Saya Ditodong Pistol dan Petugas Pelayan Masyarakat Itu Dingin

Sori banget sebelumnya kalau judul ini dirasa provokatif menanggapi kinerja kepolisian. Ya tapi emang itu nyatanya. Entah karena gue kekurangan data untuk membuat sebuah laporan, entah karena ini hal lumrah yang sudah banyak terjadi, jadinya biasa aja (What the, gue mau mati tadi malam, dan mereka menganggap ini sudah biasa? Gilak).

Agak membingungkan mungkin kenapa tiba-tiba gue menuliskan hal yang begitu meluap-luap. Tadi malam gue jadi korban perampokan, pembajakan angkot, atau entah apa itu namanya. Di Bandung.

Yah, semakin terasa tidak amannya menggunakan transportasi umum setelah kejadian maha dahsyat yang gue alami tadi malem. Bahkan sampe sekarang pun gue deg-degan sendiri kebayang-bayang kejadian tadi malem. Trauma. Ini ya yang namanya trauma? Bener-bener bikin stress.

—-Hem yeah, kronologis ini pun gue bikin sesantai mungkin, walaupun gue ngetiknya masih terasa gemetaran. Semata-mata untuk menutupi ketakutan gue yang masih terasa sampe sekarang. Dan biar yang baca gak tegang-tegang banget——-

Semoga bisa diambil hikmahnya ya teman-teman..

KRONOLOGIS

Gue naik angkot Cicadas-Cibiru. Sekitar jam 6 lewat. Biasa aja, gak ada firasat apa-apa, selain was-was, haduh gue belom sempet sholat maghrib (well yeah ini peringatan buat gue kayanya). Ada tujuh penumpang (termasuk gue) plus supir. Posisinya begini..

Semua sibuk dengan kegiatan masing-masing. Dua anak SMA yang ada ngobrol tentang kegiatan di sekolah tadi siang, dan tiba-tiba anak SMA yang cewek nyeletuk,

“Haduh udah mau isya, kita belum sholat magrib, mana tadi ashar juga kelewat lagi. Ya Allah maafin saya, semoga masih dapet magrib ya” katanya. Gue langsung liat jam, wah iya, udah mau isya. Isya setengah 8 kan tuh ya. Masih ada waktu. Insya Allah keburu. Jeng jeng jeng..

Dua mbak-mbak karyawati di depan gue ngobrol seru tentang kantornya. Tentang bosnya yang galak tapi kocak, kalo gak salah denger, tentang kejadian tadi siang. Dan lain-lain.

Hey, gue gak mau kepo. Cuma mereka ngobrolnya gak kontrol, jadi kedengeran sama gue. Mas-mas di samping gue diem aja, sambil sesekali buka handphone. Ibu-ibu di pojok depan gue juga diem aja gak ngapa-ngapain. Kayanya kecapean habis kerja. Gue pun ngubek-ngubek tas mengeluarkan uang 1000 rupiah, karena sebentar lagi turun. Jarak tujuan gue gak jauh.

Gak lama kemudian naik bapak-bapak berjaket kulit hitam, duduk di samping supir. Pandangan gue lurus ke depan, mulai nyari angkot Riung-Dago. Nyari patokan tempat biasanya turun. Naik lagi satu penumpang laki-laki. Dari penampilannya kaya mas-mas pekerja bangunan, kuli yang baru balik kerja. Dia bawa tas ransel usang, yang beberapa bagiannya robek dan ditambal kain lain.

Sekilas gue melihat kontak mata antara mas-mas jaket kulit di samping gue dan mas-mas kuli ini. Eh, kenal ya? Tapi gak saling sapa. Gue juga gak peduli banget sih. Atau mungkin itu cuma perasaan gue doang.

“Kiri, eh gue duluan ya, berhenti disini aja, mau mampir dulu” kata mbak-mbak karyawati yang berkerudung.

“Loh, bukannya depanan dikit lagi ya?”

“Mau beli sesuatu dulu di depan (lupa pastinya, yang jelas dia turun duluan), gak papa ntar jalan dikit, daaah, hati-hati ya” mbak-mbak berkerudung itu pun lolos dari aksi menegangkan yang terjadi beberapa detik kemudian. Takdir.

Hati-hati ya. Pesan terakhir mbak-mbak itu bener-bener keinget sama gue. Fyuhh.

Mas-mas di samping gue langsung pindah posisi ke depan gue, menempati posisi mbak-mbak berkerudung tadi, mendekati pintu. Kira-kira begini posisinya.

Mas-mas berjaket kulit hitam dan berkacamata itu pun berbicara agak keras, “Pak.. Pak..”, memanggil ke arah supir. Tapi supirnya gak denger.

Karena berpikir dia mau berhenti atau mau nanya jalan ke supir, gue pun ikut membantu mas-mas itu, “Paak…” ternyata bersamaan dengan mbak-mbak karyawati itu. Dia mau bantu manggil supirnya juga kayanya.

Kita mungkin berpikir biasa aja. Karena kadang gue di tengah jalan juga suka nanya ke supir memastikan angkot ini lewat di tempat yang gue tuju apa gak. Tapi ternyata….

Tiba-tiba mas-mas jaket kulit itu mengeluarkan pistol, sambil teriak,

“Pak, jalan terus jangan berhenti, ambil kiri, jangan sampe kena lampu merah”

Gue syok, astaghfirullah, pistol di depan gue. Angkot ini dibajak. Gue berharap itu cuma halusinasi gue. Ternyata enggak, perampok berteriak lagi.

“Serahkan semua barang berharga kalian, cepaat”

Saking kagetnya gue cuma terdiam, memperhatikan lekat-lekat garis wajah orang itu. Mengingat semua atribut yang bisa gue jadikan informasi kalo selamat dan bisa lapor polisi. Anak SMA di samping gue duduk merapat, menunduk takut. Gue berusaha tenang di tengah gejolak jantung gue yang rasanya mau copot.

Pistol mengarah ke mbak-mbak karyawati, “Minta handphone kamu, cepaaaaat” sambil teriak. Mbak-mbak itu memberikan handphone nokia seri lamanya, yang biasa aja.

“Saya gak mau yang ini, saya mau BB, tadi saya liat kamu pegang BB, kasih ke saya” sambil melempar handphone nokia itu.

“Gak ada mas, gak ada” mbak-mbak itu panik dan mengaduk-ngaduk tasnya.

“Jangan bohong kamu, saya pecahkan kepala kamu nanti”

Mendengar ancaman itu, mbak-mbaknya langsung ngeluarin BB nya. Gue gak sempat menangkap itu BB seri apa, tapi warnanya putih. Tadinya perampok itu tertarik dengan bungkusan amplop coklat sedang yang mbak itu bawa, seperti amplop berisi uang kalau habis ngambil dari bank. Tapi ternyata isinya kain (gue gak tau pasti itu apa), amplop coklat sedang itu pun diabaikan.  Gue tetap berusaha tenang dan tidak mengeluarkan gerakan mencurigakan.

Matanya mengarah ke anak SMA di samping gue, “Minta barang berharga!!”

“Gak ada mas,” kata anak cewek itu. Ngeliat penampilan anak berseragam, lelaki itu mungkin berpikir percuma nodong mereka. Lalu…

Pistol mengarah ke gue. Allahu Rabbi. Gue diam melihat ujung pistol yang mengarah ke gue, kaki gue lemas, tangan memeluk erat-erat tas di depan gue. Entahlah, gue berpikir kalaupun gue ditembak, tas ini mungkin bisa jadi penghambat (walaupun gue tau itu gak akan ngaruh ).

“Kamu keluarkan barang berharga kamu, mana handphone, dompet?” dia ngomong sambil mengarahkan pistolnya ke gue. Gue diam memandang lurus ke lelaki itu, menajamkan ingatan, gue harus ingat banyak hal tentang orang ini. Please, ayo otak bekerja lah dengan baik.

“Jangan diam aja, cepaaaaat. Mau saya tembak kamu?”

“Gak ada bang, saya dari kampus gak bawa apa-apa” Gue masih berpikir untuk mengulur waktu. Ya Allah tolong saya.

“Jangan bohong” dia mulai menarik-narik tas gue, dan tetap menodongkan pistolnya. Gue mulai panik. Apa yang harus gue kasih. Dompet? Gak, gak bisa. Dompet gue banyak kartu-kartu identitas dan lainnya. Kalau gue kasih itu artinya gue nanti harus bikin lagi dan ngurus ke kepolisian. Ribet dan lama. Demi apapun juga, gue bahkan hampir tidak percaya, di keadaan terdesak seperti ini, dalam waktu secepat itu, gue bahkan sempet berpikir sulitnya birokrasi yang akan gue lalui nantinya dalam mengurus surat-surat hilang, kalo dompet gue mesti diambil. Gilak.

Haruskah gue ngasih handphone? Gak, gak bisa. Gue gak hapal nomor orang-orang. Bisa terkatung-katung gue kalo diturunin di tengah jalan, gak tau harus menghubungi siapa.

Gue gak bawa barang berharga apa-apa lagi. Di tas cuma ada buku kecil catatan perkembangan skripsi (ini berharga buat gue, tapi jelas gak mungkin gue kasih ke perampok itu), pulpen, Alqur’an, parfum, minyak kayu putih, tisu, apa-apa? Gak ada apa-apa lagi. Gue gak bohong.

Di tengah kalutnya pikiran gue memikirkan apa yang harus gue kasih, lelaki itu tetap menodongkan pistolnya ke gue. Handphone. Gue memeluk tas dan menyentuh handphone gue. Gue berpikir, yaudahlah ambil aja itu handphone, dari pada gue mati konyol di angkot ini. Tiba-tiba perampok itu teriak,

“Heh supir jangan macem-macem kamu,  jangan masuk ke macet, ambil kiri, belok, cepat belok”

Ternyata angkot yang gue tumpangi ini lewat dekat polisi lalu lintas di Samsat, lagi ngatur jalan yang macet. Perampok itu mengalihkan pistolnya ke supir, dia panik kayanya pas ngeliat polisi. Alhamdulillah. Gue lega seketika karena tidak berhadapan dengan pistol itu lagi, tapi masih belum aman.

Fokus si perampok teralihkan ke jalanan, memastikan dia aman. Sepertinya dia mengurungkan niat untuk melanjutkan perampokan ke gue. Alhamdulillah, sementara lega.

“Kalian awas ya jangan ada yang macam-macam ke saya, saya gak segan-segan menghancurkan kepala kalian satu persatu” gue menangkap logat berbicaranya. Bukan orang Sunda. Bukan Jawa. Apa ini, logat apa? Gue mengingat-ngingat, logat ini pernah gue dengar. Hampir yakin itu logat Sumatra. Kalau gak Palembang, Riau. Bukan Batak.

Ini bukan maksud menjustifikasi suku tertentu. Tapi ini oknum yang gue temukan.

Perampok itu mengeluarkan handphone, menelpon rekannya yang akan menjemput. Dia menyebutkan patokan-patokan yang sudah kami lewati, Carefour, plang iklan, lampu merah, apotik, semua yang dia liat.

“Cepat, kamu sudah dimana? Angkot sudah jalan jauh ini.” Perampok itu keliatah lengah, gue mencoba merogoh-rogoh hape, mencari bantuan. Tapi sangat sulit karena gue tidak mau mengeluarkan gerakan mencurigakan yang membuat perampok itu marah dan menembak gue.

Selesai menelepon sesekali dia mengancam kami sambil mengeluarkan pistolnya. Gue mencoba mengingat setiap kata yang dia keluarkan. Dia mengancam semua orang yang duduk di belakang, tapi sama sekali tidak mengancam mas-mas kuli itu. Gue pun berspekulasi mungkin mas-mas kuli itu komplotannya. Berarti gue gak boleh melawan. Gue mencoba mencari jalan. Gue merapat ke anak SMA itu, mencoba menghadap ke jalan yang terlihat dari pintu masuk penumpang, ingin rasanya teriak atau memberi kode bahwa kami terancam.

“Jangan naf, jangan macem-macem” kata gue dalam hati. Perampok itu di depan lo dan paling deket sama lo. Kalo dia ngamuk, bisa dipastikan gue sasaran pertamanya.

Ketika dia mengeluarkan pistol gue mencoba mereka-reka, itu pistol asli atau mainan ya. Gue perhatikan, dengan pengetahuan awam mengenai senjata api, gue merasa itu palsu. Itu bukan asli. Gue pernah lihat yang asli pas pengamanan Sea Games lalu, sama di satu acara pameran senjata. Warnanya beda, hitam pudar, pemukaannya halus, mirip pistol mainan yang pernah om gue beliin untuk adik gue, Fadel. Atau gue cuma berharap itu palsu?

WTH naf, jangan berspekulasi. Mungkin aja itu pistol seri lain yang belum pernah lo liat sebelumnya.

Gue merapat mencoba mengumpulkan tenaga, barangkali gue bisa menendang perampok itu. Posisi si perampok itu benar-benar di pinggir pintu, mencoba menghalangi pengelihatan. Tapi entahlah, gue benar-benar merasa jadi seorang yang begitu pengecut, gak bisa membela diri. Gak bisa ngapa-ngapain.

“Apa kamu lihat-lihat, jangan macam-macam kamu yaa, saya bisa tembak kamu”

Angkot kami terjebak lampu merah, dan ada polisi lalu lintas di sana. Gue sangat sangat berharap itu polisi melihat ke arah kami. Nihil.

Perampok itu panik, “Belok kiri, belok kiri supir, jangan macam-macam kamu, itu ada polisi. Atau saya tembak salah satu penumpang di sini”.

“Itu bukan trayek saya, arah saya lurus” kata si sopir.

“Saya bilang belok, atau mau saya tembak kamu?”

Gue terus berzikir. Berharap polisi sadar dengan angkot Cicadas-Cibiru yang keluar jalur ini. Ya Allah, tolong Ya Allah. Dan tetap nihil. Polisi itu gak bereaksi apa-apa melihat angkot kami yang keluar jalur.

“Diam kamu ya diam, saya tau kamu orang baik-baik, jangan macam-macam, saya juga gak mau macam-macam sama kamu, jadi diam saja kamu, awas ya” dia  berbicara ke arah gue dengan nada rendah, menekan kan setiap kata-katanya, gue ingat betul ekspresi wajahnya yang menatap tajam ke arah gue.

Angkot kami memasuki daerah yang tidak gue kenali, seperti pasar, macet, becek, kumuh, gelap, gue belum pernah kesana. Ini dimana? Gue melihat-lihat papan reklame mencari-cari pengenal daerah, alamat atau apapun itu. Perampok itu kembali menelpon temannya.

“Dimana bego? Cepat ini sudah jauh, serobot jalannya. Jangan lelet”

Perampok itu mengawasi kami. Sepertinya ia sudah lupa untuk kembali melucuti barang-barang kami (Alhamdulillah), dia hanya fokus sama temannya yang lelet menjemputnya. Sesekali iya masukkan pistolnya, jika angkot kami terjebak keramaian. Khawatir terlihat orang di luar. Tak lama kemudian, sekitar 5 menitan, gue melihat kebelakang, dua motor mulai memepet angkot. Satu motor berboncengan, satunya tidak, mereka mengancam dari luar angkot sambil terus berjalan dengan motor.

“Apa kamu liat-liat, awas kalau melapor”

“Jangan teriak-teriak di jalan bego, nanti orang curiga,” kata perampok yang diangkot, sambil beranjak turun. Motor melarikan diri dengan ngebut. Gue langsung inget plat nomornya. D 8825 YA.

Seketika penumpang angkot mengelos. Setengah jam penuh kami beradu kecepatan degub jantung, rasanya benar-benar tertekan. Gue sering ngeliat adegan menegangkan ini di film-film atau novel-novel detektif. Gue bahkan pernah membayangkan berada di sebuah bus yang dibajak perampok, tapi kemudian ada Spiderman. Ada Spiderman yang menyelamatkan kami semua, menangkap perampok tersebut. Dan benar saja gue mengalaminya.

Bertemu perampok, diancam dengan pistol, tapi gak ada Spiderman. Mana Spidermannya? Demi apapun film-film superhero itu semuanya bohong. Gue gak percaya lagi sama Spiderman. Gak ada Superman, Batman,Ultraman, atau apapun itu. Gak lagi-lagi gue ngebayangin yang aneh-aneh.

“Pak saya turun disini saja,” kata mbak-mbak yang handphonenya diambil, terlihat panik. Gue ikutan turun, supir angkotnya bilang, “Gak papa neng, kita nanti muter lagi”

Menurut lo? Gak, gilak. Gue gak mau berspekulasi meneruskan perjalanan dengan angkot yang sama. Gue membayar dan mengeluarkan handphone, ingin menghubungi orang langsung. Tiba-tiba,

“Udah neng gak usah lapor-lapor lah, toh kita semua selamat ini. Udah biarin aja neng, dari pada ntar neng yang kenapa-kenapa” DEG. Seketika gue menyadari sesuatu. Jangan-jangan… Penumpang lelaki berjaket kulit yang duduk di samping supir itu sepertinya komplotan juga. Gue langsung menyebrang naik angkot sembarangan ke arah berlawanan. Kembali ke jalur tadi. Cuma gue dan mbak-mbak yang dirampok itu yang turun, yang lainnya meneruskan perjalanan dengan angkot sama yang berbalik arah.

Gue panik. Siapa yang harus gue hubungi. Gak mungkin orang rumah, mereka jauh. Posisi gue yang kalut ditambah kekhawatiran orang rumah cuma bikin kacau. Gue sms dua orang temen gue yang nomornya teratas di message dan gue anggap mungkin bisa sigap memberikan solusi. Salah satu dari mereka, sebut saja Iwang, kemudian menelpon gue dan menanyakan posisi.

Gue bener-bener blank dan menyebutkan apa aja yang gue liat di sekitar gue. Dia nyuruh gue masuk ke tempat ramai, ke kafe atau apapun itu, sementara dia jalan ngejemput.

