9 Elements of Journalism

Menjadi jurnalis profesional, salah satunya harus memahami teori jurnalistik. Jurnalis tidak hanya bertugas mencari dan melaporkan berita, tetapi juga memiliki etika dan tanggung jawab sosial.

Bill Kovach dan Tom Rosensteil merumuskan 9 elemen jurnalisme.

1. Journalism First Obligation is to The Truth

Kewajiban utama dalam kegiatan jurnalistik adalah kebenaran. Tidak boleh asal dan sembarangan. Tidak ditambah ataupun dikurangi. Bukan Gosip dan kabar burung.

2. Its First Loyality is to Citizens

Jurnalisme loyal kepada publik. Mengutamakan kebutuhan masyarakat luas. Bukan kebutuhan pribadi atau kepentingan media belaka.

3. Its Essence is a Discipline of Verification

Jurnalisme berarti disiplin verifikasi. Segala bentuk fakta dan data yang kita peroleh, harus diverifikasi ulang. Tidak boleh langsung percaya begitu saja. Cek ulang itu harus dilakukan terlebih dahulu.

4. Its Practitioners must Maintain an Independence from Those They Cover

Para praktisinya harus menjaga independensi terhadap sumber berita. Privasi sumber berita harus tetap dijaga. Masih inget kasus Kick Andy yang mewawancarai Mayor Alfredo kan?

Andy F. Noya tidak bisa memberitahukan keberadaan Mayor Alfredo, walaupun saat itu Alfredo menjadi buronan yang paling dicari. Baca disini.

5. It must Serve as an Independent Monitor of Powers

Selalu bersikap sebagai pemantau kekuasaan. Sebagai kontrol pemerintah dan sebagainya.
6. It must Provide a Forum for Public Criticm and Compromise

Menyediakan ruang pubik untuk mengkritik maupun mendukung masyarakat. Untuk menampung aspirasi warga masyarakat. Kalau di koran, bentuknya bisa seperti Surat Pembaca, Opini, dan lain-lain.

7. It must  Strive to make Significant Interesting and Relevan

Berupaya membuat hal yang penting, menarik dan relevan. Agar apa yang disampaikan bisa dimengerti oleh masyarakat. Tidak bertele-tele, langsung ke poin yang dimaksudkan. Menarik, sehingga masyarakat mau membacanya.

8. It must Keep The News Comprehensive and Proportional

Menjaga agar berita selalu komprehensif dan proporsional. Tidak hanya melihat dari satu sisi saja, tapi ke semua pihak yang terlibat. Jika ada korban dan pelaku, maka tanya keduanya. Ditambah juga dari praktisi dan pihak terkait.
9. Its Pratitioners must be Allowed to Exercise Their Personal Consciense

Para praktisinya, alias para jurnalis, bekerja menggunakan hati nurani. Penyampaian berita, pada dasarnya juga ditentukan oleh hati nuraninya.

(sumber: Kompetensi Wartawan, Dewan Pers.

Dengan penambahan penjelasan dari gw ^^)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s