Bertarunglah Dragon Ball

Orangpun datang
Dan akan kembali
Kehidupan kan jadi satu

Di kehidupan
Yang kedua
Akan menjadi lebih indah

Siapakah yang dapat melaksanakan
Sekarang berusaha mewujudkannya

Cahaya cinta perlahan menyilaukan
Itulah mimpi kehidupan kedua
Mimpi itu,
Dari mana datangnya… aaaa..

Jawabnya ada di ujung langit
Kita ke sana dengan seorang anak
Anak yang tangkas
Dan juga pemberani…

Bertarunglah Dragon Ball
Dengan segala kemampuan yang ada
Bila kembali dari langit
Semoga hidupkan jadi lebih baik

Tugas yang berat
Dilaksanakan
Berjuang agar lebih baik

Siapa yang dapat
Melaksanakannya
Dan berusaha mewujudkan

Semua itu demi hidup yang baik
Hanya dia yang mampu
Melaksanakannya..

(ciptaan: Ade Basuki)

unduh dari Youtube,


Thomas Cup 2010: Simon Terjegal, China Jadi Juara

Meski telah empat kali kalah dengan Chen Jin, Simon Santoso tampak berusaha sebaik mungkin membuktikannya dipertemuan kelima. Simon berhasil memenangkan set pertama dengan nilai 21-19. Namun hasil akhir tetap dimenangkan oleh Chen Jin, 19-21, 21-17, 21-7.

Set kedua, Simon benar-benar berjuang mati-matian untuk mengahabiskan permainan dengan kemenangannya. Simon sempat jatuh bangun dalam mengembalikan bola Chen Jin.

Set kedua ini berjalan begitu menegangkan. Simon berulang kali memberikan serangan balik yang begitu cantik. Angka demi angka berjalan begitu lambat, karena kedua pemain bersaing ketat memperebutkannya. Simon menampilkan semangat yang luar biasa, sementara Chen Jin mudah sekali melakukan kesalahan.

Smash silang Simon beberapa kali mengarah ke sudut kosong Chen Jin, namun terlalu melebar. Game poin untuk Chen Jin di set kedua sempat menuai protes dari Simon, karena raket Chen Jin jauh memasuki net Simon. Namun wasit tetap menyatakan angka bagi Chen Jin.

Ini adalah pertemuan kelima bagi China dan Indonesia. Menariknya dua kemenangan Indonesia berhasil direbut di Kuala Lumpur, Malaysia. Sehingga final kali ini pun diharapkan Indonesia mampu memenangkan pertandingan. Namun ternyata tidak terjadi pada kali ini.

Pada set ketiga, pertahanan dan serangan Simon melemah. Sementara Chen Jin terus melaju dengan penambahan-penambahan angkanya. Wasit kembali memberikan keputusan yang kontroversial. Simon dianggap melakukan kesalahan karena raket melewati net. Hal ini berarti menambah poin bagi Chen Jin, dan cukup menganggu konsentrasi Simon.

Kecepatan serangan dan gerakan Simon pun perlahan mengendur. Simon akhirnya harus menyerah pada Chen Jin. Meski begitu, perjuangan Simon tampak baik sekali dibandingkan ketika ia berhadapan dengan Sasaki, pemain dari Jepang. Permainan Simon juga terlihat lebih baik dari pada perlawanan Taufik Hidayat atas Lin Dan. Dengan demikian Indonesia gagal merebut piala Thomas tahun ini. Skor akhir 3-0 untuk China.

Thomas Cup 2010: Kido/Hendra Kalah, Indonesia Tertinggal 0-2

Posisi tertingal 2-0, gerbang kemenangan mulai terbuka bagi China. Markis Kido/Hendra Setiawan bermain rubber set melawan Cai Yun/Fu Haifeng.

Pada set pertama, permainan sudah mulai sengit terjadi. Ganda terbaik dunia, Kido/Hendra terus berusaha mengejar ketertinggalan pada game pertama yang dimainkan Taufik. Namun angka masih berhasil dimenangkan Cai/Fu, 25-23, 16-21, 21-12.

Kido/Hendra berhasil merebut kemenangan pada set kedua dengan baik. Tapi pada set ketiga pertahanan Indonesia mulai mengedor. China meninggalkan Indonesia dengan kemenangannya di set ketiga. Posisi final saat ini semakin membuka kesempatan China untuk merebut kemenangan.

Sementara Indonesia harus berjuang merebut angka pada ganda kedua Simon Santoso melawan China.

SEMANGAT TIM THOMAS INDONESIA!!

Thomas Cup 2010: Taufik Gagal Rebut Angka

Game final pertama di Thomas Cup 2010 dimenangkan oleh China. Skor sementara menjadi 1-0 untuk China. Taufik Hidayat yang diturunkan pada game pertama melawan Lin Dan harus kalah dengan nilai 7-21, 14-21. Pertandingan berlangsung di Stadium Putra, Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Minggu (16/5).

Pada set pertama Taufik tertinggal jauh 0-5. Lin Dan tampak terus menekan pertandingan dan terus menciptakan angka. Lin Dan kemudian meninggalkan Taufik dengan skor 11-1. Taufik menyerah pada skor 7-21.