Demi apapun kaki dan tangan gue bergetar hebat, gue nangis gak bersuara. Ini bener-bener di luar dugaan gue. Bener-bener syok, ngebayangin pistol yang mengarah ke gue. Astaghfirullah.  Lalu Kantry, teman gue yang lain, nelfon, dia nyoba menenangkan dan nanya pelan-pelan posisi gue. Gue melihat ke sekeliling dan menangkap papan reklame besar berlampu. Yogya, Lucky Square. Gue jalan mengarah kesana sambil telfonan dan nangis.

Antara sadar dan gak sadar gue terus berjalan di tengah jalan. Ya, di tengah jalan. Menghindari mobil-mobil yang ada, dan terus mengarah ke Yogya, Lucky Square. Gue gak mau menyingkir ke pinggir jalan, gelap. Gue nunggu sambil duduk di kafe, entah apa itu. Menenangkan diri. Gue sms adek gue yang nomor dua, Mila. Mengabarkan kondisi gue tapi berpesan jangan ngasih tau nyokap bokap dulu. Khawatir mereka panik.

MENCOBA LAPOR KE POLISI

Sekitar 15 menitan kemudian temen gue dateng. Kita ke kantor polisi. Nyari-nyari keliling dan gak nemu. Entah karena kita panik atau gimana. Sampelah kita di Polsek Cibeunying Kidul.

Polisi nanyain ada apa, gue certain kejadiannya. Belum tuntas gue cerita dia ngomong, “Neng ini karena kejadiannya gak disini, coba neng lapor ke polsek yang dekat dengan tempat kejadian, di Soekarno-Hatta ya?”

“Iya pak, polsek mana ya pak?” Gak ngerti wilayah-wilayah Bandung.

“Eh, ari Soekarno-Hatta teh masuk polsek mana nya?” Polisi yang menangani gue, bertanya ke polisi lain.

“Euh, mana ya? Teu terang abdi ogeh, poho yeuh” Kata polisi itu. Lah? Yakali pak, bapak nyuruh kita ke polisi yang nanganin daerah itu tapi gatau dimana-dimananya. Dia aja yang polisi gak tau pembagian daerah-daerah kerjanya, apa lagi gue?

“Aduh neng, gak tau saya juga daerah mana. Kalo gak polsek XX berarti polsek YY, apa ZZ ya?” Dia ngomong ke gue sambil nanya ke polisi lain.

“Gini aja neng, biar aman ke Polrestabes Bandung aja, mereka nanganin sebandung da, bisa disana mah, insya Allah. Cakupan mereka kan lebih luas ya. Da ini mah masalah ranah kerja dan wilayah kekuasaan neng, tempat kejadian ini bukan di wilayah kita. Neng ngerti lah ya” katanya menjelaskan.

“Oh yaudah pak” Berbasa-basi sebentar baru meluncur ke Jalan Jakarta. Polisi itu sempat meminjam KTP dan mencatat identitas gue. Gue paham sih kalo masalah perbedaan wilayah ini, yang bikin kesel adalah, mereka sendiri gak tau pembagian wilayah polsek-polsekan itu. Emang mereka gak ada koordinasi apa. Nggak ngerti. Gue sama sekali tidak tercerahkan.

Lalalalalaa,

Sampailah kita di Polrestabes Bandung. Tidak jauh berbeda, menyampaikan maksud kedatangan untuk laporan dan menceritakan kejadian. Polisi tersebut ngomong, “Begini dek, bukannya tidak mau bantu, tapi Polres di kantor ini hanya mengurusi bagian pengawalan, pariwisata dan lalalalalalaa (gue lupa dia ngomong apa), biar lebih maksimal coba adek melapor ke kantor yang di jalan Jawa, yang tempat bikin STNK, tau kan? Polwiltabes Bandung. Nah lapor kesana. Bukannya tidak mau bantu, tapi biar lebih maksimal ya”

“Apaah” kata gue, dalam hati. Baiklah.

“Ooh..” Gue cuma bisa ber-ooh saja. Sebagai warga yang awam masalah beginian, gue baru tau prosedur untuk melapor dan meminta perlindungan saja ribetnya kaya gini. Well, gue cuma mau bilang tadi gue ditodong pake pistol dan gue pengen kalian nangkep itu orang. Gue hapal mukanya, gue inget plat nomornya, gue bisa deskripsiin ciri-cirinya.

Sabar. Berpikir positif naf, kalo lo emang gak ngerti hukum, jalurnya emang begitu, lo aja yang gak paham. Baiklah. Gue meluncur ke jalan Jawa.

Di situ ada tiga orang polisi laki-laki dan seorang polisi perempuan. Gue melapor. Gue bilang kalo habis ditodong pake pistol di angkot lalalalalaaa..

“Barang adek apa yang hilang?”

“Gak ada pak, yang hilang itu handphone mbak-mbak yang satu angkot dengan saya”

“Oh kalo gitu adek gabisa bikin laporan, karena adek statusnya saksi”

“Tapi saya juga ditodong pak, cuma karena dia liat polisi lalu lintas terus dia panik jadi dia…”

“Tetep gak bisa dek,” Polisi itu bahkan memotong pembicaraan gue yang belum selesai.

“Sekarang adek bisa gak menghubungi orang yang kehilangan itu dan minta melapor kesini, adek sebagai saksi” kata polisi yang lainnya.

“Saya gak kenal pak, kita pisah di tengah jalan karena panik”

“Oh yasudah kalau begitu”

“Tapi saya inget wajah pelakunya pak, saya bisa deskripsiin, saya ingat plat nomor motor yang jemput dia”

D 8825 YA, gue sebutkan nomor itu.

“Wah ini palsu dek platnya, motor itu nomornya dari 2000 sampe 6999, di atas itu udah beda. Kalo awalnya 88 itu mobil buntung, semacam kolbak”

Gue mengelos. “Adek inget plat nomor angkotnya?” Tanya polisi itu lagi.

“Sayangnya gak pak, saya panik dan langsung lari begitu selamat”

“Padahal bisa aja itu kerja sama dengan supir, biasanya sih begitu” Gue diam.

Biasanya begitu? Oh my God. Jadi menurut lo ini hal biasa. Jadi lo udah tau ini biasa terjadi? Gak tau deh, udah gak ngerti lagi gue.

“Jadi saya gak bisa meneruskan laporan pak”

“Enggak bisa, pertama plat motor udah palsu, gak bisa dilacak. Terus adek juga gak ingat plat angkotnya, yasudah apa lagi?”

“Tapi saya ingat wajahnya pak, mereka bawa pistol, bahaya banget kalo mereka masih berkeliaran, jalanan itu sering saya lewatin dan mereka masih bebas pak, bisa aja nanti mereka beraksi lagi” Gue masih ngotot.

“Pistolnya asli apa gak?”

“Ya mana saya tau pak, tapi kalo menurut pengelihatan mata awam saya sepertinya palsu, tapi saya gak berani berspekulasi”

“Terus adek kenapa gak teriak aja?”

“Ya menurut bapak aja gimana? Saya hampir mati ditodong pistol dan bapak ngomong kaya gini aja?” Gue mulai emosi dan menahan diri supaya gak nangis lagi.

Ya menurut lo aja gue mau teriak dengan moncong pistol yang terarah ke gue. Gilak! Walopun gue juga sempat berpikir itu pistol palsu. Coba tolong jelasin gimana caranya gue bisa teriak minta tolong dengan baik dan benar.

“Jadi saya gak bisa meneruskan laporan ini pak?” Gue mengulang pertanyaan.

“Adek kan gak kehilangan apa-apa, adek cuma saksi”

“Pak saya cuma mau jadi warga Negara yang baik, melaporkan  bahwa saya baru aja berada di dalam kondisi yang tidak aman, saya cuma mau menyampaikan apa yang g saya alami, paling gak bapak jadi patroli disana kek, apa kek, kasih pengamanan atau apa kek, Ya Allah” Dia bahkan males meneruskan untuk mendengarkan laporan gue.

Baiklah.

Apa gue harus kehilangan duit dulu, kehilangan handphone atau kehilangan nyawa bahkan, baru bisa melapor. Astaghfirullah.

Temen gue mencoba menenangkan dan berpamitan.

“Yaudah fay, mungkin emang gitu prosedurnya, gue juga gak ngerti kenapa ribet kaya gini, mesti muter-muter ke beberapa kantor, ini jadi pelajaran buat kita, yang penting sekarang lo aman, tenangin diri dulu. Kita udah ikhtiar buat ngelapor, masalah tanggapan polisinya, yaudahlah. Mungkin dia baru sadar kalau anak perempuannya yang menghadapi kejadian yang sama kaya lo. Sabar ya”

Begitulah. Intinya gue mencoba melapor dan ternyata mereka memberikan tanggapan yang menurut gue tidak menggubris sama sekali. Entah karena gue yang gak paham posisi yang memang tidak bisa melapor, entah karena kejadian itu udah biasa, entahlah.

Malem ini gue seperti semakin diteguhkan untuk tidak bisa mempercayai polisi-polisi itu. Mereka bahkan tidak bisa bersandiwara, berbasa-basi menenangkan gue. Kalo pun gak niat untuk menindak, gue sarankan ada baiknya lo (polisi) buat pura-pura care aja, sok-sok nyatet apa kek gitu. Paling gak bikin korban merasa tenang, berpikir kalo kalian peduli. Ternyata tidak sama sekali.

Ya Allah.

Pantesan ya kejahatan tumbuh subur dan terpupuk dengan baik di Indonesia ini. Untuk sekedar melapor saja gue harus loncat pindah-pindah ke beberapa kantor. Dan akhirnya ditanggapi dingin. Karena gue dianggap tidak merugi apa-apa, tidak kehilangan apa-apa.

GUE KEHILANGAN RASA AMAN BUAT HIDUP DI BANDUNG DAN MENGGUNAKAN KENDARAAN UMUM. Terima kasih banyak.

Gue mencoba mengambil hikmah sedalam-dalamnya dan sebanyak-banyaknya. Mungkin ini teguran buat gue, peringatan buat orang-orang di sekitar gue buat lebih berhati-hati. Yaudahlah ya, jadi pengalaman aja.

SEBELUMNYA…

Jumat (24/2) seharusnya jadi hari yang selow-selow aja buat gue. Ada dua kabar bahagia bahkan yang gue dapet. Pertama, salah satu teman gue Asep Rovi, mantan Presiden Kema Unpad (sengaja gue tulis biar keren, ya nggak sep :D) akan sidang kompre hari itu. Kedua, gue dapet telfon dari ITB yang minta gue mewakili adik yang menang lomba desain karena dia lagi di Korea (ciee, adeknya jagoo).

Setelah mengurusi lalalaa, hal yang berkaitan tentang desain Sasaki yang menang, jam 12.05 abis sholat zuhur langsung cabs ke Jatinangor. Jalanan hari itu membahagiakan, lancar jaya karna Jumatan. Sidang Asep juga lancar jaya, dia lulus. Horeee… Ini fotonya.

Lia, Asep, Kang Ala, gue @sidang kompre FTIP

Gue sama Lia balik, jalan berdua bentar, ngobrol. OMG. Udah sore banget, menjelang magrib. Karna takut kehabisan damri ke Bandung, gue langsung buru-buru balik. Nyetop damri di tengah jalan dan bye bye Lia, Altov (ketemu Altov pas lagi jalan).

Pas naik damri, lah kok sepi? Cuma ada abang supirnya doang. Pas gue tanya,

“Ini udah mau balik ke pul neng, neng mau kemana?” Kalo sore damri biasanya balik ke pul Gedebage.

“Ke Dago pak, ntar lewat Soekarno-Hatta kan? Saya turun pas sebelum muter balik ya Pak..”

“Iya neng..”

Yahh, ini sebenernya udah jadi rute biasa buat gue. Kalo damri udah abis biasanya gue naik ini sampe puteran Soekarno-Hatta, baru naik angkot apapun (bayar 1000) sampe arah Riung dan lanjut naik angkot Riung-Dago sampe depan gang kosan (bayar 3000). Atau gak naik Babon (bus Bandung-Cirebon) sampe Cicaheum, baru naik angkot Cicaheum-Ciroyom sampe Simpang Dago. Atau naik travel ke Bandung.

Tiga alternatif ini biasanya gue pilih random aja, mana yang paling cepet terjangkau saat itu. Gak ada pikiran macem-macem, karna sampe kemarin sore, gue merasa Bandung itu cukup surga buat pengguna angkutan umum kaya gue, relatif aman lah dari pada Jakarta (menurut gue).

Gue langsung ambil tempat duduk paling depan, ngobrol sama supir. Selain suka seru dapet cerita mereka yang macem-macem, ini gue pilih biar lebih aman. Biasanya gue nyatet nama dan nomor polisi damrinya (atau angkutan apapun itu) kalo ada “apa-apa” (naudzubillaah) paling gak gue ada pegangan data untuk ngelacak.

FYI, kalo naik taksi juga gitu, gue selalu nyatet nomor identitas supir, plat nomor dan apapun yang bisa gue catet. Catet di handphone atau buku kecil, atau sms random ke sapa aja (nyokap, bokap, adek ataupun temen deket gue). Biasanya mereka langsung bales,

“Sms apa sih lu, gak jelas beut” <— bukan emak babeh gue pasti yang sms kalo bahasanya beginian.

Gue cengar cengir aja sendiri, gak bales sms. Kalo udah ketemu dan ditanya baru gue jelasin.

Itu data woi, data gue.

Dan itu jadi kebiasaan baik (menurut gue) yang kadang temen gue yang naik taksi bareng suka mikir kalo gue ribet. Bodo dah.

Ini adalah buah protektif emak babeh gue yang suka rewel kadang, ke gue dan adek-adek,

“Hape itu bukan untuk ditaro di tas aja”

“Pulsa jangan sampe kosong, kamu itu jauh dari rumah”

“Kalo pergi kemana-mana kabarin kak, dek”

“Kalo udah nyampe Bandung sms, telfon, kabarin”

Kalo orang berpikir orang tua kaya gitu adalah orang yang ribet dan kolot, menurut gue enggak, enggak sama sekali. Gue malah seneng ditelfon mulu, ditanyain lagi dimana, itu tandanya mereka sayang sama kita. Mereka selalu percaya sama gue (sama semua anak-anaknya buat melakukan hal ini-itu, kesana kemari) asal ada jaminan kita aman dan laporan kemana pun itu. Cuma gue aja yang rada bandel kadang, males buat laporan.

Hingga kemaren gue merasa strong-strong aja. Pulang malem (dengan suatu alasan ya, bukan main doang, eh kadang main sih, maap), kemana-mana sendiri. Tapi gak buat jumat malem kemaren.

Alhamdulillah Ya Allah, Engkau masih memberikan keselamatan kepada saya malem kemarin sehingga saya tidak kurang satu apapun. Allah sayang banget banget banget sama saya. Alhamdulillaaaah.

—-Kembali ke damri—

Gue sms Lia, “Gue cuma berdua aja dong sama abangnya. Huooo. Damrinya mau balik ke kandang.” Sent.

Semoga gak ada apa-apa.

Kesannya emang sms biasa aja. Tapi itu sebenernya #kode (azegah, gue #kode banget anaknya). Maksudnya kalo ada apa-apa, paling gak ada yang tau posisi terakhir gue. Dan kali ini gue memilih Lia karna dia yang terakhir bareng sama gue sore ini (ciee Lia, selamat yaaa, uhuk).

Ngobrol-ngobrol sama supir, dan sampelah kita diputeran balik yang gue tuju itu,bayar, basa-basi dan turun.

“Makasih ya Pak, duluan, sampe ketemu lagi, assalamualaikum” keliatan sok akrab yeiy. Emang akrab kita karena obrolan sepanjang jalan tadi (cerita ini menyusul).

Gue turun, nyebrang dan memilih spot nunggu angkot yang terang. Buat yang belom tau jalan Soekarno-Hatta, gue jelasin. Itu jalannya gede banget, jalan raya. Satu jalur ada tiga ruas jalan (apa empat ya? Tiba-tiba lupa), karena dua jalur jadinya ada enam ruas jalan (atau delapan, begitulah). Jalannya panjang, sepanjang jalan kenangan dan relatif sepi, bukan daerah pejalan kaki.

Gue memilih spot bertemunya cahaya lampu-lampu mobil yang mau muter arah. Dan berdiri di sebrang tempat polisi pengatur lalu lintas berdiri. Maksudnya kalo ada apa-apa gue bisa langsung terlihat jelas sama polisi tersebut. Dan gue merasa sudah cukup aman dengan strategi-strategi yang gue bayangkan.

Ada sekitar lima angkot (trayek tujuan gue) yang lewat. Tapi gak gue naikin karena sepi. Cuma ada 1 orang penumpang atau 2 orang. Ada juga yang cuma supir aja. Gue menunggu angkot yang agak penuh dan menurut gue (lagi-lagi menurut gue) aman. Dan tadaaaa… angkot Cicadas-Cibiru lewat. Ada enam penumpang dibelakang dengan kombinasi usia dan gender, plus seorang supir di depan. Bangku depan kosong. Gue masuk dan duduk di belakang.

Hingga 5 menit kemudian terjadilah hal yang bikin gue trauma sampe hari ini.

Guys and girls, or whoever you are, hati-hati dan tetap waspada ya kalo pada naik angkutan umum. Well ini jadi pelajaran berharga banget buat gue. Buat kita semua Insya Allah. Bye.

387 thoughts on “Saya Ditodong Pistol dan Petugas Pelayan Masyarakat Itu Dingin

  1. komplotan itu, naf.. kalo ngga salah supir angkot sama rampok disono udah pada kongsian.. dan supir2 angkot ini pada ngga ada yang bener, apalagi sopir malem.. syukurlah kalo ngga kenapa2..

