Piala Sudirman: Fran/Pia Tegaskan Indonesia Jadi Juara Grup B

Qing Dao – Kemenangan Fran Kurniawan Teng/Pia Zebadiah menjadi penentu langkah Indonesia selanjutnya. Bermain dengan keras, Fran/Pia tekuk pasangan Malaysia Peng Soon Chan/Liu Ying Goh, Rabu (25/5), pada babak penyisihan grup Piala Sudirman.

Pada set pertama, ritme permainan awal tampak berantakan. Masing-masing pemain tampak belum menemukan ritme permainan. Meski begitu, Fran/Pia mampu memimpin angka dengan tekanan-tekanan pukulan keras.

Permainan Peng/Goh di set kedua mulai menyerang. Namun kerja sama Fran/Pia mampu membangun pertahanan yang baik. Fran/Pia menang dengan skor akhir 21-18, 21-15.

Hasil ini meneguhkan Indonesia sebagai juara grup setelah mengalahkan Rusia dan Malaysia. Kemenangan ini membuka peluang bagi Indonesia untuk bertemu Jepang atau India.

Piala Sudirman: Greysia/Meiliana Menang, Skor Imbang 2-2

Qing Dao – Kemenangan Greysia Polii/Meiliana Jauhari atas Eei Hui Chin/Wong Pei Tty kembali menyamakan kedudukan Indonesia-Malaysia, 2-2. Hasil imbang ini membuat pertandingan babak penyisihan grup Piala Sudirman, Rabu (25/5), semakin ketat.

Greysia/Meiliana menunjukkan semangatnya dengan terus menyerang secara bertubi-tubi sejak awal pertandingan. Dilain sisi, kesalahan juga beberapa kali dilakukan oleh pasangan malaysia, Chin/Wong.

Set pertama kedudukan imbang dengan angka yang terus saling mengejar, 7-7.
Pengembalian yang tanggung kerap menjadi kesalahan bagi malaysia, sehingga Indonesia mampu mengendalikan permainan.

Pada angka 20-19 untuk Greysia/Meiliana, Chin/Wong ternyata tidak menyerah begitu saja, mereka kembali menyusul menjadi 20 sama.

Duet Malaysia rupanya tidak rela menyerah begitu saja, 21-20. Greysia/Meiliana pun kembali menyusul, 21-21. Dropshot Greysia mampu memetik poin menjadi 22-21. Kemudian netting dari Wong Pei Tty  menggenapkan perebutan angka 23-21 untuk Indonesia.

Pada set kedua, Indonesia mampu merebut poin dan unggul 6-1. Secara teknik dan kemampuan, Greysia/Meiliana  memang terlihat lebih unggul.

Namun beberapa saat kemudian, pasangan Malaysia mampu mengejar karena kesalahan Indonesia, 8 sama. Set kedua 11-8 untuk Indonesia ditutup dengan smash keras dari Greysia.

Kontrol yang baik dari Greysia/Meiliana mampu menahan Malaysia 17-10.
20-13 match poin untuk Indonesia setelah pukulan pasangan Indonesia tak mampu dikembalikan. Indonesia mampu memenangkan partai keempat dengan skor akhir 23-21, 21-13.

Dengan demikian peluang Indonesia untuk menang pada babak ini semakin besar. Pertandingan penentu akan dimainkan oleh ganda campuran Fran Kurniawan Teng/Pia Zebadiah melawan Chan Peng Soon/Goh Liu Ying.

Piala Sudirman: Chong Wei Ungguli Hayom

Qing Dao – Dionysius Hayom Rumbaka takluk hadapi Lee Chong Wei, Rabu (25/5). Hayom menyerah dua set langsung dan Indonesia untuk sementara tertinggal 1-2 dari Malaysia.

Pada partai ketiga babak penyisihan grup B Piala Sudirman ini, Hayom tampil tanpa beban dan tak melakukan banyak perlawanan menghadapi pemain tunggal putra nomor satu dunia, asal Malaysia, Lee Chong Wei.

Chong Wei jelas bukan lawan yang seimbang bagi Hayom. Bermain tanpa alur, Chong wei terus melesat 12-2 pada set pertama. Chong Wei berhasil meninggalkan Hayom 21-8.

Pada awal set kedua, permainan Hayom mulai membaik. Ia sempat menahan Chong Wei beberapa kali. Namun, rupanya perlawanan tersebut tidak berlangsung lama. Chong Wei terus melesat dan unggul jauh 11-4, sebelum akhirnya menang 21-8 .

Dengan begitu Malaysia kembali unggul 2-1 dalam partai ketiga, babak grup Piala Sudirman ini.

