembatan, dihiasi bunga-bunga, diiringi alunan lagu yang rupawan, saling menatap, bersenda gurau, ceria bersama, jalan-jalan di taman sambil gandengan (Ngomong sono sama tembok!!)

KEMUDIAN!!!

Yong Dae tiba-tiba kurus, langsing singset tiada tara, dan kadar kegantengan semakin meningkat (abaikan pasangannya). Tanpa kata-kata. GIMANA BISAAAAA??? Itu berat yang ilang ada kali 5 kg (Eh iya nggak ya? Nggak yakin gue. Yang pasti beda banget sofi martin. Jadi kuruuus..)

Dalam waktu dua hari saja. DUA HARI SAJA SODARA-SODARA. Kurus seketika. Gue juga mauuuuuu.

Apa karena faktor winter di Korea dia jadi gembil, terus pas ke KL panas, jadi lemaknya langsung meleleh? Asik bangeeeet. Gue juga mau, plis atulah. Keren banget.

Jadi apa dong rahasia Yong Dae bisa tiba-tiba kurus gitu? Sampai saat ini sebenarnya masih menjadi misteri. Belum terungkap kebenarannya. Tinggallah di sini, gue dan mba Widya, yang galau 7 turunan melihat kelangsingan Yong Dae.

Sebagai wanita, hati kami tersayat-sayat. Bagaimana bisa?

Kesimpulan saat ini mungkin benar. Yong Dae bisa kaya gitu karena sihir pasti. Pasti karena sihir. Sihir cintaku.

Dudududududuuuu~

Advertisements

Terkenal Di Jajaran Tukang Ojeg

Hai hai, assalamu’alikuuuum, sudah 8 syawal aja ya bo. Hayoloh udah pada beres belom puasa syawalnya? (jawab dalam hati aja, biar nggak dibilang riya, haha)

Masih dalam suasana lebaran, gue mau minta maaf dari lubuk hati yang paling dalam, kalo-kalo ada salah kata, perbuatan secara langsung dan nggak langsung, sengaja, nggak sengaja atau sengaja banget. Dimaafin ya maafin.

Pagi ini ketemu bapak-bapak supir ojeg baik hati yang nanyain kabar dan ngucapin “Selamat kerja neng”. Huah, sederhana aja sih, tapi ternyata hal-hal nice kaya gitu bisa bikin mood baik ya untuk memulai hari.

Ngomong-ngomong masalah tukang ojeg, gue jadi inget, kalo mau masuk ke Perumahan gue, dari jalan besar gue harus naik ojeg. Karena hampir tiap hari melakukan hal yang sama, abang ojegnya hapal sama gue. Gue terkenal di pangkalan ojeg. Bukan karena apa-apa, tapi KARENA GUE NAIK MOTOR DARI SEBELAH KANAN.

Emang masalah ya kalo naik motor, dibonceng, duduk ngangkang (ini gue nggak tau padanan kata yang lebih sopan apaan, jadi maap deh kalo agak-agak, haha), terus naiknya dari kanan?

“Narik nih narik ayo giliran siapa? Ini eneng yang naik dari sebelah kanan nih,”

“Neng kenapa sih kok naiknya dari sebelah kanan”

“Hati-hati jatuh neng, kok dari kanan sih? Aneh haha”

Bayangin woi, bayangiiin, gue dibully sama abang tukang ojeg. Sedih.

Gue kira penderitaan hanya sampai di batas perempatan aja, tapi hufte, pas gue dibonceng adek gue juga, “Masih aneh aja hidup lo, naik motor masih dari kanan? Haha”

Bahkan bokap gue pun menanyakan hal yang sama, KENAPA GUE NAIK MOTOR DARI SEBELAH KANAN.

Mana gue tau. Gue ngerasa lebih nyaman aja naik dari kanan. Sama nyamannya ketika gue bareng Yong Dae. Jangan tanya kenapa Yong Dae nyaman sama gue. Ya mungkin karena dia nyaman. Udah gitu aja.

Jadi apa gue harus ngadu ke lembaga perlindungan anak lucu yang terbiasa naik motor dari sebelah kanan? Agar apa yang gue lakukan tidak dikategorikan sebagai kejahatan dan gue bebas bergerak bersama cowok-cowok kece di sekitar gue, kaya Yong Dae, Tom Felton, Kim Nam Gil, Kim Hyun Joong dan sodara-sodaranye? Apa gue harus bikin perhimpunan kerukunan orang-orang keren yang naik motor dari sebelah kanan? Terus melakukan kegiatan-kegiatan sosial sambil ngundang media supaya nggak terabaikan? Ohmay tolong.

Atau sebenarnya itu alibi mereka aja karena mereka ngefans sama gue sebenernya? Iya sih ini kayanya. Fix yakin dah.

Sekarang terkenal di antara tukang ojeg. Yasudahlah ya, dikit-dikit dulu. Ntar juga kalo saat yang tepat gue mengumumkan hubungan gue sama Yong Dae atau Tom Felton, ketenaran gue pasti lebih luas skalanya.

Gue naik motor dari kanan dan gue tenar di antara abang ojeg!

Yeah~