    1. Gue juga memperkirakan begitu de, juga gak berani menjamin karena gak ada bukti kuat, cuma dugaan aja. Alhamdulillah Allah sayang banget banget sama gue de, mungkin ini teguran juga buat gue biar lebih hati-hati.

      1. saran saya mbak, klo ketemu sma ptugas polisi yg ga peduli kek gtu lg, lngsung aja catet namanya di dpn ptugas itu langsung, klo bsa foto mukanya. trus mba brusaha ktemu sma atasannya, hrs dipaksakn mmang…

    2. Emang kaya tai tuh aparat pemerintah zaman skrg.
      Bukannya melindungi dan mengayomi masyarakat yang lemah.
      Keliatan banget dari kata-katanya,,
      Keliatan CACAD nya..!!!

      Udahlah ga ush percaya sama aparat zaman skrg.
      Klo poun ada yg baik. . .
      Gw jamin 1000 satu.

      yang penting kita lebih ati2 aja yaa,,
      jangan bawa barang2 mewah ketempat umum.
      dan usahakan selalu berdo’a.
      semoga keselamatan senantiasa diberikan kepada kita semua..!!!

      Sekian Terima Kasih.
      Best Regard,,
      “Orang Tau Hukum.”

    3. saran saya mbak, klo ketemu sma ptugas polisi yg ga peduli kek gtu lg, lngsung aja catet namanya di dpn ptugas itu langsung, klo bsa foto mukanya. trus mba brusaha ktemu sma atasannya, hrs dipaksakn mmang…

  2. sopirnya santai banget di todong, antara pemberani, hilang semangat hidup, atau komplotan..bandung makin seremmm niiih takuuuut kuliaaaah :((((((

    ati-ati kafiel..kalo ada apa2 pura2 ayan aja sambil melet2 hehe
    untung selamet. tp kalo bisa sekarang2 ubah ekspresi muka aja supaya gada yang ngenalin orang2nya

    1. Supirnya sih sepengelihatan aku sempet ngelawan, kaya bawa angkotnya ke tempat macet dan ke arah polisi. Wallahualam deh itu akting apa bukan.

      Haduh saranmu itu bikin aku pusing. Kayanya aku bakal ke nyusul ke Korea deh buat operasi muka. Nebeng nginep di dorm mu ya, oke.

  3. Astagfirulloh.. Naf, yang sabar ya.. Sy mohon izin share link-mu ke tmn2 sy. Mudah2an bs jadi perhatian semua pihak. Terutama kepolisian

    1. Mangga bu Rinda, semoga bisa jadi pengingat buat kita semua biar lebih hati-hati. Dan para polisi itu lebih baik lagi menanggapi keluhan masyarakat. Makasih ya bu :’)

    1. Iya bener, yang turun cuma saya dan mbak-mbak yang bb nya diambil. Yang lain memilih ikut angkot itu lagi buat balik dan muter arah ke trayek yang sebenernya. Kejadiannya sekitar jam 6 lebih sampe jam setengah 7, saya lupa pastinya. Saya mulai jalan lapor polisi jam 7an.

  4. Salam kenal..🙂
    alhamdulillah selamat. Sekarang rasanya angkutan umum udh ga aman. Kemarin sy ngadepin pencopet di angkot elang-cicadas. Modus pura-pura kejepit kaca angkot. Sy mau nolong malah ga sengaja kacanya kegeser,eh kejepit beneran tu copet. Langsung turun dah dia tanpa bayar

    1. Iya modusnya semakin beragam ya, saya juga syok banget karna mengalami langsung. Semoga ke depannya gak ada yang kaya gini lagi ya🙂 Amin

  5. Thx udah share..thx juga buat twitter info bdg yg udah nge RT blog ini..laen kali ati2 aja mbak..saia sbg perempuan plg sndiri emang brani..tpi klo utk di atas jam 5 sebaiknya jgn pake angkot..minta tolong temen buat anterin ke kos aja..ato kalaupun naek angkot setidaknya berdua..=]

  6. wah, kak, makasih ya uda berbagi info nya. sebelumnya, selamat buat kaka yg masih diberi perlindungan ALLAH selamat hingga sekarang.
    semoga komplotan mereka cepat dibasmi yah, karena saya jg suka ngangkot malem2 dan saya jg mahasiswa rantau. fufufufu.
    serem jg, soalny saya pernah naek angkot cuma berdua supirnya, tp alhamdulillah ga diapa-apain.
    kbetulan jg saya org palembang, smpt diblg sm pade dan kk sepupu saya untuk bicara pake bahasa palembang klo di angkot, karena seenggaknya mereka bakal malu kalo menjajah suku sendiri.
    semoga kita msih selalu berada lindungan ALLAH ya kak🙂

    1. Iya alhamdulillah masih dikasih keselamatan dan kesempata buat share. Semoga kita lbh hati-hati ya.
      Eh, maaf ya kalo menyinggung tentang statmen saya yang menyebutkan perkiraan dia orang Sumatra. Saya cuma berharap kalo ada polisi yang baca tulisan saya bisa bantu nyari pelaku. Insya Allah gak ada maksud apa-apa.

  7. lapor polisi uh gg mesti jadi korban dulu tapi mesti ngasih duit dlu ke pak polisinya. baru deh di tanggapi. tapi itu juga masih ditanggapi biasa2 aja sih. klo mau lanjut ya nambah lagi duitnya😀 begitulah mba.

  8. Alhamdulilah naf masih baek2 aja,
    wah gue salut naf lo masi bisa mikir pas ditodng beceng (pistol),
    gue juga pernah ditodong pistol waktu di jaman sma, lokasi kejadian waktu itu di daerah lembang, gue lupa juga abis ngapan, intinya keadaannya tu antara hidup dan mati (pas ditodong),

    terlepas dari kekecewaan lo ama kinerja polisi khususnya di daerah bandung, apa yang udah lo lakuin tu gak salah, terlepas memang feedback apa yang lo dapatkan gak sebanding ama yang semestinya,

    untuk para pembaca,
    gue c cuma mau menambahkan aja setiap ada kejadian kriminalitas seharusnya lah memang dilaporkan ke polisi atau yang berwenang, walaupun memang kadang responya seperti itu, daripada kita diamkan malah cuma jadi beban mental doang, dan yang d lakukan Nafelah tu BENAR ,

    gue punya temen yang bokapnya intel Polres bdg barat, w sempet maen d kantornya seinget w kasus kriminalitas (yang menutut w gede) ampir 30 menit sekali masuk, entah Mobil ilang, orang d bacok, dsb -_-‘ intinya c menurut w tu masalah gak bisa diselesaikan dlm waktu 1 -2 jam,
    so bakal banyak banget dong yang terabaikan? ya mungkin karna itu kasus nafelah jadi sepetri terlunta”,,,

    kejahatan tu karna kesempatan so waspadaah,😀

    1. Thanks ya has supportnya. Iya mungkin polisinya lagi banyak laporan dan laporan gue sama sekali gak kuat, jadinya dicuekin, huhu, sedih si.
      Semoga gak ada lagi yang ngerasain kaya kita (seangkot) yang jadinya trauma. Bismillah, buat jadi pelajaran dan peringatan.

  9. wah saya jadi takut gini soalnya tiap hari naik angkot cibiru-cicadas. Cuma mau share aja waktu itu saya dan kedua teman saya hampir saja mau diambil hp nya. Pada saat itu komplotannya banyak banget, mereka naik beberapa saat sesudah kita naik, naik nya pun rusuh banget, dempat dempet sana sini padahal tempat duduk masih lega. Dari pakaian nya kaya kuli dan memakai tas ransel lusuh. Pada saat mereka naik udah ga nyaman banget, nanya-nanya minta nomor hp dan segala macam dan pada saat itu salah satu komplotan yang disebelah temen saya nyoba untuk membuka sleting tas temen saya. Untungnya temen saya sadar akan hal itu dan kita langsung turun untuk pindah angkot padahal tujuan kita pada saat itu bisa dikatakan masih jauh.

    1. Ayo kita harus tetap semangat sebagai pengguna transportasi umum! *padahal sendirinya masih ketir*
      Terima kasih sharenya, semoga jadi pengingat dan pelajaran buat kita semua ya, amin. Waspada dan hati-hatiii..

  10. Thanks banget udah share kisahnya, hrs lbh berhati2 aja nih, sbagai pengguna angkot juga jd makin serem, kayaknya mending jalan kaki aja ya, -_-”
    Pokoknya thanks berat ya, semoga gak kulang lagi, sama siapapun, amiiiinnn…
    Dan semoga aparat yg brwnang bisa menanggapi serius untuk ke depannya….

    1. Jalan kaki juga hati2.. terutama klo jalannya nggak di trotoar.
      gw pernah lagi jalan kaki ada pencuri bermotor narik tas gw

      kronologisnya bgini…
      *jadi sekitar jam 6 lewat, mulai gelap di jl.ganeca, gw lagi jalan mau ke parkiran motor ITB waktu itu. memang sih salah gw juga karna jalannya bukan di trotoar. gw jalan kaki di bahu jalan sebelah kiri dan tas slempang di bahu kiri..

      *pas gw sampe di depan parkiran (depan pos satpam) tiba2 dari arah belakang ada motor jalan makin pelan dketin gw.. gw sempet sadar pas motor itu ada 1-2 meter di belakang gw. tapi yah gue kira itu orang pelan2 karna mau masuk parkiran / itu temen yang pelan2 mao nyapa menghampiri gw

      *tapi tiba2 kok dia “nyamber” tas gw gitu.. 2detik pertama gw kira itu temen gw aja yang jail.. tapi loh kok gak dilepas2 juga nih tas gw?! padahal posisi badan gw udah melintir gitu. baru deh nyadar klo itu jambret, langsunglah gw pegang tali tas gw keras2..

      *tapi karna gw & si jambret sama2 narik tas..yang terjadi malah gw jatoh kebanting ke aspal sambil jerit, dan terseret sekitar 2-3meter gara2 si pelaku tetep jalanin motornya dan bahkan makin kenceng..

      *kejadiannya cepet banget deh pkoknya.. jadi meski dsitu rame banyak orang dan di depan pos satpam juga, tapi pas mreka mau nolong si pelaku dah ngebut aje…a.k.a si pelaku berhasil kabur dengan gagahnya.. (cih..sialan tu orang)

      yah..untungya waktu itu gw pake jaket tebel & helm..
      klo nggak, kyknya badan gw bkal berdarah2 dan kepala udah bocor terbentur & terseret di aspal. hiyyy….

      stelah itu badan gemeter sih karena shock, plus badan lebam, dan sendal jepit terlempar entah kemana.. sempet pengen lapor, tapi mau lapor ke polisi juga percuma gak kliatan plat nomornya (soalnya maghrib udah gelap dan dia gak nyalain lampu).. fuuuhh..

      yah dari cerita ini sih, intinya buat smua pengguna jalan, baik yang naik kendaraan umum / jalan kaki / kendaraan pribadi sekalipun tetep harus ekstra hati2. karena yang namanya orang jahat tu slalu kreatif deh punya berbagain macam cara buat nyusahin kita. jadi kita harus lebih kreatif lagi dalam mencari cara buat menjaga diri. *maap ya klo rada ngeyel kata2 gue.. hehe..

      1. wah, makasih ya sharingnya..
        saya maba 6 bulan, rantauan dari kepulauan
        di kampungku bahkan ga da angkot, jadinya khawatir dengan nasib hidupku ke depan di Bandung
        trus kejadian kamu di dekat kampus ya, kapan thu? kok aku belum pernah dengar.

      2. Iya bener, jalan kaki juga beresiko. Semuanya berisiko sekarang mah. Teman saya juga pernah dijambret di daerah Dipatiukur, Unpad. serem banget, sekarang pelaku kejahatan makin nekat aja.
        Hati-hati ya teman-teman, tetap waspada.

  11. wah parah, bener bener parah kepolisian sekarang.
    pengalaman saya juga dgn polisi gak ada yg memuaskan, sebelum mereka dapet untung mereka gak akan bantu sama sekali.
    makasih udah share yaa😀

    1. Huhu, semoga cuma oknum ya, saya juga syok banget dapet tanggapan kaya gitu, dan penjahatnya masih berkeliaran sampe sekarang😦
      Iya sama-sama, semoga bermanfaat..

  12. Dear Fae… T.T jujur nangis baca ini krn rin ngbayangin bneran…kbayang fae yg rame ceria dll..harus di posisi sperti itu…

    Well fae,,u’r great girl n tough girl I’ve ever met sist…kliatan kan cerdas dan bijak fikirmu tak lantas ngasih brg2 berharga krn smpat bpkir🙂

    Fae…watever itu sudah lwat..dan trus ingat Laa Yukalifullaahu nafsan illa wus’aha…Allah ga pnah salah mmberi ujian pada msg2 hamba2Nya…

    Miss u love u fae,, اِ نْ شَآ ءَ اللّهُ fae msh bisa dtg walimah teteh nanti ya 10maret😀 hehehe

    1. Teh tyariiin miss you too. Makasih teh buat dukungannya. Semoga gak ada lagi yang ngerasain lagi kaya aku, serem banget teh rasanyaa😦
      Pertolongan Allah emang gak pernah salah waktu dan tempat. Semoga ini jadi pengingat buat kita semua, buat aku khususnya teh.

      Waaa, senangnya. Insya Allah kalo gak ada halangan aku hadir teh.

  13. Naf sayang..aku nemu link ni dr twitter,,saii perempuan yg nyerahin bb putih itu tmn kantor sy..naf bisa follow twitter nya @dya_asfrika ato follow sy @miemaya..

    1. Wah iya mba rima, saya udah coba mention di twitter, semoga dapat tanggapan. Kayanya kita bener-bener harus lapor (lagi) nih. Biar pelakunya bisa ketangkep dan gak ada korban lagi. Amin

  14. Naf sayaaaang…sy nemu link ni dr twitter..naf,perempuan yg nyerahin bb putihnya itu tmn kantor sy..naf bs fol dia @dya_asfrika ato fol sy @miemaya..thx y saii..

  15. wuiiiihhh…..angkot di bandung tambah serem yahh…mana rumah sy jg deket2 situ lagi…tapi emang sih angkot yg paling ga aman itu kalo d sekitaran cibiru cileunyi,,, itu emang angkot cicadas cibiru sama cicaheum cileunyi-liat aja tempat mangkalnya, kumuh dan serem, bikin ga nyaman calon penumpang-…sy jg sebisa mungkin klo selama masih bisa mah ga naek angkot itu ga aman kajeun naek yg lain biar lebih mahal dikit yang penting aman,,, tapi emang iya sy jg binguung ko polisi malah dingin aja tapi emang gitu kali ya…karena dy bkn reserse tapi cm petugas yg ska mintain duit pas nilang…btw,,, bandung klo kata sy masih aman ko dibanding ama kota besar lainnya,,lagian kbanyakan yg jadi penjahatnya itu bkn org bandung,,,gtw lah kbanyakan orang luar bandung yg nyari peruntungan dgn jln ga halal dibandung…orang bandung tuh baik koo….setidaknya klo misalnya tersesat dibandung trs kbetulan cm ada anak2 punk… nanya aja ke anak2 punk yg nyeremin itu -yg suka banyak orang anggap negatif-,,,mereka masih bisa dengan sopan ngasi tau jalan kemana2nya dengan logat yg halus -cerita dari pengalaman temen saya yg dari jakarta nyasar di bandung-…jujur,,,sebenernya bandung itu tempat yg nyaman ko,,setiap kota pun punya sisi baik dan sisi buruk,,,mau kota dimanapun didunia…mending lho klo kata sy mbak selamet dan ga terluka, syukur allhamdullilah…dulu nenek sy di jakarta ditodong udah ilang uang pensiun bahkan giginya sampe copot dan gara2 d todong terus di kasi bonus bogem sama besitan pisau di perut,,,alhamdullilah beliau masih hidup sampai skarang,,,dan masi betah d jakarta ,,,so don’t be afraid….kota mana pun ama angkot dimanapun ada probabilitas buat adanya hal seperti itu,,,setidak nya dengan adanya pengalaman ini ada bekal kedepanya untuk jadi lebih waspada,,,

    1. Semuanya sudah ada yang ngatur😀 Semoga bisa jadi pelajaran buat kita semua ya. Semoga ini jadi perhatian pihak yang berwenang, bahwa kita semakin merasa tidak aman menggunakan kendaraan umum. Semangat!
      Insya Allah ada hikmahnya. Makasih juga udah share ya🙂

    1. sama, aku juga tinggal di cisitu. Tapi takutnya kalo jalan dari kampus (kebetulan di itb) bisa dicegat ama geng motor. Ada temenku yg kayk gitu, dan laptopnya diambil ama dianya dipukuli. Jadi serba salah euy.,

    1. Mangga, semoga bisa diambil manfaatnya. Maaf kalo ada kata-kata yang kurang berkenan, atau ada hal-hal yang luput dari saya😀

    1. Hehe, iya qaqaa ichaa. Makasih ya kak. Elu juga hati-hati kak🙂 Jangan sampe ngalamin hal yang sama kaya aku.
      Calam cayang celalu LOVO Kaisaar :*

  16. Wah serem banget ya kakak, semoga ga terulang lagi deh, semoga kakak selalu dalam lindungan Allah SWT.. Makin takut aja nih kemana2, setelah 2x ngalamin kejadian serem di angkot dan denger cerita2 serem dari para korban keganasan angkot… Hmm.😕

  17. Alhamdulillah masih selamat,, Harus lebih berhati – hati yaa,, Lihat && Teliti sekeliling qta.. Semoga kita semua selalu dalam Lindungan Allah SWT, Aamiinn,.
    *jadi jgn ngarep lindungan Polisi*

  18. Ya Allah, di negara sendiri saja warganya takut. ternyata lebih aman di negara orang ya dari pada negeri sendiri. di mana neh letak keamanan dan pengayoman masyarakat. hadeh…

    1. Huoo iya nih, jadi pengen minta jemput abang Tom Felton ke London. Hehe (langsung rusuh)
      Semoga ke depannya lebih baik ya, kita sebagai masyarakat benar-benar bisa terlindungi. Dan yang pasti kita jadi lebih waspada🙂

  19. Hai naf, saran aja siih..
    Coba deh bikin surat pembaca ke pikiran rakyat..
    Lumayan buat mengadukan kekesalan aja siih.. Semoga bisa lgsg mendpt perhatian, paling ga bisa memberikan cubitan sedikit ke badan pelayanan masyarakat yg katanya ‘kredibel’.dan semoga cubitan itu bisa membantu warga lainnya agar sedikit lbh aman dlm menggunakan fasilitas umum.

