Berguru ke Negeri Belanda

Malem-malem, beberapa waktu yang lalu, saya iseng-iseng online. Ga iseng sih sebenarnya, beres beraktivitas. Saya buka situs free chat gitu, Omegle. Di Omegle, kita bisa chatting sama orang secara acak, yang disebut stranger. Orang asing. Bener-bener asing karna lo gatau chat sama sapa.

Pas di start to chat,

You’re now chatting with a random stranger. Say hi!

You: hi

Stranger: hey

Stranger: asl?

You: 19 f indonesia

You: u?

Stranger: 25 m nederland

Stranger: aah, we have long history

Stranger: but, its ok

You: colonizer. lol.

Stranger: bla bla bla

You: bla bla bla…

***

Kita ngobrol panjang. Namanya Will. Tukeran cerita, Will bahkan pernah berkunjung ke Bali dan Jakarta. Saya belum pernah ke Belanda. Hehe. Berhubung saya pengen study abroad, jadi saya nanya-nanya juga tentang studi di Belanda. Dia banyak ngejelasin ke saya. Dari situ saya pun mulai searching tentang kuliah di Belanda.

Kuliah di Belanda? Kursus bahasa Belanda dulu dong?

Gaa. Ga perlu.😀

Karena pengantarnya bahasa Inggris juga.

Melanjutkan kuliah di Belanda, saat ini bukan hal yang aneh lagi bagi pemuda Indonesia. Meski memiliki catatan sejarah yang kelam, toh saat ini hubungan Indonesia-Belanda terhitung cukup baik. Berdasarkan webometrics.info, perguruan tinggi di Belanda pun masuk dalam jajaran TOP di dunia.

Sebut saja Utrecht University di urutan 79 peringkat dunia. University of Amsterdam peringkat 86, University of Groningen peringkat 125, dan seterusnya.

Jadi inget sepenggal lirik lagu Trio Kwek Kwek (judul: Katanya)..

Belanda negeri kincir (katanya… katanya…)
Keju penghasilannya (katanya… katanya…)
Tulip nama bunganya (woow… woow…)
Dam nama bendungannya

http://grade6photo.posterous.com/

http://ms.wikipedia.org/wiki/Kincir_angin
http://galaxy-semesta.blogspot.com/2009/11/tentang-keju.html

***

Ada inovasi di Belanda, yang membuat saya secara pribadi kagum.

Pembangunan Nederland dari tanah tergenang air menjadi daratan yang didiami manusia. Itu dahsyat banget kan. Wilayah negara kita diperluas dengan membuat dam. Proses ini telah dimulai sejak 1575-1650. Bisa dibayangkan, betapa hebatnya pemikiran ilmuan disana saat itu.

Sesuatu yang bisa dibilang kekurangan mereka, karena struktur tanah yang rendah, kemudian disulap menjadi keunggulan mereka.

Sesuai dengan namanya, Belanda (bahasa Belanda: Koninkrijk der Nederlanden, secara harfiah artinya “Kerajaan Tanah-Tanah Rendah”) adalah sebuah negara di Eropa bagian barat laut.

That’s way, beberapa namanya pake dam-daman. AmsterDAM, RotherDAM.

Saya kemudian tertarik, hemm, gimana ya proses awalnya dan cara menyulap perairan menjadi daratan. Searching di google. Scroll, klik. Back, search again. Then, tadaaaaaa…

Saya menemukan tulisan saudara Hamus, di Kompasiana.com. Baca disini.. Saya kutip secara singkat yaa,

Pertama-tama, mereka membuat duinen (pematang raksasa). Lalu meletakkan bukit pasir mengelilingi tanah yang rendah letaknya. Dari pematang yang berbentuk bukit pasir yang sudah diletakkan kemudian ditanami berbagai jenis rumput dan belukar dan berbagai pohon kayu. Perjalanan masa, lambat laun tanah pasir -veenkleien- yang berada dalam lingkaran duinen yang sudah terputus hubungannya dengan laut (air pasang-surat), kemudian jadi mekar, lama-lama timbul daratan. Daratan; tanah pasir yang sudah timbul, masih dimana-mana terpencar sisa kumpulan air dalam danau kecil, yang berbentuk telaga. Dan daratan dari kemekaran veenklei didalam lingkungan duinen timbul ini disebut ‘Folder’.

Sisa air yang dimana-mana tergenang didanau kecil, dikenal dengan nama ‘lagunes dan plassen’. Selanjutnya plassen-plassen ini dikeringkan menyusul, dengan jalan memompa airnya keluar, lama-lama daratannya jadi bertambah.

Bla bla bla.. hingga akhirnya banyak yang menempati wilayah tersebut dan memudahkan pembentukan daratan itu.

Waaah, keren yaa. Zaman dulu saja sudah bisa berpikir seperti itu. Apalagi sekarang,

So, guys. Berguru di Belanda ga ada salahnya buat kita coba. Siapa tahu dikemudian hari kita bisa mengkondisikan kehidupan di udara. Hahaha. Maybe, someday. Who knows??

=)

Sumber:

http://umum.kompasiana.com/2010/03/25/air-ancaman-dan-sahabat-orang-di-belanda/

http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda#Daerah

9 thoughts on “Berguru ke Negeri Belanda

  1. Faeeee,,tulisan yang sangat menginspirasi:)
    Zaman dahulu saja pemikiran orang Belanda udah kayak gitu,,apalagi sekarang ya??
    Mengingatkan kita juga sbg generasi muda agar senantiasa mengoptimalkan otak dan waktu agar senantiasa menghasilkan karya2 baru..

    Jadi pengen ke Belanda juga neee..hehhee…amin:)

    1. Makasih Yolaa,
      yupp, semoga bisa jadi pemicu kita untuk terus belajar dan memberikan yang terbaik untuk Indonesia.
      =)

      Kayanya seru yaa belajar di sana.. Mariii…!!
      Hehehe
      amiin..

  2. Wah memang ya, walaupun punya sejarah kelam antara kita dan mereka, toh masih banyak ilmu yg perlu kita pelajari dari mereka.
    Bukan masa-masa hitamnya saja yg terus diingat, tapi justru rasa syukur karena dulu kita juga pernah diajarkan banyak hal lho. hehehhe….. Lihat aja Jepang, negeri sakura yang mempertahankan seni dan budaya. Bahkan kita juga bisa belajar tentang etos kerja mereka yang luar biasa.
    So ga ada salahnya kan kita belajar dari negara yg dulu pernah menjajah kita, hehehe..

    1. iyaa, udah bukan saat nya lagi kita mengungkit-ungkit masa lalu. walaupun tetap yaa “Jas Merah”😀, jangan pernah sekali-kali melupakan sejarah.
      tapi saat nya ini menjadi pelajaran buat kita. belajar di negeri Belanda seruu yaa.
      mari kita mengambil hal-hal positif yang bisa kita terapkan juga di Indonesia.
      Semangat untuk negeriii!!
      =)

    1. saya belum pernah ke Belanda, semoga dapet kesempatan buat belajar di sana.
      waah, kamu mau ke Belanda ya? Sukses ya. Terima kasih sudah mampir di blog saya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s