Jangan Bilang Terlalu Cepat

“Jangan bilang terlalu cepat tercapai, tapi segera susun capaian baru,”

Kira-kira begitulah yang bokap gue bilang pas gue ngobrol berdua tentang dunia dan perkarieran gue sejauh ini. Sesi ngobrol kali itu diawali pertanyaan-pertanyaan bokap tentang kapan gue lanjutin kuliah, ambil master, kapan gue perdalam lagi program bahasa, apakah gue nyaman dengan pekerjaan sekarang, dan mau apa gue kedepannya (dalam karier dan pendidikan). Jangan libatkan pertanyaan tentang nikah, please. Itu masih belom kebayang sama gue. Masih banyak misi yang harus gue selesaikan di muka bumi ini sebagai makhluk Tuhan paling sexy (Silahkan muntah)

Jangan tanya sekarang gue kerja dimana. Hahaha. Gue bahkan bingung. Rezeki datang begitu aja rasanya, dengan gue mengerjakan hal-hal yang gue suka (Alhamdulillah) Nonton gratis, bikin berita, foto-foto, ketemu banyak orang baru, melakukan hal baru, di tempat yang berbeda-beda, jalan-jalan gratis dan berdekatan dengan orang-orang yang dulu kaya jauh dari jangkauan (yang terakhir ini agak lebay) (tapi tetep, alhamdulillah alhamdulillah Ya Allah)

Freelance. Bebas dan tak terikat. Itu jadi zona nyaman gue sekarang. Saking nyamannya bokap khawatir gue nggak berkembang (wakdezig). Tapi iya juga sih.

Pekerjaan ini memang nggak kebayang bakal gue dapet lebih cepat. Dalam jenjang karier yang gue bayangin, gue raba-raba terawang pas masih kuliah, mungkin gue melang melintang liputan hancur-hancuran jadi jurnalis kacangan, masuk desk kriminal, liputan perang, investigasi hal-hal misterius dan terselubung, jadi tawanan perang, kejar-kejaran sama monster atau apapun itu (Oke pikiran gue mungkin terlalu tradisional dan tidak cetar membahana badai katrina). In the end, gue mau hoya-hoya liputan jalan-jalan, jadi desk olahraga dan menutup karier di fase usia bahagia jadi istri sholehah :p (Pikiran standar wanita cantik jelita)

Ya dari awal gue emang udah mutusin sih, nggak ingin jadi pegawai kantoran. Karyawan atau pekerjaan apapun yang mengikat gue dengan jam kantor nine-to-five. Apa kabar anak-anak gue nanti? Jauh dari belaian emaknye yang kece (Katanya nggak mau mikirin nikah, tapi udah mikirin anak. Labil) (Lo pikir jadi jurnalis apa kabar fay, malah kagak ada jam kerjanya kali) (Ya tapi ini namanya passion) (halah) (abaikan)

Dan kemudian tapi lini masa gue berkata lain (ini kalimat bener apa nggak sih?) Diawal karier gue malah langsung dapet zona nyaman. Kerjaannya keliling Indonesia, liputan pertandingan, bulutangkis, jalan-jalan, nulis artikel, dapet uang tambahan (Bersyukur fay bersyukur)

Yazeek.

“Kamu mau sampai kapan gini terus?”

Pertanyaan bokap sudah pasti bukan karena beliau nggak seneng sama kebahagiaan gue. Tapi meyakinkan kalau masih banyak hal yang harus gue rasakan. Jangan terpaku di satu titik yang mungkin bisa dikuasai tanpa harus berlama-lama.

Ya dari situ gue bertekad. Rencana jangka panjang hidup gue yang terakselerasi ini harus cepat diperbarui dan ditingkatin lagi. Jangan kebawa arus, jangan cuma mengikuti arus. Mau ganti tahun baru masehi nih ya, sekalian aja bikin targetan baru. Harus cepet-cepet ke London juga kan gue, sebelum Tom Felton keburu nikah, kalo nggak mau jadi istri kedua, whuff.

Intinya ya intinya. Jangan stak di satu titik dan nggak berkembang lah. Sekian begitu saja.

Semangat semangaat!!

Semoga limpahan rezeki yang sekarang gue rasakan, bisa dirasakan banyak orang, bisa berkah dan bermanfaat.

Dan di sisi lain,

“Naf lo kapan cabut, gue siap gantiin ya kalo lo mau beres dari kerjaan yang sekarang?”

“Naf lo capek nggak? Sini gue gantiin aja”

“Kak kalo udah bosen, aku aja ya yang dipromosiin buat gantiin kak Naf. Asik banget kerjaannya,”

“Naf kapan pun lo cabut, gue harus jadi orang pertama yang tau. Kasih ke gue aja kerjaan lo,” Hahaha, kampret.

Syalalalalalala.. Siaul. Banyak yang pengen gue buru-buru cabut =D =D

Happy workin’

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s