    1. Iya teh, saya juga lagi menyusun laporannya dengan bahasa yang lebih formal dan bisa diterima media. Dengan harapan bisa jadi pengingat aja diantara kita, dan agar oknum tersebut tidak memberikan citra buruk bagi kepolisian kedepannya. Semangat!

  20. Mbaknya juga seharusnya mencatat nama petugas tersebut, kemudian coba lapor ke provost atau polisi militer. gak semua polisi bersikap seperti itu, mungkin mbaknya nemu polisi yang lagi males nanganin kasus.

    saya bilang ‘gak semua’ lho ya, tapi kebanyakan seperti itu memang! dudududududu

    1. Iya sayangnya saya gak kepikiran untuk mencatatnya, keburu down duluan ditolak polisi saat butuh mereka. Semoga aja dengan saya menyebut kantor-kantor kepolisian itu bisa jadi evaluasi bersama, heu.

  21. Mba2 seru yg d mksd sy ya,yupz persis gt bgt tp yg sy inget bgt tu rampok pk behel dan jaket kulit coklat,yg d mtr mio merah berkulit putih,revisi yaa yg sy obrolin ma mba berjilbab bkn bos kt loh tp itu seseorang yg jd suami salah satu d antara kt..hehehe,alhmdllh kt smua g da yg terluka itu yg terpenting,sy inget bgt mas naf ini krn kt sempet berpandangan dan ingin rasanya sy kasi kode k mas untuk melawan tp apa blh buat pistol dpn muka,hanya bs pasrah dah berdoa smoga tdk akan pernah mengalami hal2 demikian lg amiin..salam kenal mas walopun d tempat dan situasi yg slh..d bungkusan coklat itu isinya se su a tu..hehe..smoga Allah SWT membukakan pintu hati mereka ya mas…amiin

    1. Huaa maaf ya kalo gak berkenan. Soalnya saya menangkap pembicaraan seru diantara kalian berdua, jadi saya bedainnya mba-mba seru dan mba-mba berkerudung. Maaf juga kalo salah nangkep pembicaraan, karena cuma denger sekilas huoo.
      Oh iya mbak, saya bukan mas-mas yang depan mba, saya yang disebelahnya lagi, perempuan berkerudung pink (hiya).
      Mba Dya udah coba lapor polisi belum? Ada baiknya lapor mba, saya bersedia jadi saksi kalo dibutuhkan, biar gak ada lagi hal serrupa yang terjadi. Demi penegakan hukum di Indonesia. Yeah.
      Semoga mereka mendapatkan balasan yang setimpal ya mba.. Alhamdulillah kita semua masih diberi keselamatan.

  22. Mungkin sopirnya sopir tembak, jadi dia berani komplotan karena ga ada yang dipertaruhkan…

    Huft…
    Naik angkot ditodong.
    Naik motor dicegat geng motor.
    Sampe jalan kaki pun bisa ditabrak pengendara mobil drug addict…. haish…

  23. Jadi ini teh mau cerita dirampok atau cerita sidang?
    Agak seliweran juga ceritanya.
    Jadi mikir ini beneran atau boongan.
    Yaa punten aja bukan ga percaya..
    Tapi dimanapun itu, namanya kejahatan ga pernah kita kira kapan terjadinya. Saya pun pernah kena apes ditodong.
    BUT I LOVE BANDUNG SO MUCH…

    1. Huah, maaf ya kalo membingungkan. Makanya saya kasih keterangan KRONOLOGIS, MENCOBA LAPOR KE POLISI dan cerita SEBELUMNYA. Maksudnya biar dapet gambaran utuh gitu, tapi maaf kalo bahasanya gak bagus *amatir*
      Ya, mungkin saya terlalu ekspresif dalam membahasakan, jadi ribet ditebak😀
      Yang penting kita selalu hati-hati ya. Fighting!

      1. Tidak membingungkan samasekali, bagus malah ada kilas balik seperti prequel🙂 and it doesn’t take a genious, since your article is understandable easily..
        Tetap hati2 ya mbak naf.
        Sy lelaki warga bandung, miris membaca kisah ini. Semoga manusia2 berhati jahat seperti ini bisa segera bertobat.

  24. Naff… Aku bacanya antara sedih n lemees bangeeet.. Padahal bukan aku yang ngalamin…

    Ngeri sangaat… Aku juga pernah, tapi modusnya bukan penodongan langsung, tapi daun di atas kepala aku, trus tiba2 aku jd ga sadar (mungkin dihipnotis), n hp ilang…

    1. wah sampe segitunya ya sekarang d bandung..
      Alhamdulilah 5 taun di bndung ndak ada yg aneh2 meskipun sering pulang tngah mlm..

  25. mbak, bisa lapor ke polisi utk pelayanan buruk polisi. Saya lupa nomernya, pernah liat di plang jalan2 telpon atau sms ke nomer apa gitu utk pelayanan buruk polisi. Plangnya saya pernah liat di pertigaan keluar tol padalarang, ke arah cimahi, sebelah kanan. Maaf lupa.

    Saya coba googling dapet nih, tapi di Polda Metro Jaya.
    http://infotekkom.wordpress.com/2008/11/13/sms-pengaduansms-pelaporansms-polisisms-center-polisi-1717sms-pengaduan-polisi-siap-membantu-anda/

    Well, itu juga salah satu alasan saya tinggal di luar negeri. Saya bayar pajak, tapi apa arti pelayanan publik di negeri tercinta kita ini. Boleh dibilang lari sih, tapi ini demi keluarga saya juga. Hidup di Indonesia memang keras, lulusannya pun pasti luar biasa.

    Teruskan perjuangannya

    1. Belum kepikiran buat lapor tentang kinerja buruk polisi, masih mikir. Ngelaporin kejahatan aja “dikacangin” apalagi kalo lapor tentang kinerja mereka hehe (maaf kalo jd suudzon)
      Iya nih, berharap banget bisa dapet perlindungan maksimal dari petugas berwenang, biar kita juga ngerasa aman, heuu.
      Pengen pindah keluar negriiiii (ikut-ikutan), tapi sedih juga kalo alasannya karena kecewa sama negara sendiri😥
      Makasih ya mas. Salam kenal🙂

  26. mantap mbak ceritanya. semoga ga terulang lagi pada siapapun.😀

    *jadi mikir ulang buat ke Bandung sendiri*😛

    saya juga kadang gitu mbak, tapi bukan penodongan sih…
    kalo pergi-pergi belum shalat tuh pasti ada aja hambatan atau masalahnya. Apalagi maghrib, mending agak telat sedikit pulangnya tapi tenang -udah shalat-. Insya Allah dijagain sama Allah langsung –aamiin–
    di samping ikhtiar lain (nyari kendaraan yg aman atau langsung turun kalo ada perasaan ga enak selintas)
    ^^

    1. Iya amin, semoga gak ada kejadian kaya gini lagi.
      Waah, jangan kapok ke Bandung dong. Bandung masih banyak tempat okenya kok <— berasa humas Bandung :p

      Iya mungkin ini peringatan juga buat saya, supaya lebih baik lagi..

  27. astaghfirullah, saya yang baca aja deg-degan, gimana km yang ngalamin ya😐
    sumpah! makin gak ngerti lagi lah ama “mereka” yang seharusnya membela kita yang sedang dapet masalah, ck ck ck
    tapi yang penting, alhamdulillah, km selamat. harus lebih berhati-hati lagi ya🙂

    1. Jangan sampe ngalamin juga deh >.<
      Semoga polisinya cuma oknum aja ya, gak semuanya kek gitu huhu
      Alhamdulillah Allah masih sayang banget sama saya🙂

    1. Sebelum Kiara Condong tempat kejadiannya, baru saya kabur pake sembarang angkot, sampe di Lucky Square. Minta jemput temennya disitu. Saya kurang paham itu daerah mana, soalnya gelap dan gak pernah ke sana sebelumnya.
      Makasih yaa🙂

  28. Udah pernah tanya ke bagian Humas Polwiltabesnya/belum? Kalau belum coba aja tanya Humas Polwiltabes Kota Bandung, Ibu Endang Sri Wahyuni. Beliau yang biasa mengurusi perizinan pertandingan PERSIB.

    Kalau bisa, tolong buat kronologis kejadiannya dalam bahasa resmi biar bisa dibaca oleh semua kalangan.

    1. Saya belom nyoba ke humasnya sih😀

      Iya, saya sudah membuat kronologisnya dengan bahasa yang lebih formal untuk dimuat di Harian Pikiran Rakyat. Semoga aja dimuat dan bisa jadi pelajaran buat kita bersama ya🙂

  29. Udah ga ngerti lagi sama polisi di negara ini.
    Jangankan anda yg sbg saksi. Beberapa bulan yang lalu saya kerampokan, rampoknya masuk kamar saya pas saya lagi tidur, hp sm dompet ilang. Paginya lapor polisi, tapi ga digubris, ga ada pemeriksaan lagi sampe sekarang. Makan gaji buta emang tuh polisi-polisi sini.

  30. kawan, syukur sekali kawan masih selamat, karena dalam situasi itu, sedikit hal yg buat perampoknya bt, bisa saja seluruh nyawa disitu melayang, (- -)a

    sedikit share, bagaimana kalau.. naik angkot selalu duduk di depan, amankah? sehingga ketika ada bapak2 di belakang nodong, kawan bisa kabur lari di setopan dan segera lapor polisi,

    *aman tidak yah? (sekedar sharing pendapat; mengambil hikmah dari tulisan di atas, saya pun akan ikut berhati2 ketika naik angkot).

    Sedia payung sebelum hujan hehe, keep spirit fella!😀

    1. Iya biasanya juga saya memilih duduk di samping supir di depan, tapi gak tau kenapa kemarin duduk di belakang, sudah kehendak-Nya🙂
      Alhamdulillah masih dikasi keselamatan.

  31. huwaaa…

    tgl 24nya, aku naik angkot cadas-cibiru dr daerah DPW jm 8 lebiih..
    fufufuufuu.. jd berasa sereeem pulang kerja rada malam. gakmau lagi2 pulang maleem :((

    ijin share yo,

    1. Yang penting kitanya waspada dan hati-hati ya mba😀
      Iya jangan pulang malem lagi deh, saya kapok.

      Mangga kalo mau dishare, semoga bermanfaat.

  32. mungkin ada baiknya yg dialamin barusan dikirim ke koran PR sbg surat pembaca. Kadang dengan bantuan media masalah ky begini bisa lebih ditanggapi. Apalg kasus kejahatan di angkutan umum di Bandung udah makin parah. Ada baiknya dicoba untuk infomasi pembaca koran juga. Yah, itung2 dpt pahala lah minimalnya

  33. wow, what a story.
    InsyaAllah mereka akan ada balasannya, sebaiknya kita mengingat” apa kesalahan kita sehingga terjadi peristiwa itu🙂
    Sekecil apapun perbuatan kita, mereka, semua orang pasti ada balasannya.
    Izin share boleh?

  34. Polisi ko gtu sih?? Baru tau,,nyebelin bgt..jauh banget yaa sama tentara,, pantesan kalo perang polisi ga pernah diajak,, hati2 ya mba lain kali,, bandung udah gak aman.. Lama2 bdg kaya jkt aja,, syereeem

  35. Dapat di pastikan bahwa, supir dan beberapa penumpang yang lain (kecuali anda, anak sekolah dan karyawati) adalah komplotan perampok tersebut. Jika anda atau yang lain berteriak saat perampok itui sudah turun, dapat dipastikan anda akan di habisi oleh komplotannya tersebut. Maka untuk selanjutnya kita semua harus waspada untuk menghindari kejadian serupa akan terulang.

    1. Saya juga kurang tau pasti yang mana komplotannya heu. Yang saya sampein itu berdasarkan pengelihatan mata saya aja mas.
      Semoga bisa diambil hikmahnya ya, jadi lebih waspada dan berhati-hati🙂 Makasih ya

  36. sory sy jg agak bingung jdnya sy pikir mba anak sma jg ga taunya yg depan sy ya…sy pikir yg d pojokan duduknya….ckp dgn berdoa saja mba,inginny sih lapor tp bukti apa yg sy punya?apakah akan ada tindak lanjutnya?mgkin d negri kt ini yg terbaik adalah berdoa sm yg maha kuasa smoga d bukakan pintu hati org2 yg berbuat dzolim sm kt agar tdk berbuat demikian lg…karena apabila kt berharap pertolongan dari manusia lg,kekecewaanlah yg kt dpt…u know i knowlah pembela kebenaran d negri kita bukanlah batman yg tdk butuh uang…..

    1. Ohh iya gapapa. Situasinya ribet emang, jadi mungkin susah mengingat-ingat ya😀
      Iya saya kemaren langsung lapor begitu berhasil lolos. Tapi ya itu, saya gak bisa lapor karena saya gak kehilangan apa-apa. Kemarin sih polisinya bilang, kalo ada korban yang kehilangan melapor baru bisa ditindak.

      Hehe, agak pesimis ya mau meneruskan laporan? Saya sebenarnya berharap mba melapor, supaya mereka ketangkap. Serem juga ngebayangin mereka yang masih berkeliaran dengan bebas.. Dan kita masih bakal lewat jalur itu huhu.
      Kalau mba mau melapor lagi dan butuh saksi, saya siap mba. Semoga kita mendapat perlindungan dari Allah SWT. Amin.

  37. Serem dan merinding bacanya juga.
    ada pengamen masuk ke angkot n duduk di tempat penumpang saja, gemeterannya minta ampunn,,, apalagi kalo ditodong pake pistol… Dulu saya pernah naik angkot rute sarijadi-st-hall tepatnya di pertigaan Jl. HOS ckroaminoto seberang hotel hilton, ada pengamen masuk n duduk d sebalah samping saya…. aslinya sya merasa tidak nyaman apalagi saya duduk di sebelahnya. Setelah pengamen itu beres menyanyi tiba2, dy mnta bayaran kan … Minta bayarannya itu yang gagh enak, memaksa dengan pemerasan… dan penumpang yang lain pun ikut takut jg…. tapi untungnya gagh bawa senjata tajam….Keselnya lagi supir angkotnya santai-santai z…😦
    Selain itu, peran polisi sebagai penindak kejahatan dan pelindung masyarakat tidak bekerja secara maksimal, mau nya duit duluan….
    Thanks bgt dah sharing, nie pelajaran buat aku jg yah supaya lebih berhati-hati….

    1. Modus juga berarti ya, nodong terang-terangan ala pengamen.
      Hmm, emang kita harus ekstra hati-hati ya. Semangat!
      Semoga bermanfaat..

  38. Mbak, coba masukin koran cerita ini, (tanpa maksud mengkomporin) biar masyarakat dan pimpinan polisi tahu bahwa kinerja anak buahnya tidak becus !! Merugikan masyarakat ! Mana katanya polisi sahabat masyarakat, dulu sih iya sekarang ? Jauuuuhh !

      1. Good, semoga para pimpinan polisi tahu kinerja anak buahnya, nila setitik rusak susu sebelanga ini namanya

  39. Wah angkot.. kok makin lama makin jadi sumber masalah ya? Ya ngetem, ya nyerobot, terus sekarang jadi komplotan rampok (walaupun masih dugaan).

    Gimana masyarakat bisa nyaman naik kendaraan umum kalo kaya gini situasinya? Gimana orang ga makin tergoda buat punya dan mengendarai kendaraan pribadi yang akhirnya menimbulkan kemacetan, polusi, dll.? Bikin gemes aja ckckck.

    Mungkin salah satu solusinya, si supir angkot harus dikasih gaji bulanan, bukan dari setoran yg mereka dapat. Seenggaknya mereka ga akan berlama2 ngetem, dan ga tergoda mencari sumber pemasukan yang lain semisal berkomplot dengan rampok.

    Btw, saya lumayan deg2an bacanya lho mbak, Alhamdulillah semua penumpang selamat, kalo cuma materi insyaAllah bisa dicari lagi, tapi nyawa ga ada gantinya.. Yang penting setiap mau keluar rumah, kita semua jangan lupa berdoa dan selalu waspada.

    1. Permasalahannya jadi sistemik ya, perlu diperbaiki di segala sisi. Semoga Indonesia lebih baik lagi😀
      Alhamdulillah kami semua baik-baik saja. Yang penting kita harus semakin waspada dan gak boleh lengah..

  40. polisi bandung sibuk jadi bahan infotainment.

    kepada Polteng (polisi ganteng) yang wara wiri di acara gogosipin, plis atuhlah eta gerombolan penjahat angkot dibekuk. mun bisa sakalian dibekokan. meh kapok.

  41. makasih infonya dan salam kenal kak.
    semoga tidak terulang lagi. ikut nambahin tips ya kak:
    >jangan lupa berdoa tiap beraktivitas
    >jangan biasakan pulang malam
    >shalat dulu baru ke mana2
    >kenali jenis2 senjata, biar tau asli atau palsu :hammer
    >belajar menenangkan diri, ikut pelatihan NLP atau apa pun yang sejenisnya
    >belajar beladiri, kalo pun ga jago setidaknya mental jadi terasah

    1. Salam kenal juga..
      Wah makasih tipsnya yaa. Iya dari awal saya juga agak deg-degan karena magrib2 masih di jalan, kayanya ini juga teguran buat saya. Alhamdulillah Allah masih sayang banget banget sama saya..

