paa

Dari film ini menurut gue banyak banget nilai yang bisa diambil. Dari sisi kehidupan sosial dan pergaulan, politik, ekonomi, masalah pentingnya pendidikan juga ada. Gimana seharusnya kita menjaga diri untuk hal-hal yang belum saatnya, rasa nasionalisme yang tinggi untuk membangun negara.

Bagaimana intrik politik saling menjatuhkan dan menjebak lawan. Bahkan tentang suatu hal yang erat kaitannya dengan kajian ilmu gue, JURNALISTIK. Walaupun cuma sebagian kecil, tapi benar-benar kena banget di gue.

Jurnalis memiliki kewajiban untuk pemberitaan yang benar, tidak berpihak dan komprehensif!

Kisahnya tentang Amol Arte (Abhishek Bachchan) dan Vidya (Vidya Balan) yang kuliah di kampus yang sama. Akibat pergaulan bebas #eaa, Vidya lalu hamil. Amol meminta mengaborsi janin tersebut, karena belum siap untuk memiliki anak. Selain itu iya memiliki cita-cita dan idealisme yang tinggi untuk memperbaiki India.

Vidya yang awalnya kalut mendapatkan kekuatan dari sang Ibu. Vidya bilang ke Amol: “Masalahmu sudah kubereskan..”

Multi-interpretasi bukan? Amol berpikir bahwa Vidya sudah mengaborsi anaknya, sementara dari sisi Vidya, dia berpikir “Oke, anak ini menjadi tanggung jawab gue dan gue gak akan berurusan lagi sama lo (Amol)”

Singkat cerita anak mereka lahir tanpa sepengetahuan Amol. Vidya menjadi seorang dokter, Amol melejit dengan karier politiknya.

Sayangnya semua gak berjalan lancar begitu saja, anak mereka terlahir cacat dengan penampilan fisik yang terlihat lebih tua tiga kali lipat. Selain itu, anak yang diberi nama Auro ini memiliki kelainan saraf, sehingga rambutnya tidak bisa tumbuh dan kepalanya membesar.

Auro (12 tahun)

Auro tumbuh menjadi anak yang cerdas dan mudah bergaul. Ini gak lepas dari pengaruh Ibu dan Neneknya yang selalu membesarkan hati Auro.

Auro kemudian bertemu Amol, saat Amol datang ke sekolah Auro untuk memberikan penghargaan kepada Auro. Auro murid pinter di sekolahnya. Amol tidak mengetahui siapa Auro, dan ia cukup kagum dengan Auro. Amol merasa seperti kenal lama dan memiliki ikatan batin (Yaiyalah, anaknya kale).

Auro pernah bilang ke Amol, kalau dia begitu mengenal Amol. Bahkan ia mengetahui kesalahan Amol di masa lalu. Tentu aja itu bikin Amol bingung dan semakin penasaran dengan Auro.

Di sisi lain, Amol sedang menghadapi pasang surut popularitasnya di kancah perpolitikan. Ia memiliki visi dan misi untuk membangun India dari keterpurukan ekonomi dsb. Walaupun bapaknya Amol gak setuju dan memintanya untuk meneruskan perusahaannya, memiliki istri yang cantik dan hidup dengan tenang.

“Politik itu Busuk”

Alurnya natural, scene demi scene diramu sealami mungkin (menurut gue). Karena gak kaya sinetron-sinetron alay yang serba lebay dan pertemuannya suka aneh, dipaksain banget.

Well, silahkan menontonnya. Karena menurut gue ini salah satu film India yang recommended.

Ada banyak kata-kata Auro yang dalem menurut gue. Salah satunya pas dia pada akhirnya bilang ke Amol.

“Kesalahanmu di masa lalu adalah AKU”

Ihwaw. Yah, keceplosan deh. Padahal tadinya gue mau sok-sok bikin penasaran. Gitu deh gitu. Lo nonton aja biar ikutan seru. Kalo gue ceritain semua ga asik ntar cin.

Oia, lo harus tau kalo yang meranin Auro itu Amitabh Bachchan. *Hah?DariHONGKONG?*

Gue juga sempet bingung muter-muter, Amitabh Bachchannya sebelah mana? Check this out!

Then. tadaaaa..

Begitulah. Canggih ya cin? Yuk mari ditonton. Bye :*

3 thoughts on “paa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s