Set kedua Taufik mencoba mengejar ketertinggalan, namun belum sempurna. Set kedua kembali dimenangkan Lin Dan, 21-14.

Skor sementara 1-0 untuk China. Dengan demikian Indonesia harus berhasil merebut angka pada pertandingan ganda untuk mengimbanginya.

Uber Cup 2010: Korea Runtuhkan Tembok China, 3-1

Setelah lima kali bertemu di final dan selalu menjadi runer-up, pada Uber Cup 2010 putri-putri Korea berhasil meruntuhkan tembok kemenangan China. Skor akhir 3-1 untuk Korea. Dengan ini China gagal mempertahankan piala Uber untuk yang kedua belas kalinya.

Game keempat antara ganda kedua Korea dan China berlangsung cukup menegangkan. Lee Kyung Won/Ha Jung Eun menang atas  Du Jing/Yu Yang dengan rubber set 19-21, 21-14, 21-19.

Pada set pertama pemain China bermain dominan dan mengendalikan lapangan. Namun pemain Korea tidak jauh tertinggal dengan skor 21-19 untuk China. Set kedua keadaan berbalik, Korea sempat memimpin dengan skor 15-7. Namun drama menegangkan sempat terjadi, karena China mencoba menyusul dengan merebut 7 angka berturut-turut menjadi 15-14.

(foto: lipsus.kompas.com)

Pada set kedua, kekompakan Korea sempat dibuktikan dengan koordinasi yang baik untuk melepaskan bola, skor  menjadi 17-14 untuk Korea. Bola keluar lapangan dengan posisi yang sangat tipis. Set ketiga reli panjang sempat diciptakan pasangan Du Jing/Yu Yang, netting tajam juga akhirnya mereka jatuhkan di posisi kosong pemain Korea. China mengejar angka dari 15-19 menjadi 18-19.

Kemenangan Korea jelas membuat China terpukul, karena gagal membawa pulang kembali piala Uber.

Selamat untuk tim Uber Korea Selatan karena berhasil menciptakan sejarah, dengan membawa pulang piala Uber untuk pertama kalinya.

Uber Cup 2010: Ji Hyun Kalah, Korea Tertahan 2-1

Game ketiga final Uber Cup 2010 kembali menampilkan rubber set yang cukup menegangkan di Stadium Putra, Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (15/5).

Wang Xin, pemain asal China yang juga peringkat kedua dunia, mencoba memberikan bola-bola panjang dan memanfaatkan kelemahan tunggal kedua Korea Sung Ji Hyun. Set pertama Wang Xin bermain unggul 21-14. Wang Xin tampil begitu percaya diri mendikte lawan.

Set kedua berbalik,  Sung Ji Hyun mulai menemukan pola permainan dan terus menekan dengan serangan-serangannya.  Sung Ji Hyun banyak melakukan reli-reli panjang dan berhasil dikuasainya. Wang Xin juga banyak melakukan kesalahan karena sering ragu-ragu untuk melepas atau memukul bola. Sung Ji Hyun kemudian berhasil memenangkan set kedua dengan 21-16.

Namun pada set ketiga, Sung Ji Hyun tampaknya mengalami cedera kaki kiri. Stamina Sung Ji Hyun juga tampak mulai berkurang. Kesempatan ini tidak disia-siakan Wang Xin. Permainan anti klimaks Sung Ji Hyun diselesaikan dengan skor 21-7 untuk China.

Sehingga kemenangan Korea tampaknya harus tertahan dan harus memainkan ganda keduanya. Kedudukan sementara 2-1 untuk Korea.

Uber Cup 2010: Rubber Set, Korea Unggul 2-0

Korea kembali merebut angka pada putaran final. 2-0 atas China. Menghadapi ganda terbaik dunia, pasangan Korea Lee Hyo Jung/Kim Min Jung harus melewati rubber set. Skor 18-21, 21-12, 21-15 untuk pemain Korea.

Meski pemain China diunggulkan, namun Lee/Kim mampu memberikan yang terbaik bagi negara mereka. Meski kalah pada set pertama, di set kedua mereka mulai mengimbangi Ma Jin/Wang Xiaoli. Pada set ketiga, Lee Hyo Jung jatuh bangun merebut angka. Pemain senior berusia 29 tahun ini memberikan teladan luar biasa bagi pemain pemula, untuk terus berjuang mati-matian.

Ma/Wang tidak diam begitu saja ketika Lee/Kim, pasangan non peringkat ini mulai melaju. Namun, kemenangan game pertama oleh ganda pertama, Bae Seung Hee cukup membantu memupuk rasa percaya diri pemain Korea.

Pada set ketiga sempat terjadi reli panjang yang sangat cantik, saat Korea memperebutkan nilai 9-5 menjadi 10-5. Hingga akhirnya Lee Hyo Jung mampu menyelesaikannya dengan baik. Gerbang kemenangan Korea di final Uber ini semakin terbuka. China harus tunduk sementara, 2-0 untuk Korea.