    1. Endingnya saya tetep gak bisa bikin laporan, hehe.
      Bandungnya gak salaah, oknum orang yang di Bandung yang rusuh <– Humas Bandung

  42. Wah seram,, Beberapa hari yang lalu di bandung saya naik angkot jam 1 malam buat nyari kendaraan ke jakarta. Dapat yang berangkat jam 4, Alhamdulillah enggak kena apa-apa..
    Blank daerah-daerah bandung karena hanya kesana dengan alasan liburan, kalau ada yang seperti ini enggak tau bisa apa @_@
    2 hari liburan di bandung saya dapat kesan kalau supir angkot di sana sangat-sangat baik hati dan jujur. Jam 6 petang naik angkot ke daerah lembang, duduk di samping supir. Baterai hp teman saya ketinggalan di tempat duduk. Jam 8 an, enggak sengaja supir lihat kami di jalan dan dikembalikan baterai hp nya. Mungkin karena saat itu enggak ketinggalan sholatnya juga kali ya? hehehe
    Karena itu jadi berani naik angkot jam 1 malam. Tapi yah, setelah baca artikel ini, jadi sadar kalau orang itu sifatnya macam-macam, meski dari apa yang saya baca, sepertinya supir itu bukan komplotannya🙂
    Makasih, bisa jadi pelajaran supaya lain kali lebih berhati-hati lagi🙂

    1. Iya sebelumnya saya juga beberapa kali naik angkot jam 4 atau setengah 5 buat ngejar travel ke Jakarta, alhamdulillah gak ada apa-apa. Mungkin emang udah jadwalnya buat ditegur sama Allah.
      Alhamdulillah kalo bermanfaat. Ayo kita makin waspada!!

    1. Iya bener, Nafisah nf. Hehe
      Hati-hati naf. Gue juga tobat jadi preman angkot. Biasanya mah santei aja jadi angkoters sampe malem juga. Sekarang kayanya jadi mikir2 deh. Huoow

  43. Wew… serem banget situasi perangkotan di Bandung… jadi ikut prihatin… yang sabar ya sis. Insya Allah peristiwa itu memiliki hikmah yang dalam dan dibaliknya pasti ada berkah yang tersembunyi🙂 .

    Btw, salam kenal ya ^^”

  44. sumpah gue deg-degan abca ceritanya…
    sempat mikir gimana klo seandainya gw di posisi lo dan nekat dorong tuh penodong ke luar angkot. tapi kayaknya nggak mungkin, kalopun tuh penodong udah jatoh, bisa aja komplotan yang masih ada di angkot tu yg nglanjutin aksi. Gue yakin, kayak gitu nggak mungkin banget kalo dia sendirian, masti ada komplotannya yang nyamar sbg penumpang.

    menurut gue sih, bukan niat suudzon loh ya, penumpang yang pake tas robek-robek mirip tukang bangunan itu bisa jadi komplotannya, kenapa? karena mungkin itu salah satu trik biar orang lain memaklumi seandainya seisi angkot ditodong kecuali dia (yg sebenernya adalah komplotannya).. hemmm
    apapun itu, lain kali lebih-hati hati aja ya,,

    1. Saya awalnya juga kepikiran buat nendang, tapi khawatir mereka berkomplotan dan jadinya malah nyerang saya. Iya🙂 Makasih banyak yaa

  45. itulah pelindung negara ini
    sebenarnya polisi itu engga guna
    ada / engga ada ya sama aja
    coba gaji2 polisi itu buat melihara orang2 miskin dan anak2 terlantar (padahal ada di UUD lho)

    ironis hidup di negara ini😀

  46. Adek lapornya ke polda jawa barat aja. Ank sy sebulan yl juga dijambret didaerah dago pas naik motor jd jatuh terguling. Ya ms untung klo org jawa blh diblkg gak ada mobil ‎​اَلْحَمْدُلِلّهِ. Ms slmt tp ada bekasnya luka luka

    1. Sekarang kayanya sudah gak kepikiran buat lapor-lapor lagi mas, terlanjur kecewa dan agak pesimis jadinya😦
      Ya Allah, semoga gak ada lg yang kena kejahatan lagi ya mas. Amin.

  47. saya baru 1 bulan yg lalu, kecopetan handphone di angkot.
    sy tinggal di malang, jatim.
    sebelumnya saya pernah ketemu pencopet itu, cuman waktu itu aksinya digagalkan supir angkot.
    dan sekarang,,sepertinya sampai hr ini, si copet dn koleganya masih berkeliaran :((

    1. Wah, ternyata di kota lain juga ya. Kejahatan emang udah gak kenal tempat, yang penting kita waspada dan gak lengah ya🙂
      Turut prihatin..

  48. ya ampuun mbakk, aku emosi dan nangis sendiri bacanyaaa T.T
    benci banget sama hukum, gak ada bukti ya loe gak rugi apa2 ??WTH
    thanks sharing dan tipsnya, saya juga sesama cewe yg kadang pulang malem karna tuntutan…
    tips mba okeh punya,
    semoga Allah SWT selalu melindungi kita semua para pekerja yang Insya Allah punya niat ikhlas dalam bekerja

    1. Semoga itu cuma oknum ya polisinya *sedih*
      Iya sama-sama, semoga bermanfaat dan bikin kita jadi lebih awas. Hati-hati ya teman🙂
      Perlindungan Allah SWT gak akan pernah salah alamat😀

  49. Pernah ngalamin yang mirip kayak gini, tapi pas SMP dan di Jakarta. Padahal waktu itu siang bolong, tapi emang angkotnya sepi, dan walaupun perampoknya enggak bawa senjata, mereka mukanya serem banget naudzubillah, dan ngakunya bawa pisau di kantong. Tiga orang anak perempuan masih SMP lawan dua laki-laki muka preman dikawin silangin sama ikan pesut, mana berani? Tapi Alhamdulillah waktu itu respon polisinya jauh lebih positif dan ramah walau engga banyak menolong juga sih, pelakunya engga ketangkep.

    Teh, izin share ya?

  50. Kirim cerita ini ke media aja…seperti tv one atau metro tv…polisi emang agak susah klo masalah begini…jgn kan malam,,pagi2 aja udah beraksi copet2 diangkot jurusan majalaya-sayang…sopir angkotnya jg kynya dah sekongkol…bandung mulai ga aman..T.T

  51. Orangnya kaya gimana?? Aku juga pernah hari selasa tepatnya.. Tapi ga ditodong pistol.. Mereka masih pake trik lama.. Pura2 kejang ato ayan ato apalah itu.. Kejadian di angkot riung bandung.. Dan masih inget banget tampang komplotannya kaya apa..

  52. Orangnya kaya gimana?? Aku juga pernah hari selasa tepatnya.. Tapi ga ditodong pistol.. Mereka masih pake trik lama.. Pura2 kejang ato ayan ato apalah itu.. Kejadian di angkot riung bandung.. Dan masih inget banget tampang komplotannya kaya apa.. Dan logatnya.. Logatnya sumatra.. Entah palembang batak ato apapun itu…

    1. Pake kacamata dan jaket kulit, pake behel, tingginya sekitar 160-165 cm, kulit coklat, kira-kira begitu.
      Udah lapor belum? Udah lapor polisi belom? Ayo laporin..

  53. setuju sih sama yang nulis, saya juga sempet nulis tentant polisi di blog sayah sih, intinya saya bener2 kecewa banget dengan kinerja mereka, semoga jadi pelajaran buat kita semua yah kk, semoga ga kena2 lagi yah, semoga semakin baik hidup kk..:D

  54. Alhamdulillah saat ini kepercayaan terhadap kepolisian sudah bisa dikatakan hilang,,, Apalagi dengan adanya kasus yang saya pantau,, Kematian 2 orang tahanan, yang dikatakan gantung diri..

    sesuai pemantauan saya mereka tidak gantung diri tetapi digantung…

    kakaknya adalah korban salah tangkap.. Aneh kan…

  55. polisi sekarang kenapa banyak yang ga mau ngurusin masyarakat ya. kerjaannya razia doang. masa bodoh dengan tersangka kejahatannya. masalah utamanya “dimana tanggung jawab seorang polisi, penegak keamanan.”

  56. Wah udah mulai serem ya Bandung..padahal gw dulu pas kuliah, naek itu angkot (nyambung2 sih), malem2 pula.. ‎​اَلْحَمْدُلِلّهِ gapernah nemu kejadian begitu.. Yang identik klo di Bandung kan angkotnya yg kayak undur2 nunggu penuh penumpang hehe..

    Thx bgt buat sharing nya..bikin gw juga lbh hati2..🙂

    1. Yap, ciri lain angkot Bandung. Jalannya mundur haha, alias menjemput penumpang dimana pun berada.
      Sama-sama🙂 semoga bermanfaat, amin.

  57. Semoga traumanya cepet pulih ya mbak🙂 makasih banget udah cerita di sini. Apa ya yg bisa kita lakukan untuk menyadarkan aparat? -_-; soalnya kan memang kita akan naik angkutan umum setiap hari kan…

    1. Iya amin amin banget. Trauma berlebihan itu bener-bener bikin cape😦
      Semoga kedepannya lebih baik dan keselamatan angkoters bisa lebih terjamin.

      1. Iya, pasti jadi agak paranoid ya setiap naek angkot😦 Jangan takut ya mbak, pasti Allah selalu melindungi🙂

        Oya, saya dari Riau. Cukup gampang untuk mengenali logat Riau, sama persis dengan logat Melayu Malaysia. Semoga informasi ini membantu😀

        P.S. jangan lupa bawa semprotan cabe-nya🙂

  58. wah mba ,saya juga pernah dikecawakan ma polisi..

    dulu saya pernah hilang motor,langsung saja saya lapor ke polsek cidadap jalan arah lembang..
    saya kan butuh surat acara laporan buat ke pihak asuransi ,eh malah dia bilang siapin uang 500 rbu buat ngurusinya de..,gila nih polisi gue uda kehilangan malah minta duit ga kira2 lagi..,aku pulang ke kostan..

    esok harinya aku datang lagi,pak saya ga punya uang 500 rbu ,polisi hanya menjawab ga bisa de emang harus begitu sekarang mah..,shit banget nih polisi..akhirnya ku hub om aku yang punya kenalan polisi dibandung,dia hub temannya..lalu temannya bilang..wah itu mah ga ada uang2 kaya gtuh buat ngambil surat laporan mah..paling kasih aja rokok..,

    terus ,aku kesana lagi dengan bantuan konfirmasi dari temen om,baru deh dikasih tuh surat,,

    sampe sekarang saya jadi enek mba ma polisi,yah mungkin ga semua polisi kaya gtuh tapi tetep enek aja ngedenger namanya polisi…

    1. Yaampun, parah banget polisinya meres gitu, huoo *makin sedih*
      Ayo pak polisi, buktiin dong kalo kalian bener-bener bisa diandalkan!!

  59. Makasih mbak atas sharenya. Gw baca gara” ini post dishare di grup gw. Sekedar nanggepin soal kasus di bandung aja mbak, tapi emang parah kok masalah kriminal mah. Gw aja pernah keilangan barang bnyk bngt, polisinya males ngelacaknya. Gw keilangan di kos gw, dan kos gw ada CCTV. Hebatnya lagi piahk kosnya ga bolehin gw buat liat rekaman CCTV buat setidaknya ngeliat orang yg ngambil barang gw. Terus pihak polisi juga ga bnyk aksinya. Emang susah, mkny gw rasa ini perlu jadi evaluasi buat orang” yg sering menggalakkan untuk naek angkot daripada kendaraan sendiri.

    1. Wah makin sedih dapet share pengalaman dari temen-temen tentang kinerja polisi.. Semoga bis dievaluasi lagi kedepannya, amin. Thanks yaa sharenya🙂

  60. gw kadang2 masih suka naik angkot jadi mikir2..knp g kirim surat k Pikiran Rakyat aja kejadian d angkot + kelakuan polisiny Insya Allah supaya lebih banyak orang yg naik angkot jd tau..

    1. Saya sudah mengirimkan di surat pembaca Pikiran Rakyat, semoga dimuat yaa.
      Dan bisa jadi pengingat buat kita semua, plus jadi evaluasi buat kepolisian..

  61. Innalilahi..😦 Saya angkoter di Bandung, dari mulai jaman SMP sampe sekarang kerja , saya naik angkot. Lebih dari 20 thn saya ngangkot. Dengan berbagai alasan tentunya…salah satunya, karena jarak rumah – sekolah, kampus, tempat kerja jaraknya lumayan buat “nundutan” di angkot😀 . Kejadian melihat pencopetan di angkot sering dialami, dengan berbagai modus.

    Sekarang Bandung semakin tidak aman. Saya sudah ga berani pulang telat. paling lambat magrib sekarang harus sudah di rumah.

    Terimakasih sudah berbagi. saya izin share ya. Alhamdulillah Adek juga selamat…

    1. Iya mba, saya juga jadi mikir-mikir kalo mau pulang malem lagi. Semoga gak ada lagi kejadian serupa ya, amin.
      Mangga kalo mau dishare. Semoga bermanfaat..🙂

  62. Seru bacanya….

    tapi deg2an gue…apalagi gw sering pulang kerja jam 10malem..hadeehh…

    tp thanks naf…
    ada banyak pelajaran yg gw ambil dr cerita lo…
    alhamdulillah lo gak kenapa2 naf…

    1. Waaah hati-hati teh nuni. Iya euy, dulu mah sering balik dari nangor jam 9 atau 10 naik babon. Sekarang tobat teh.
      Sama-sama teh, aku juga belajar banyak banget dr pengalaman ini.

  63. thanks for sharing.

    coba dikirim tulisan ini ke POLRI.mungkin akan ada tanggapan. sampaikan juga kamu ngelapor ke polisi yang mana. secara, pelayanan publik sepertinya tidak berjalan mulus di kepolisian. ingin negeri yang hebat, pemerintahaan yang kuat serta aparat yang tanggap, kita yang harus membentuknya.

    kamu punya hak untuk dilayani sebagai rakyat. berjuanglah atas hak kamu itu.

    1. Sama-sama.
      Ke polri ya? Wah saya belum kepikiran. Tapi Insya Allah akan dicoba. Nuhun sarannya yaa🙂

      Semangat memperjuangkan hak!!

  64. saya ikut prihatin atas kejadian yang menimpa anda, mudah-mudahan hal ini bisa menjadi perhatian untuk kita semua, khususnya untuk bapak-bapak dan ibu-ibu para penegak hukum!

  65. Syukur kamu dan penumpang lain selamat. Kriminalitas di angkutan umum semakin meningkat, dan sepertinya Bandung “menyusul” Jakarta dalam hal ini. Saya menduga rekan pelaku juga ada di dalam angkot, curiganya supir dan/atau pria di sampimg supir.

    Saya pernah membuat klasifikasi sederhana di blog, tentang penumpang angkot. Biar cepat, kita langsung menilai mereka berdasarkan stereotipe mereka. Sebenarnya saya selalu mencurigai pria berjaket kulit di angkutan umum. Stereotipe tokoh antagonis dan kebetulan pelaku penodongan yang baru kamu alami.

    Pada akhirnya memang tidak ada yang bisa menjamin keselamatan kita selain diri kita sendiri. Makanya harus selalu waspada. Polisi kian memble. Terbukti pasca kejadian pun mereka tidak melakukan tindak lanjut apa2.

    Saya akan bantu sebar informasi ini supaya pengguna angkutan umum lain bisa tetap waspada. Mungkin kamu juga bisa kirim pengalaman ini ke email2 media lokal & nasional, sekadar untuk menyebar informasi.

    Semoga selalu selamat di perjalanan.

    1. Makasih yaa sarannya.
      Yap, kita harus waspada dan bisa jaga diri sendiri. karena gak ada yang bisa jamin angkot yang dinaiki itu aman atau gak, penumpangnya punya tujuan tertentu apa gak. Semangat!
      Mangga kalo mau dishare, semoga bermanfaat..

  66. Halo Mba Nafielah… Saya sangat berterimakasih atas share Mba.. Saya turut prihatin atas kejadian yg mba alami, dan turut deg2an juga…. Saya bisa mengunjungi Blog mba dari teman saya yg share di FB.

    Beberapa jam yg lalu, saya tweet ke TMC Polda Metro Jaya, dan saya mendapat DM:
    “Mhn agar korban membuat laporan ke SPK (Sentra Pelayanan Kepolisian) Polsek/Polres terdekat dgn lokasi kejadian, Mbak. Terima kasih\”
    Begitu Mbaaa…

    Maaf Saya tidak bisa berbuat banyak ya Mba…
    THX…
    Salam….

    1. Makasih banyak yaa.
      Iya kemarin saya sudah melapor ke Polsek Cibeunying Kidul dan Polrestabes Bandung. Dan tanggapannya seperti yang saya ceritakan di atas.

      Makasih banyak untuk niatan membantunya mba Kesthi🙂

  67. Ukhti,suami sy polisi..tp sy benci sekali kalo ada oknum2 yg seperti ȋ̝̊ƭϋ….sy sgt tidak suka dgn ketidak profesionalan mereka…
    Smga Ώ̶ƪƪoЂ membuka pintu hati mereka agar ikhlas membantu sesama

    1. Wah alhamdulillah, berarti suami ukhti avi jadi polisi yang dirindukan banyak masyarakat ukh.
      Semoga bisa melindungi dan mengayomi masyarakat banyak ya🙂 amin

  68. mengerikan sekali. yang paling mengerikan, justru datang dari kepolisian yang seharusnya menjamin keamanan. mereka tak bertanggungjawab. soal wilayah dan bukan, mestinya itu urusan nomor kesekian. yang paling utama dan pertama, ya keamanan. itu tugas mereka.