Piala Sudirman: Firda Tahan Malaysia 1-1

Qing Dao – Adriyanti Firdasari akhirnya membawa Indonesia samakan kedudukan 1-1 dengan Malaysia pada partai kedua Piala Sudirman babak penyisihan grup B, Rabu (25/5). Tim Merah-Putih pun kembali memiliki kesempatan untuk merebut kemenangan atas Malaysia.
Partai kedua ini mempertemukan tunggal putri Adriyanti Firdasari dengan Lydia Li Ya Cheah. Firda tak mengalami kesulitan saat menghadapi Lydia. Permainannya yang tegas mampu menyelesaikan Lydia dalam dua set saja.


Pada set awal, Firda langsung unggul 8-2. Meski lawan sempat memperkecil ketinggalan menjadi 6-11, Firda kembali menjauh dan akhirnya menang 21-8.

Pada set kedua, Firda juga tak menemui banyak hambatan. Firda tampak menang mudah atas Malaysia, 21-8 dan 21-12.

Pertandingan selanjutnya, Indonesia memasang Dionysius Hayom Rumbaka di sektor tunggal putra. Hayom dipastikan akan bertemu dengan pemain nomor satu dunia Lee Chong Wei.

Piala Sudirman: Alvent/Ahsan Kalah, Malaysia Unggul 1-0

Qing Dao – Pasangan Alvent Yulianto Chandra/Mohammad Ahsan harus menyerah, di partai pertama babak penyisihan Piala Sudirman grup B, Rabu (25/5). Dengan demikian tim Indonesia tertinggal sementara dari Malaysia 1-0.

Duet Alvent /Ahsan diawal pertandingan mampu mengimbangi permainan Koo Kien Keat/Tan Boon Heong. Namun beberapa saat kemudian pasangan Malaysia mampu melejit meninggalkan Alvent /Ahsan, 14-11.

Meski sempat berusaha memperkecil ketinggalan, namun Koo/Tan bukanlah lawan yang seimbang bagi Alvent/Ahsan. Pasangan nomor tiga dunia itu pun meninggalkan  Alvent/Ahsan 15-21.


Pada set kedua, Koo/Tan tampil lebih baik. Sementara duet Indonesia terhitung melakukan beberapa kali kesalahan, sehingga tidak mampu menahan Malaysia. Indonesia tertinggal pada partai pertama dengan skor akhir 15-21, 17-21.

Rumah Dara

“Enaaak Kann?” Eyaa, kata-kata Shareefa Danish ini memang jadi ikon dalam film thriller ini.

Film ini udah lama gue tonton dan menurut gue bagus.

Film ini dimulai dengan pertemuan 6 orang yang berteman, ada Ladya (Julie Estelle), Adjie (Ario Bayu) kakaknya Ladya, Astrid (Sigi Wimala) istri Adjie, dan teman mereka Jimmy (Daniel Mananta), Alam (Mike Lucock), Eko (Dendy Subangil).

Ladya ada konflik sama Adjie, konflik keluarga. Sementara Adjie lagi berusaha memperbaiki hubungannya dengan Ladya, karena Adjie dan Astrid (yang saat itu sedang hamil) mau pamit ke luar negeri. Ladya pun akhirnya melunak ketika Astrid memintanya mengantar ke bandara esok pagi.

Di tengah konflik Ladya dan Adjie, dalam perjalanan mereka bertemu dengan seorang gadis, Maya, yang ngakunya habis dirampok dan gak punya uang untuk pulang. Karena kasihan, Astrid akhirnya menganjurkan untuk mereka mengantar gadis itu pulang.

Ceritanya baru dimulai saat mereka memutuskan untuk mampir dan istirahat sejenak, di rumah Maya, sebelum melanjutkan perjalanan Bandung-Jakarta. Ternyata keluarga Maya menyimpan rahasia besar yang membahayakan Ladya, dkk.

Pertarungan bersimbah darah pun dimulai. Ini film adegannya banyak adegan action dan horor paraah. Berdarah-darah, sadis, nyeremin. Tapi konsep ceritanya bagus. Beda banget sama film horor Indonesia yang banjir belakangan ini, yang SAMPAH.

Best: Make upnya Julie Estelle (Ladya), pas bonyok karena dipukulin. Matanya yang dibikin bengkak dan mukanya yang babak belur, menurut gue paling the best dari film ini.

Worst: Dari awal  Shareefa Danish (Dara) menurut gue udah mencurigakan gerak geriknya. Kalau dalam kehidupan nyata, gue yakin seharusnya Ladya , dkk perlu waspada sama orang yang gak mereka kenal.

Adegan demi adegan bikin nafas gue tertahan dan cukup ngos-ngosan. Karena ritem filmnya cepet banget. Semua adegan film menceritakan waktu yang singkat. Dari malem sampai pagi.

Well, wajib nonton menurut gue. Ada yang udah nonton? Serem kan?

Temen gue yang gue ajakin nonton ini aja sampe gak bisa tidur, mimpi buruk mulu, update status tentang takut-takut mulu. Haha. (Maaf ya Dika…)

Yang bikin gue serem adalah TKP-nya di daerah Bandung. Ya kaliii, sementara gue masih domisili di Bandung. Ini doang yang bikin gue parno.

Enaaaaak kaaaan….??