      1. agak dilematis juga memang terkait lembaga kepolisian ini. tidak semua memang polisi bobrok. ada banyak cerita polisi yang baik, dan saya pernah juga mengalaminya. namun, saya khawatir dengan menyebut oknum justru menjadi kilah bagi kepolisian secara umum untuk berbuat lebih baik. saat ini, kita tahu, mereka sedang disorot banyak pihak. terutama, dan utama, soal korupsi. masih ingat dengan laporan majalah tempo beberapa waktu silam tentang rekening gendut perwira polisi?

        dan, ketika kamu menulis ini tanpa menyebutkan nama oknum (semoga saya tak keliru), saya salut. good point.

        semoga kepolisian berbenah.🙂

        tetap waspada. juga berdoa.🙂

        salam kenal.

        Muhammad Husnil

  69. kayany smua responny ky gtu yah..yaitula g tw qt yg g paham prosedur g tw jg mreka yg g bisa mengayomi rakyat.sdikit cerita jg hati2 diperempatan pasir koja,saya hampir dilempar batu besar sm pengamen krn g ngasi dia uang,krn memang lg ga ada uang kecil wkt itu.ahirny terpaksa saya kasi uang yg saya punya dan lgs mencari polisi terdekat,wkt itu dideket Lotte mart(duluny carrefour). setelah saya cerita kejadianny&mengajak polisi itu keTKP dia cm blg “ok,kl gtu ibu pulang saja,ibu g knapa2 jg kan,biar saya yg ksana sm tmn” g tw knp saya g percaya,saya paksa lg polisi itu krn saya hafal betul dgn pelakuny,tp skali lg dia jwb dgn jwban yg sama. ahirny saya pulang,saya trs perhatikan polisi itu lewat kaca sepion,ternyata polisi itu kembali jln lagi ke jln raya&mengatur lalu lintas.ya Allah ya robb…laporan saya ternyata sm skali tdk diperhatikan…!!!hati2 bwt smua yaa..sdiakan uang kecil kl mw pegi kmn2

    1. Gak tau ya, apa mereka juga punya standar skala prioritas kasus mana aja yang perlu ditindak? Tapi seharusnya kalo mendapatkan laporan yang menjadi keresahan masyarakat harus segera ditindak. Semoga para aparat mendengar keluhan kita dan menanggapi dengan serius ya mba. Amin.

  70. Jujur………..bikin naik darah setelah baca tulisan anda. Puji syukur pd TYME anda selamat tanpa kekurangan apapun. Sy akan share tulisan anda supaya semakin banyak yg dapat membacanya……hanya semata supaya lbh berhati2…bukan memojokan institusi kepolisian karena sy yakin masih ada polisi yg baik yg sadar akan posisi dan sumpah jabatannya.

  71. Ass.wr.wb.pertama,sy secara pribadi dan dinas minta maaf atas ketidak nyamanan mba pd saat mau melaporkan kejadian yg menimpa.ini akan jd bahan evaluasi kinerja.memang secara umum salah satu tugas Polisi memberikan pelayanan kpd masyarakat.
    maaf sy perkenalkan diri.nama sy Kompol Agung N Masloman,SIK.,MH jabatan Wakasat Reskrim Polrestabes Bandung.terkait dgn kejadian yg menimpa mba,ada bbrp hal yg ingin sy tanyakan utk bisa membantu kami dlm investigasi pelaku kejahatan di angkot.tentunya juga harapan sy kl pelaku ini tertangkap bisa memberikan efek jera bagi mereka. yg lebih penting memberikan rasa aman nyaman kpd pengguna angkot.
    pertanyaan yg ingin sy sampaikan,erat terkait dgn fungsi tugas sy di Reserse Kriminal.kl tdk keberatan bisa contact sy di email: agungmasloman@yahoo.co.id

    Wass.wr.wb

    1. Waalaikumussalam,
      Terima kasih atas respon positifnya pak.
      Saya dengan senang hati kalau diminta bantuan untuk penyelidikan. Bagaimana jika saya menghubungi bapak melalui email resmi dari Polrestabes Bandung? Emailnya apa pak?
      Atau mungkin saya bisa temui bapak di kantor polisi saja?

      Wassalamualaikum

    2. Wooo,, skrg ajja baru merespon.
      Udah dipublish dikhalayak umum baru dah bertindak.
      Keliatan CACAD nya.

      Klo CACAD,, cacad aja sii ga ush berpura-pura.
      Toh udh semua orang tau ko..
      Jujur aja klo Loe-loe pada CACAD, gak becus.

      Sekian Terima Kasih.
      Best Regard,,
      “Orang Tau Hukum.”

  72. Maaf, tp sayah sudah tidak menaruh respect sama yang namanya aparat keamanan, karena mereka lebih mementingkan perutnya sendiri, arogan, sok paling tahu hukum, tidak sesuai dengan moto “siap melayani anda”…..

    1. Ayo dong pak polisi, buktiin kalo kalian bisa benar-benar mengayomi, melayani dan melindungi masyarakat <– ngomong sama polisi ceritanya

  73. Alhamdulillah beberapa kali berurusan dengan polisi ketemu polisi yang baik2.
    Misalnya pas malem2 adek tabrakan sama mobil gara2 dia yang pake motor masuk jalur mobil, padahal dia ga punya SIM. Udah sempet berprasangka buruk, jangan2 nanti digencet sama polisi karena emang adek yang salah ditambah lagi ga punya SIM. Tapi ternyata pak Polisi-nya (2 orang) bilang kalau beliau cuma jadi perantara, masalahnya dipersilakan diselesekan dengan kekeluargaan aja antara pengendara motor dan mobil. Dan beliau cuma bantu nulis surat perjanjian dan GA MINTA APA2 SAMA SEKALI. Padahal kejadiannya jam 11 malem dan ngurusnya sampe jam 2 pagi. Salut buat bapak2 polisi ini.

    Tapi kalau urusan laporan kayaknya emang polisi butuh bukti yang bener2 nyata.
    Pas nolongin temen yang mau dikeroyok preman kampung (sempat kena tonjok sekali).
    Pas laporan, polisinya malah bilang kalau mereka butuh bukti. Secara tersirat aku disalahkan karena terlalu cepet nolongnya, dan temen belum sampai bonyok *doh*

    1. Nah itu contoh cerita polisi keren yang sebenarnya. Salut masih ada polisi baik kaya gitu (saking pesimisnya)

      Huaah, contoh yang kedua ternyata balik lagi, fyuhh

  74. semoga tidak terulang lagi kejadian yang sama
    semoga pak polisi dimaafkan dosa-dosanya dan amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT

      1. ^_^ kalau buat mbak nafielah kan dah ada janji-Nya
        “Tiada seorang mukmin ditimpa rasa sakit, kelelahan (kepayahan), diserang penyakit, atau kesedihan (kesusahan), sampai pun duri yang menusuk (tubuhnya), kecuali dengan itu Allah menghapus dosa-dosanya.” (HR. Bukhari)

        ^_^

  75. Salam kenal, Mbak Naf. Sebagai seorang blogger dan seorang yang juga tinggal di Bandung, saya turut bersimpati atas apa yang terjadi pada Mbak. Semoga Mbak makin kuat hati.

    Dan terima kasih atas share-nya, yang pastinya sangat bermanfaat bagi yang lain sebagai warning.

  76. sedikit informasi juga yang saya tahu dari kenalan saya yang Polisi
    ada beberapa oknum polisi nakal yang juga “melindungi” oknum2 pembajak, jadi mereka akan bersikap seolah tidak peduli sama kejadian pembajakan karena para oknum polisi nakal tersebut bakal kehilangan persenan klo sampe pembajaknya ketangkep >..<

    1. Wah cerita begitu beneran ada yaa?
      *makin sedih* *terus jadi stress*
      Itu polisinya jahat banget. Menyalahgunakan jabatan huaaak, ngeselin!

  77. wah, k ikutan beladiri makanya… Soalnya saya juga dijelasin di taekwondo. Gimana caranya ngadepin peso, pistol, n benda2 yg biasanya dipakai utk kejahatan. Kan, di jaman gini susah klw gk bisa beladiri. Trs, yang sy tau polisi di bandung emang senengnya males2an gak kaya di surabaya. Kt swdara sy polisi di sby sih, ada kasus apapun itu ditanggepin. Sy ngeliat wkt mw berangkat sekolah, ada polantas malah BBMman di posnya. Padahal wkt itu lampu lalulintasnya lagi mati.

    1. Iya jadi semangat buat ikutan beladiri. Apalagi pas menerima kenyataan polisi-polisi gak bisa ngebelain saya yang lemah ini (lebay)
      Wah emang begitu ya polisi Bandung? (kalo beneran ada, ngeselin abis) Saya gak tau. Yang saya tau polisi Bandung ada yang cakep, itu doang. Haha

  78. alhamdulilah tak terjadi apa, masih diberi kesehatan dan rejeki lancar..

    smoga tak terulang lagi dah, miris melihat keadaan spt ini di Republik, Polisi udah ga ada otaknya lg, sistem transportasi publik carut marut…

    tetap berdoa kapan pun dan dimana pun,

    “Adigang adigung adiguna, sepi ngarep rame mburi”

    Allahuakbar

    1. Alhamdulillaaah kang.
      Semoga gak keulang lagi yang beginian yaa.
      Ngomong-ngomong “Adigang adigung adiguna, sepi ngarep rame mburi” artinya apa ya kang?

      Hatur nuhun pisan🙂

  79. Assalamu’alaikum… saya mau ikutan sharing yaaa :

    Hampir sama kejadiannya, cuma angkot yang saya naikin itu jurusan Cicaheum-Cileunyi. Kejadiannya gak jauh dari bunderan cibiru. Waktu itu di bunderan cibiru ada 2 orang bapak-bapak naik, yang satu pake jaket kulit item, badannya agak kurus, tapi rapi. Yang satu lagi pake baju kotak-kotak, jeans, badan gempal agak botak. Dua-duanya beraksen Palembang. Mereka duduk depan saya, di sebelah saya ada ibu-ibu gendong bayi plus bawa anak 3 tahunan umurnya.

    Saya lihat si jaket item ngeluarin hape and ketik sms, si bapa botak sok baik memperingatkan si ibu samping saya supaya anaknya yang 3 tahun hati-hati jangan ngeluarin tangan dari jendela. Saya curiga lihat penampilan bapa botak yang bawa RANSEL TAPI KOSONG warna item. Gak lama kemudian setelah bapak jaket kulit item selesai SMS, naiklah pemuda lusuh kayak mabok.

    Saya langsung curiga ingat cerita temen saya yang mengalami hal yang sama, betulan ajaaa…. dia pura-pura ayan dan pegang tangan si ibu yang duduk samping saya sambil kejang-kejang. Si bapak botak pura-pura nolong mau lepasin tangannya si pemuda ayan itu, tapiiiii pas saya perhatikan, si bapak botak ternyata berusaha melepas gelang emas yang dipakai si ibu samping saya.

    Saya kaget, tanpa berpikir panjang saya kasih tahu si ibu samping gelangnya mau dicuri… Itulah awal mimpi buruk karena si bapak botak marah dan balik nyerang saya. Dia menghadapkan badannya ke arah saya lalu teriak gak jelas sampai -maaf- ludahnya nyemprot ke wajah saya. Saya kaget tapi berusaha tenang dan menatap balik si bapa botak itu.

    Untungnya waktu itu masih sore sekitar jam 5 dan ada beberapa polisi yang mengatur lalu lintas di arah jalan menuju cileunyi. Dia turun sambil marah-marah, sementara si bapak jaket kulit item masih di dalem ga ikut turun. Setelah si bapak botak turun, barulah penumpang lain di angkot plus sopir yang saya perkirakan telah dijanjikan sebelumnya (umurnya sekitar 16-17tahun) bereaksi, mereka berbagi ‘omong kosong’ tanpa tahu harus berbuat apa, sementara saya gemetar karena kaget dengan ulah saya sendiri. Daaaan si bapak jaket kulit itu ikut nimbrung berkata ke arah saya dengan tatapan penuh marah dan mengancam :
    “Mbak beruntung, cuma diludahin, harusnya DIBUNUH!” kemudian dia turun begitu saja, TANPA MEMBAYAR ONGKOS. (Aksennya sama, daerah Palembang-Sumatra)

    Well, sejak itu saya juga sangat hati-hati kalau melihat orang berjaket hitam, membawa ransel tapi terlihat kosong, dan kalau ada pemuda lusuh seperti mabok – naik angkot yang sama dengan saya. Saya milih turun.

    1. Waalaikumussalam. Thanks ya share nya.
      Innalillahiii, itu serem banget. Untungnya mereka gak bener-bener nekat buat ngelakuin yang gak-gak. Naudzubillah..
      Hati-hati ya mba.
      Hati-hati teman-teman, ternyata kejadian kaya gini udah banyak yang ngerasain >.<

  80. Ohhh ini ceritanya semacam flash back gitu ya, gue kira terjadi 2 kali. #apadah. Selamat ya akhirnya selamat! gue bacanya deg-degan kaya nonton pilm2 hollywood gitu. Saran aja buat anak kuliahan mending cari kosan yang deket kampus aja jadi gak usah ngangkot-ngangkot gitu. AMAN!

    1. Iya emang sok-sok flashback gitu, maaf ya ribet😀 hehe
      Udah tinggal skripsi soalnya, jadi agak jauh melanglang buana. Makasih yaa, alhamdulillah masi dikasi keselamatan. Hati-hati bigbro *sok akrab*

  81. Beberapa bulan lalu, tante saya pernah berada di angkot dengan orang yang sepertinya berlogat sumatera yang sama, karena beliau bilang sepertinya si perampok orang Batak. untungnya, sebelum beraksi, dua orang mahasiswa keburu sadar dan berteriak di dalam angkot “Awas copet! awas copet!” sehingga semua penumpang turun.

    Si perampok kemudian berteriak kata-kata yang sama “Hey awas ya! Nanti saya pecahkan kepala kamu!”. Saya familiar sekali waktu baca bagian saya-pecahkan-kepala-kamu.

    Tapi yang penting nggak kenapa-kenapa, dan semoga bisa jadi pelajaran ke depannya. Semoga bisa dicetak di PIkiran Rakyat ya, biar pembaca lebih hati-hati terhadap orang orang dengan modus seperti ini.

    1. Waah jadi ngeri ngebayangin kalo mereka sindikat profesional >.< Dan mereka masih berkeliaran bebas di luar sana huoo

      Iya udah saya kirim ke surat pembaca Pikiran Rakyat. Semoga bisa dimuat dan bikin kita semua jadi hati-hati ya.

    1. Iya sama-sama.
      Haha iya, suka sama novelnya Agatha Christie, komik-komik detektif juga suka, suka juga ya? *maaf jadi curhat sok akrab*

  82. Mbak Fae, alhamdulillah ente gak kenapa2… sumpahnya fae, jumat hari itu, gue juga baru pulang dari tes psikotes dan magrib2 itu lagi di pertigaan carefour, entah kenapa, gue ma temen gue males turun, jadi gue nyasar deh, ampe caheum… harusnya naek angkot cadas-cibiru….#tapigakrelevanjugasih hahahaha….

    pas gue baca dari atas ampe tengah itu emang bikin deg2an, fae, tapi pas ngebaca yang pak polisi, jadi ikutan keki, soalnya yang kita anggap itu hal luar biasa parah dan perlu segera mendapatkan pertolongan, tiba2 pas dilaporin malah ditanggepin gitu aja,,,,hadoooh,mirisnya kejahatan kayak gitu udah dianggap “biasa”, jangan2 lama-kelamaan malah jadi kebiasaan?? Nauzubillahimundzalik deh…

  83. Mbak Fae, alhamdulillah ente gak kenapa2… sumpahnya fae, jumat hari itu, gue juga baru pulang dari tes psikotes dan magrib2 itu lagi di pertigaan carefour, entah kenapa, gue ma temen gue males turun, jadi gue nyasar deh, ampe caheum… harusnya naek angkot cadas-cibiru….#tapigakrelevanjugasih hahahaha….

    pas gue baca dari atas ampe tengah itu emang bikin deg2an, fae, tapi pas ngebaca yang pak polisi, jadi ikutan keki, soalnya yang kita anggap itu hal luar biasa parah dan perlu segera mendapatkan pertolongan, tiba2 pas dilaporin malah ditanggepin gitu aja,,,,hadoooh,mirisnya kejahatan kayak gitu udah dianggap “biasa”, jangan2 lama-kelamaan malah jadi kebiasaan?? Nauzubillahimundzalik deh…

    1. Mba Mpaj, kita belom sempet kimbab-an mulu nih.
      Iya untung lo nyasar ya *loh?
      Padahal beda arah juga. hehe.
      Yang penting sekarang mah kudu ati-ati mpaj. Apalagi kita cewek-cewek cantik (?)
      Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT ya, itu yang paling penting🙂

  84. Emang begitu mba, indonesia birokasinya, klo kata SLANK birokasi komplex. coba mbak lapornya sembari bawa duit segepok, pasti dilayanin. Polisi klo ga ada duitnya sama klo blon ada yg mati ga bakal di tanganin. Ya walaupun ga semua polisi begitu cuma sekitar 99,99999999% yang begitu…RBT BGT Dah.

  85. mau ikutan sharing juga

    ini ceritanya di bogor
    Aku keilangan KTM dan buat bikin baru mesti ada surat polisi. Jadilah pagi itu sebelum praktikum aku sempet2in dateng ke kantor polisi di deket kampus. Pagi itu di kantor polisi udah ada beberapa orang yang ngantri. Pelayanannya lelet banget karna yg ngelayanin itu anak2 SMK yang lagi magang, yang suka cekakak cekikik ga jelas gitu deh. Pak polisinya cuma duduk2 doang di situ, nunggu anak SMK ngasih surat keterangan hilang ke dia trus tanda tangan, Udah, gitu doang.

    Tiba giliranku dipanggil. Pas aku lagi ditanya2in (kapan ilangnya, dimana, dan lalala), anak SMK lain yang lagi bertugas manggil ibu2 yang antriannya tadi di depanku karna surat keterangan hilang beliau udah selesai. Aku perhatiin mereka. Si ibu nanya “ini jadi berapa?” Si anak SMK cengok. Trus dari belakang, Pak Polisi yang tadinya duduk2 aja langsung berdiri trus jalan ke arah ibunya sambil bilang “seikhlasnya aja Bu”. Si ibu langsung ngeluarin 20.000an dari dompetnya

    Ngeliat kejadian itu, aku langsung mikir, ‘Oh, alhamdulillah bayarnya seikhlasnya’.

    15 menit kemudian aku dipanggil (ini bener-bener lelet banget buat kerjaan menggganti nama di template surat). Pak Polisi yang di duduk2 di belakang itu yang ngasih langsung suratnya ke aku. Belum sempet aku ngomong apa-apa, si Pak Polisi udah ngomong duluan “Biayanya 10.000 ya dek”. Asemmmmm. Ini kok beda banget ya ngomongnya sama ibu2 yg tadi? Apa boleh buat ding, udah terlanjur, terpaksa deh aku ngerelain 10.000 buat diambil Polisi. Aku beneran ga ngerti uang yang aku keluarin itu buat apa. Padahal yang aku dapet cuma selembar kertas, plus ttd dan cap kepolisian. Apa semahal itu biaya selembar kertas di kepolisian?

    Aku beneran ga ngerti sama jalan pikiran polisi-polisi ini!

    1. Iya kasus lain ini ya, emang macem-macem banget cerita tentang “kelakuan” aparat kita. Semoga cuma oknum ya. Serem banget kalo kaya gini semuanya. Jadi berasa makin gak aman huoooo

    1. bukannya sudah ada pak? 112?
      dengan cuma modal handphone yg cukup batrenya sudah bisa. gak perluu pulsa, bahkan gk perlu kartu sim. telp 112 yg nerima polisi.

  86. sebetulnya itu polisi salah kalo bilang laporanmu gak bisa diproses. itu bisa jadi delik percobaan perampokan, minimal perbuatan tidak menyenangkan. ada tips jika menghadapi polisi yang gak bener dalam menjalankan tugas, yaitu lapor ke bagian propam. di lain pihak, gw rasa memang percuma lapor ke polisi karena kecil kemungkinan kasusnya akan diusut hingga tuntas (alasannya klasik, kurang dana). paling-paling polisi akan meningkatkan patroli/pengawasan di area2 rawan. meskipun kita mengaku hapal wajah pelaku, apa polisi kita punya ahli sketsa wajah dan database wajah-wajah pelaku kriminal? tidak di tingkat polsek yang jelas sih, mungkin di tingkat polwiltabes. jadi sebaiknya memang kitanya sendiri melakukan upaya-upaya pencegahan, itu malah lebih efektif ketimbang mengharapkan polisi.

  87. Kalo polisi udah ga bisa diandalkan berarti kita yg harus pinter2 jaga diri sendiri. Semoga semua temen2 yg ngebaca artikel ini bisa belajar sesuatu dan jangan sampai mengalami kejadian yg sama. Thanks atas sharingnya ya, Mbak. Ijin share buat temen2 yg lain…

  88. salam kenal mba,,
    kejadian yang mba alami emang nyeremin ya, sekadar share aja.. saya udah 4 x nemuin kasus pencopetan di angkot selama di bandung..
    1. waktu jaman kuliah, disekitar binong di angkot cicadas – cibiru jam 10an ada 2 orang bapak2 naik, ga lama kemudian ada anak muda naik, ga lama langsung keram dia berusaha mepet saya, dan saya ngerasa ada yang ngusak grusuk di tas saya, pas liat ada tangan bapak2 itu, saya langsung stop angkotnya, pas saya bayar. orang itu melototin saya, mungkin dia marah ga bisa ambil barang berharga dari saya.. (alhamdulillah ya Allah)
    2. pulang kerja sekitar jam 5an, saya naik angkot cibaduyut 05 dari mekar wangi, pas di daerah batununggal kalo ga salah ada 2 anak smp naik sambil mainin hp,diikuti sama pemuda kurang kebih 20 th an (kayanya emang anak smp itu udah diincer dr sebelumnya) trus pemuda itu duduk diujung jendela kursi 7 disebelah anak anak smp tadi, ga lama dia pura pura minta tolong bukain kaca yang kebetulan emang susah di buka, anak smp itu sibuk buka kaca,, belum kacanya di buka, di pemuda itu buru buru turun dan langsung lari, pas dilihat hp anak itu udah raib, kasian anak itu nangis sejadi jadinya..mungkin takut dimarahin orang tuanya..
    3. baru juga turun angkot 05, saya langsung naik angkot cicadas – cibiru yang pada saat itu penuh, ada rombongan ibu-ibu yang sepertinya habis dr pasar, dan kurang lebih 5 orang yang tampilannya kayak mahasiswa pada bawa ransel yang duduknya menyebar..baru 5 menit perjalanan saya lihat tangan mahasiswa itu ada di bawah ranselnya sedang berusaha ngambil sesuatu dr tas ibu-ibu itu, saya mau teriak ato ngasih tau ke ibu ibu tapi saya ga berani, karena saya yakin beberapa pemuda itu adalah komlpotan pencopet,,saya ga tau apa dompet itu berhasil di bawa atau tidak, karena saya langsung fokus ke tas saya, dan saya merasa ada yang masuk ke saku blazer saya.. untung di saku ga ada apa apa.. ibu – ibu itu turun dan saya langsung pindah di samping supir (didepan kosong dan berharap supir itu bukan komplotannya) ga lama pemuda – pemuda itu turun bersamaan, pas bayar ongkosnya saya pegang tas saya erat erat sambil kuat ke bawah (ga berani liat muka pemuda itu) udah mobil agak maju saya melongo ke luar jendela, dia langsung teriak an***g, mungkin dia tau kalau saya sudah tau mereka itu copet.. (alhamdulillah saya masih dilindungi Allah)
    4. sekitar jam 10an di angkot cicadas cibiru.. di peti kemas ada bapak2 naik angkot, pas di depan pebedahan ada bapak2 lagi naik angkot (diangkot sepi) pas naik saya melihat ada kontak mata antara bapak2 yg naik di peti kemas n yang baru naik..tapi tanpa sapaan,karena udah trauma, akhirnya saya langsung turun dan ganti angkot yang lain.. (lebih baik mencegah)
    maaf kepanjangan sekedar share yang saya alami kebetulan angkot cicadas cibiru adalah angkot yang saya sering tumpangi waktu masih kuliah sampai kerja,, mudah mudahan kita semua selalu dalam lindungan Allah swt..amin..

  89. Assalamualaikum.. Ini nafie temennya kantry bukan? Saya safira, yg wkt itu kita kenalan di mushola fikom nangor, sama2 dr pusdatin, trs abis solat kita malah ngomongin film korea. Haha..

    Makasih ya udah share pengalaman. Kebetulan skripsi saya ttg kejahatan di angkutan umum. Masih bab 1 sih. Tp buat bikin latar belakang, saya mewawancarai beberapa supir angkot, pihak organda, dan kepolisian (humas polrestabes). Sayangnya saya blm wawancara pihak dishub krn ribet prosedurnya. Ini hasil singkat wawancaranya:

    1. Supir angkot yg saya wawancara mengaku emang pernah sesekali ada pencopetan di angkotnya. Tp mereka ga bisa berbuat apa2, karrena mereka ga tau kan kl penumpang mereka itu copet atau bukan. Kl mslh komplotan, mungkin itu supir tembak kali ya. Soalnya yg saya tanya2 ngakunya supir asli.😀

    2. Pihak organda. Menurut sekretarisnya, mungkin pencopetan memang sesekali terjadi di angkot. Tp sampai saya wawancara, blm ada supir yg melapor. Dan pihak organda ga bisa berbuat apa2 krn mereka memang tdk mengawasi tiap hari angkot2 mereka di lapangan.

    3. Pihak kepolisian. Pas saya wawancara, berdasarkan data yg mereka punya, cuma ada satu tindak kejahatan di angkot. Yg supirnya meninggal krn ditusuk pelaku. Knp cuma satu kasus? Pdhl ‘masyarakat republik twitter’ cukup sering ‘laporan’? Jawabannya, karena tidak ada korban yg melapor lgsg ke kepolisian. Menurut humasnya, polisi baru bisa bertindak kl memang ada laporan dari korban. Dan menurut beliau, jumlah polisi ga cukup buat ngawasin satu per satu angkot.

    Nah. Cuma saya baru tau kl ternyata laporan saksi ‘ga berguna’. Yaa mungkin pikiran positif km bener, itu cuma oknum yg lg capek kali yaa..😉

    Jadi, saran saya sih, kl bisa, mba dya (selaku korban), lapor ke polisi bareng sama nafie. Biar polisi bener2 yakin kl angkot bdg mulai rawan.🙂

    Saya juga selalu mengusahakab untuk duduk di dpn di samping supir. Biar (insyaAllah) aman. Tp konsekuensinya kena todong asap rokok bertubi-tubi.😀

    Sekali lagi makasih ya naf sharingnyaa.. Boleh saya share di twitter atau fb?🙂

  90. Dari kronologis smpe ngelapor.a, kya.a si supir angkot.a bukan komplotan, dia kya.a udh pernah juga kya gtu trus dia ngelapor jga sma kya.a d cuekin trus yg kuli itu bkan komplotan klo kta gw mah, udh kliatan kali sma rampok.a jga, kya si kuli itu ga punya apa.apa jdi dia ga d todong
    Gtau sih gw jga itu smua mah

  91. saya baca kayak cerpen aja… tapi ikut prihatin sih…sepertinya kita tinggal di Indonesia harus terpaksa egois karena kalau tidak kita yang kena… habis dari Presiden, Para Menteri, Para Pejabat, Penegak hukum egois semua…dan kita cuma berharap pada diri sendiri dan yang paling utama berharap pertolongan dari Tuhan.

  92. wah serem ya,, kl sy beberapa mgg yang lalu bukan ditodong perampok tp sama tukang ngamen gara2 dr sy + teman2 ga ada yg ksh uang (pdhal penumpang lain ada yg udah ksh).. tkng ngamennya nunjukin pisau didlm tasnya sambil tangannya main2in pisaunya gt deh… angkot..oh..angkot… #cuma bs berdoa

  93. Saya ikut prihatin atas kejadiannya.
    Ijin share juga karena ini penting untuk para pengguna angkot, terutama saya yg suka naik angkot Cicadas-Cibiru. Gak kebayang banget angkotnya dibajak….dan parahnya kenapa pihak kepolisian yg slogannya “mengayomi masyarakat” malah nilainya NOL BESAR.

    Smoga ini jadi pelajaran untuk semuanya🙂

  94. nice share….gue jg hampir dirampok pas magrib (waktu yg sepi) deket jonas photo. untung temen2 kburu dateng. perampok nyongkel kaca mobil.. waktu itu perampok nggak sadar gue ada didalam maklum gelap..gue smpet photo dari dalem mobil (biar ketahuan wajah tuh maling hehe) cuma hape jadul n gelap jd nggak jelas hasilnya.. kabur dah tuh maling

  95. sebelumnya, info ni bermanfaat bgt mba..terima kasih ya..izin share..
    wah..gila baner tuh aparat, emang gtu, kalo aparat sekarang terlalu kaku sam birokrasinya sendiri, jadi melayani gak tulus..giliran di bilang gak bisa kasih pelayanan prima tentang keamana sesuai profesinya n citranya dibilang buruk, gak terima…tapi menurut saya ini sudah jadi bukti..

  96. sangat informatif. thx for share teh..

    saya sendiri besar & hidup di bandung. saya mafhum dgn kondisi angkutan umum bandung seperti yang teteh ceritakan, terutama di daerah by-pass (soekarno-hatta) yang rentan dan memang ga aman karena relatif sepi. Patroli polisi pun hanya sesekali dilakukan bila larut malam (saya cukup sering bolak-balik by-pass ralut malem pake motor).

    Tapi yg sy ga habis pikir respon dari para polisi itu. Memang ada yg salah secara sistemik, kesalahan dgn sistem kerja mereka dan itu parah tingkat dewa..

    izin share ulang ya teh..

  97. Mba, makasi ya udah ngebagiin pengalamannya.. Aku nemu link ini dari group FB..

    Kayanya smua angkot ga aman nih, kudu slalu doa kepada Tuhan Pencipta Langit&Bumi tuk mengirim malaikatnya menjaga kita.

    Aku pernah hampir dijampret di angkot Lw Panjang – Cimahi. Kejadiannya skitar tahun 2008. Aku naik angkotnya di Jl. Soe-Hatta dekat bundaran Jl Sudirman. Waktu masuk ke angkot itu udah ada 4-5 org laki2, umurnya skitar 20an-30an. Posisi duduknya nyebar gitu. Seingatku ada 1 orang di depanku dekat pintu mo keluar, dan 1 orang di sampingku (dia dekat sopir). Setelah angkot jalan sebentar, ada naik dua orang perempuan, seorang ibu n anaknya (mungkin seumuran denganku).

    Saat angkot melaju lagi, pria yang di sampingku ngelurusin kakinya n mengaduh kesakitan. Aku ga gitu meratiin karena pikiran lagi melayang-layang tah kemana. Kejadiannya begitu cepat, tiba2 aja satu orang pria nonjok anak ibu itu…buggg…sampe kepalanya ngebentur kaca. Di situ aku baru sadar. Lhooo..?? Apa ini? Aku bingung..

    Anak ibu itu emosi. Dia bilang “Berani kau ya! Maling ini!” Teriak dia bilang ke aku “Mba..mba..ayo turun! Supir, pinggir!” Langsung aja aku ikut turun. Masih kebingungan dan syok.

    Setelah kami bertiga turun, anak ibu itu bilang “Mereka itu maling. Mereka mau ngambil laptopmu. Ini di tas kamu bawa laptop kan?” aku hanya hooh..iya2.. Bersyukur banget aku selamat. Tapi kasian dengan mba itu, pipinya jadi membiru. Aku hanya bisa berkali-kali ucapin terima kasih.
    Ku berdoa, Tuhan yang membalas keberanian mba itu.

    Oi ya, aku juga pernah 2x ketemu pencopet di angkot Caringin-Sd Serang. Orangnya sama, jadi aku udah tanda wajahnya. Dia pake jaket tapi tangannya ga di masukin ke tangan jaket. Seolah tangan buntung. Dugaanku dia buat seperti itu supaya tangannya ga keliatan kalo mau menjelajah ke tas orang yang di sebelahnya. Aku ada di depannya, jadi aku ngeliat tangannya berusaha ngebuka tas orang. Aku hanya bisa berdehem-dehem. Lalu turun sambil bilang hati2 ke penumpang yang masih ada. Sy belum se-berani wanita yang pernah menolongku😦

  98. walah mbak, kejadiannya deket2 sama daerah saya. kebetulan sy kuliah di STTTekstil jalan jakarta. jadi ngeri juga baca cerita mbak. tapi terima kasih mbak, ini bs dijadiin pelajaran supaya qy lebih waspada. nice share

  99. Syukurlah lo gpp fae, itu yang penting…

    cuman komentar gw buat “seberapapun kalian bencinya kepada kepolisian tetaplah sisakan walau sedikit kepercayaan kepada mereka, karena yg berperilaku tidak baik itu tidak semua aggota polisi”

    nah fae, klo ada sedikit kepercayaan itu apa masih mau dibuat laporan? klo mau biar gw temenin, sekalian ngasih pelajaran pada polisi yg piket yg bilang lo g’ boleh ngelapor itu…

  100. Semoga tidak berhenti sampai di curhatan blog. Kita semua berharap, tulisan ini akan menjadi saksi sekaligus kekuatan untuk mengubah semuanya. Angkot di bandung mulai dibenahi sehingga lebih aman dan nyaman (tugas siapa ya? Dinas Perhubungan dan Pemkot). Sistem kerja di kepolisian diperbaiki. Termasuk moralitas aparatnya. Padahal polisi sudah mengalami reformasi birokrasi, sudah dapat uang remunerasi, tapi kerjanya payah begitu. Maluuu dongg..!

  101. Sama Naf.. Saya juga baru kerampokan di rumah hari senen kemaren,

    Kebanyakan orang ngerampok karena kesulitan ekonomi dan rendahnya pendidikan,
    sementara syarat pegawai adalah pendidikan yang ‘lumayan’. (yah pokonya ada gelar SMA/kuliah, padahal blom tentu cerdas juga..liat aja oknum polisi di atas)

    mungkin kita bisa berinvestasi dengan ikut bantuin negara kita majuin perekonomiannya dikit2.. ga bisa ngarepin pemerintah,bantu sesama dengan tindakan nyata, supaya (setidaknya) generasi angkatan kita ga da yang jadi maling di 10 tahun ke depan..

    yah..angan2 naif sih, tapi gada salahnya🙂

    Oiya.. Hati2 di jalan, dan jangan lupa shalat..🙂

    Tuhan berkati.

  102. Ini dari email temen yang baca postingan ini juga:

    Setelah membaca “pembajakan angkot di Bandung ” saya ingin berbagi pengetahuan dengan teman teman tentang mengenali senjata api asli atau senjata mainan (air soft Gun / air Gun ) kebetulan saya sebagai anggota PERBAKIN ( Persatuan Menembak Indonesia) :

    1. perbedaan senjata api dengan senjata air soft Gun:
    – perbedaan yang sangat mencolok warna senjatanya kalau senjata itu mainan / air sof biasanya akan kelihatan warnanya baru, sedangkan senjata asli yang beredar di negara kita ini sudah pabrikan lama, apalagi senjata itu rakitan / home industri maka bisa di pastikan warnanya akan kelihatan pudar bahkan ngak berwarna.

    2. perbedan lain yang perlu ketelitian pengamatan adalah lihat lobang larasnya ketika senjata tersebut di todongkan ke kita , kalau lobangya besar dipastikan senjata tersebut mainan / air soft. kalau bentuknya REVOLVER (seperti senjata polisi ) yang asli menggunakan cal 38 sedangkan kalau bentuknya pistol FN cal 9 mm( tentara) , kalau air soft yang mirip REVOLPER biasanya menggunanakan peluru BB / gotri (bentuknya bulat bulat ) cal 6 mm dan peluru tersebut di dorong oleh gas dan peluru tersebut tidak membahayakan kecuali kena mata, kalau kena bagian tubuh paling bisa membuat memar.

    demikian penjelasa saya yang singkat ini mudah mudahan dapat berguna bagi teman teman sekalian GBU.

  103. makasih teh ceritanya udah dishare
    polishit emang udah ga bisa dipercaya. kalaupun ada, itu oknumnya.

    adik+ibu saya juga pernah mau dicopet di bus pangalengan+leuwipanjang. dan seperti biasa, pelakunya orang sumatra. untung adik+ibu saya selamat, tapi ada beberapa penumpang yang kehilangan HP nya..
    FCUK POLISHIT

  104. Mudah2an Allah selalu menjaga kita dimanapun.. Aamiin.
    Kebetulan teman saya juga baru mengalami hal serupa kemarin di Jakarta. Tepatnya Jakarta Timur.

    #ijin share y,,

  105. Oh my God, I can’t believe what I just read @_@
    Patut disyukuri bahwa Nafielah masih baik baik aja ya…

    sebenernya ada banyak akar masalah dari kejadian ini, mulai dari sistem transportasi Kota Bandung yang semrawut dan gak aman, sampe petugas kepolisian yang motonya ‘Melindungi dan Melayani’ cuman jadi sekedar semboyan saja…

    turut prihatin dan cuman bisa bilang Jaga diri baik baik ya Nafielah,

    salah satu alasan kenapa gue gak naik angkot lagi:/
    banyak ngetem, lama, panas, mahal, bikin macet, gak aman pula…
    kalo ada uang lebih mending beli kendaraan pribadi (motor/mobil) aja mbak nafielah, lebih aman dan kalo motor jauh lebih hemat ketimbang naik angkot.

  106. fielah… masyaAllah, alhamdulillah nt gapapa. yup bersyukurlah karna Allah msh menjaga Fielah dan berkesempatan menshare pengalamannya. mudah2an dengan hebatnya dunia maya saat ini akhirnya pihak kepolisian malu dan berubah, mudah2an penjahatnya ketangkep.

    btw waktu kul di itb, kelas yg sy ambil pernah mengundang polisi, yg hadir dr kasatreskrim polsek cisitu (lupa nama polseknya) yg usianya tak jauh beda dengan mahasiswa yg hadir di kelas. lucunyaa, ketika dia (si kasatreskrim ini) menceritakan cara menangkap maling yg pernah dia lakukan, sama sekali jauh dr serial CSI, tp pake dukun, ini dia lakukan waktu di pelosok. trus ada mahasiswa yg cerita dia pernah lapor ke polisi soal kehilangan hp di angkot, n belibet n pemalasnya polisinya krn dia hampir2 dicuekin laporannya, eh si kasatreskrim ini cuma komentar gini “Lha kamu yg punya hape aja gak tau siapa yg nyuri hape kamu, apalagi kitaa..” hadeeuuuh….
    mudah2an kasus Fielah ini menjadi salah satu CAMBUK bagi KEPOLISIAN, bahwa kita masyarakat biasa ini bisa berbicara keras yg terdengar kemanamana melalui dunia maya

  107. Mbak, pertama2 alhamdulillah anda nggak apa2 .dan salut ke keberanian anda untuk berbagi sehingga bisa jadi peringatan buat kita semua..yg kedua, kalau boleh saran. Laporin aja kasus ini ke media…catet nama2 polisi yg ignorant mampus itu.Masukin ke tv, biar disebar…….tp harus selalu stick ke fakta,jgn masukin opini/asumsi..biar gak jd celah buat pasal perbuatan tidak menyenangkan….minta izin ikut sharing ya mbak…insyaAllah semua pihak yg terlibat baik langsung maupun tidAk dimasalah ini diberi “imbalan” yg berlipat dari Allah SWT

  108. informasi juga HATI-HATI BUAT CEWE DI ANGKOT CICADAS-CIBURU jangan pernah duduk di depan bersama tukang angkot (apa lagi kalo kosong)… ada tukang angkot yang melakukan pelecehan seksual yaitu memegang2 paha, colek2 pinggang, walapun tangan melindungi (sory) t*ekt dia berusaha nyolek… aksi dilakukan diatas jam 7.. korban akhirnya loncat dari angkot allhamdullilah selamat.. logat tukang angkot sepertinya bukan dari sunda (soalnya dia memanggil dirinya abang…) semoga hal buruk tidak terjadi lagi.. amin…

  109. salam kenal sebelumnya.. Nafielah..
    terimakasih, terimakasih, terimakasih yang sebesar-besarnya..
    walau anda sudah mengalami sesuatu yang tidak mengenakkan.. tapi masih mau berusaha kuat membagikan suatu pengalaman yang tentu amat tidak bisa dilupakan begitu saja.. buat kami teman-teman pembaca semua..

    kami pembaca mengapresiasi, dan bersyukur anda dan semua penumpang baik-baik saja.. aman dan selamat. Bukan masalah BB, HP yang hilang atau apapun. Tapi setahu saya, nyawa memang inti kehidupan ini.. bukan harta.

    sabar ya teman, dalam menghadapi birokrasi dan aparat keamanan bangsa ini.
    Saya tidak sama sekali tidak ingin kita rakyat Indonesia jadi memandang rendah kinerja aparat, tapi saya pribadi pernah juga mengalami hal serupa (bukan ditodong polisi, tapi berurusan dengan polantas karena suatu pelanggaran).. yang memang “sulit”.

    Intinya, saya mensyukuri bagaimana Naf bisa begitu dewasa, bijak, sabar, dan kuat dalam melalui semua ini (kalau saya diposisi anda, mungkin bisa naik darah menghadapi birokrasi tersebut).
    Berbahagialah teman, keputusanmu untuk menuliskan dalam blog ini amat luar biasa berguna dan tidak sia-sia..
    kami mengapresiasi nya..
    Semua tulisanmu ini hanya menunjukkan kualitas diri anda yang dewasa, sabar, dan murah hati.

    Ijin share ya dan bagi-bagi ke teman saya.
    SAlam kenal,
    tetap berkarya,
    tetap positif,
    tetap bersyukur pd Tuhan.
    Regards.

    1. lha itu ada yg bilang dia wakasatreskrim polrestabes bandung yg ngasih email resmi reskrim bandung pake @yahoo.com

  110. bener bener parah polishit indonesia ini,
    mereka masih ga sadar apa gaji mereka hasil urunan masyarakat,,
    tp giliran tilang menilang aja cepet nindaknya supaya ada uang damai..

    sabar ya , smga ada hikmahnya…

    1. Kayaknya kok ada yg janggal ya. Tadi yg pke kca mata di depan sama sopir, tapi kok jadi dduk di belakang. Trus tu rampok ceroboh banget, ga da planning sama sekali. Pake pistol, dapetnya cuman hp, ga da koordinasi sama temennya, ga kenal jalan di bandung dan ga da janjian mo turun di mana sama temennya kalo abis beraksi. Bingung juga nih bacanya.

  111. Salam Kenal…
    Saya sangat menyayangkan perilaku aparat yang seperti itu…
    Link tulisan ini sebaiknya dishare secara massif agar sampai ke depan mata petinggi polri dan mereka membacanya dan semakin mengetahui polah bawahannya….
    Bagaimana rekan² yang lain?

    1. setuju, tapi biasanya sih berita-berita yang ada juga ga pernah ada yang ditanggapi padahal penyiarannya udah nasional. ya mudah2an aja masih ada aparat yang perhatian.

    2. Kayaknya kok ada yg aneh ya. Tadi yg pke kca mata di depan sama sopir, tapi kok jadi dduk di belakang. Trus tu rampok ceroboh banget, ga da planning sama sekali. Pake pistol, dapetnya cuman hp, ga da koordinasi sama temennya, ga kenal jalan di bandung dan ga da janjian mo turun di mana sama temennya kalo abis beraksi. Bingung juga nih bacanya. Pokoknya aneh banget dah….

  112. ayooooo cepet lulus, terus pindah dari bandung–kota yg katanya modis, jd paris van java, namun sebenarnya sarang rampok dan geng motor itu.

  113. Kayaknya kok ada yg aneh ya. Tadi yg pke kca mata di depan sama sopir, tapi kok jadi dduk di belakang. Trus tu rampok ceroboh banget, ga da planning sama sekali. Pake pistol, dapetnya cuman hp, ga da koordinasi sama temennya, ga kenal jalan di bandung dan ga da janjian mo turun di mana sama temennya kalo abis beraksi. Bingung juga nih bacanya.

  114. sy juga pernah mengalami perampokan di sekitar bandung, tepatnya sekitar ITB. Ternyata korban perampokan di sekitar ITB sudah banyak, dan tepatnya ada 4 tmn sy yg sudah pernah mengalaminya. berdasarkan info yg saya dapat, ciri2 pelaku memiliki kesamaan saat menjalani modusnya. yaitu :
    -memakai jaket kulit ( rata2 warna yg dipakai gelap )
    -memakai helm saat beraksi
    -sebelum melakukan aksi, pelaku selalu melihat situasi ( gerak geriknya mencurigakan )
    -pelaku beraksi tidak sendirian
    -menggunakan pistol ( entah asli atau bukan )

  115. Wah, gue tinggal di Bandung 10 tahun, ga pernah ngalamin yang kaya begini.
    Ga bisa ngebayangin kalo kejadian di gue. Baca ceritanya aja, gue merinding, men. 24 Februari pula kejadiannya, pas gue ulang tahun (#penting).
    Masalah gue ama polisi cuman sampe urusan per-SIM-an doang sih, dan itu aja rasanya udah one too many. Ahahaa..
    Makin males deh balik ke Indonesia kalo begini.
    Gue baca juga, masih trauma ya? Semangat ya, mbak. Saya cuman bisa bantu doa semoga bisa lekas sembuh traumanya.😀

  116. ikut share ya mba…..
    parah ya bapa petugas keamanan negara ini seharusnya yg beginian diperhatikan eh malah sibuk pencitraan lembaganya n ngurusin “bripdu” nya….

  117. ya ampun, saya bacanya aja udah emosi, pengen rasanya nampar si polisinya itu. pengen diteriakin, biar mereka sadar, kalo mereka itu digaji untuk mengabdi pada negara. astagfirullah.

    cara penyampaian kamu bagus, cukup jelas, mungkin bisa dikirim juga ke surat kabar nasional, mana tau bisa mendapatkan tanggapan yang lebih positif. hehe.

    salam kenal yaa..

  118. Mbak Nafielah, saya Harni, matematika ITB.. saya lagi ngerjain tugas makalah tentang tindakan kriminal di angkot. Mba Nafielah keberatan ga kalau jadi narasumber saya?
    saya tunggu konfirmasi secepatnya ya mba, terima kasih sebelumnya..

  119. makacih sharena, mbak..
    saya alhamdulillah belum pernah (n jangan pernah) dapet kasus kyk gini di angkot.. jadi membuat saya tambah enggan naek angkot deh *khususnya di bandung cze tinggal d bandung jg*
    tapi saya banyak mendapat pengalaman ga enak pake angkot *pagi, siang, malam*
    skr cih dah ga pake angkot gi. kl motor ngadat n rusak pun, mending telp temen suruh jemput. lebih aman n sejahtera, yg lebih utamanya, gratis :p
    hohoho..

  120. BBM naik? tarif angkot naik? keamanan & kenyamanan di angkot buruk? jangan heran semakin banyak kendaraan pribadi khususnya roda 2.
    Bandung tuh emang udah ga aman dari dulu. saya aja pas smp pernah seangkot dengan rampok modus muntah di kaca jendela. tapi bisa dibilang sekarang mah sudah agak menurun dibanding dulu. soekarno hatta yg daerah samsat itu emang terbilang keras. sudah tak bisa dihitung dengan jari berapa nyawa yg telah melayang di sana. hati2 dengan para bencong/banci yg ada di sana. mereka lebih kejam dari seorang lelaki sesungguhnya.
    saran saya kalo lagi di angkot usahakan jangan sekali2 mengeluarkan barang apapun kecuali duit buat ongkos pas turun. duduk diam saja. pegang barang bawaan dengan rapat. tatap tajam bagian leher ke bawah (terutama pergerakan tangan & kaki, JANGAN MATANYA!) semua penumpang dan lingkungan yg ada di sana. usahakan duduk dekat pintu keluar biar bisa loncat keluar dengan cepat. kalo ngedapatin org dengan penampilan dan perliaku mencurigakan mau naik angkot, SEGERA kamu TURUN di situ.

  121. Sebagai alumni unpad, yg merasakan juga jauhnya transportasi menuju tempat kuliah, sy prihatin dengan peristiwa yg adik alami, mudah2an dgn curhat yg anda sampaikan, menjadi introspeksi bagi kami utk selalu menjaga keamanan masyarakat, khususnya di kota bandung.

  122. agak miris bacanya loh teh,
    saya dulu sempet kuliah di Bandung. Dan naik angkot malem – malem itu udah sering dan gak ada rasa takut sedikitpun. Soalnya saya menyangka Bandung itu cukup aman.
    Semoga ini jadi bahan introspeksi bagi kita semua untuk lebih berhati – hati

  123. halooo… bole kasi saran…????😀
    sekarang memang kadang aparat yang berwajib (padahal ga pernah menunaikan kewajibannya) udah gak bisa dipercaya…
    nah mungkin saran yang satu ini boleh dipertimbangkan, kalo ada kejadian kayak gitu lagi lebih baik ngelapor ke ormas2 masyarakat terdekat (hah,,agak aneh ya), emg aneh kalo dipikir tapi di bandung itu yang namanya ormas kadang yang lebih peduli ama kejadian yang menimpa masyarakat )kan sering denger ato liat ormas kayak BBC (Buah BAtu COrps), atau PP (pemuda pancasila) atau sundawani,,, biasanya mereka punya posko2 atau sekretariat yang agak lumayan mewakili daerah2 tertentu…pokoknya hapalin aja lambang2 ormas itu ,,, jadi kalo liat stiker atau lamabang selain stker yang mewakili lambang oramas tersebut boleh jadi mereka adalah salah satu anggotanya….
    kenapa menyarankan mending lapor ke ormas2 tersebut? karena mereka punya jaringan komunikasi yang kuat serta anggota yang merata di setiap tempat,,, jadi informasi cepat tersebar,,, dan mungkin untuk kasus seperti eneng yang alami tadi bisa aja mereka sweeping angkot dsb (jangan ngeraguin kemampuan mereka lohhh…they can do anything saking kompaknya,,,,),,,,
    nah saran yang terakhir, ini memang ga bisa dilakuin setiap orang kalo lagi panik ato dsb,,,, tapi minimal abis kejadian kalo bisa sih langsung masuk kerumunan orang2 and the just say “tollooonggg,,, rampoookkk!!!”
    masuk kerumunan ojek kek, pedagang kek, atau apapun,,, (bagusnya ojek karena biasanya mereka langsung rame2 balapan ngejar tersangka pastinya hahaha),,, ok dah semoga berguna sarannya, keep save on the streets,,,

  124. Setelah sekian lama terakhir saya komen………..kl sy boleh tahu bagaimana perkembangan kasusnya sekarang? Bukankah ada polisi yg ikutan juga komen dan menyarankan anda kirim E-mail ke polres dan bahkan beliau bersedia bertemu langsung dengan anda?

  125. saya mau ceritakan kesedihan saya saat ini.,saya di fitnah.,dari pertama kali saya kerja saya minta ke adilan dari lotte mart…….
    saya jadi korban..saya di pancing di rayu.,cew itu nama anum., dia pancing saya lewat smz dia gk pernah bilang bahwa dia punya suami., tiba-tiba suaminya datang ke saya di ajak suaminya bicara baik2 sama keluarganya janjinya ada RT dan RW tapi ternyata saya di bohong…i pada malam itu saya di keroyok di keroncong saya di gebukin habis-habisan saya di siram bensin dan saya mau di bakar keadaan di luar jam kerja tapi yang saya heran kenapa lotte mart ikut campur ini kan di luar jam kerja kenapa saya di pecat….mana ke adilan lotte mart..,perjuang saya jalan kaki mencari customer hujan,panas saya lalui karna saya mengabdi sama lotte mart…
    mana yang di bilang lotte mart dia perusahaan yang ternama adil..
    mana semuanya ……tolong di bagi2kan tulisan saya ini….Lihat Selengkapnya

  126. makasih,ceritanya mewakili pengalaman naas saya ketika dipalakin geng motor dan dikeroyok,hampir ditusuk piso, polisi cuek aja,malah pake alibi beda wilayah,padahal jelas itu wilayah dia.
    huuft..
    kejadian nya di batas kota cibiru dan POLSEK CIBIRU GOBLOG malah cuek.
    #bkn maksud provokatif

  127. Kejahatan dapat terjadi dimanapun tanpa memilih korbannya baik pria ataupun wanita. Mulai dari penodongan, perampokan, pemerkosaan dsb.
    Jadilah Kuat dan lindungi diri anda serta orang-orang yang anda cintai dan bergabunglah dengan kami di :
    http://www.bakatsuper.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s