Saya, Amien Rais dan BJ Habibie

What? Apa ini? Hehe.

Menanti sebenarnya. Kapan ketiga nama itu bisa disandingkan dengan sejajar. Hemm.. One day in my life.

Terlepas dari berbagai hal yang terjadi selama ini, Pak Amien dan Pak Habibie menurut gw orang-orang yang sangat hebat. Pintar. Dan berpengaruh. Keduanya punya bagian masing-masing saat gaung reformasi dibunyikan.

Yah, salut untuk mereka.

Gw habis nonton Tatap Muka di TVone, Farhan dan Pak Amien Rais. Dilanjutkan dengan Rossy di GlobalTV Rosiana Silalahi dan Pak Habibie. Mengingat beberapa kejadian silam.

Hem, sebenernya pengen cerita. Gw pernah wawancara Pak Amien loh. Huahuaa.. Seneng gitu. Pas gw masih di tingkat 1. Menghadiri seminar bareng Riska, dan kemudian bertemu Tiara. Mendengarkan orasi ilmiahnya.

Terus, gw berjuang dengan dukungan doa dari Riska, gw nguber Pak Amien buat wawancara. Dari ruangan seminar, gw dan Riska menyelinap masuk ke ruangan panitia buat ketemu Pak Amien. Menerobos tangga khusus yang sebenernya ga boleh dilewatin kita. Bla bla bla.

Hingga akhirnya gw ketemu Pak Amien Rais, dan wawancara eksklusif  ke beliau. Kagak ada wartawan lain noh di situ. Cuma gw dan ajudannya (sepertinya). Riska ga ikutan masuk. Baru pertanyaan kedua dan Pak Amien menjawab,  beberapa saat kemudian, terus wartawan berdatangan, diberondong, gw terdorong-dorong dan berdesakan.

Ahh, gw ga suka bagian ini. Kalau cuma wawancara orang yang sibuk dan bisa ditemui beberapa detik doang, sambil jalan sih oke. Tapi kalo sambil desek-desekan dan sesama wartawan ga peduli mau cowok atau cewek yang dihimpit dan didorongnya, aduuuhh ga deh. Selam cuy.

Tapi gw seneng banget waktu itu. Bisa wawancara Pak Amien eksklusif. Haha. Secara waktu itu gw masih anak bawang abis bo! Saking girangnya, gw gada dokumentasinya waktu itu. Haha. Riska juga cuma terdiam, terhenyak aja (Haha lebay). Saksi hidup, Riska dan Tiara. Hoho.

Ketemu Pak Habibie pernah juga. Pas beliau lagi ngisi orasi ilmiah di ITB. Tapi berhubung gw ada kuliah waktu itu, jadi ga sempet “memaksakan diri” buat ketemu dan berbincang.

Hemm. Suatu saat, itu gw.

Amiiin ya Rabb.

🙂😀

Saran buat calon wartawan: Selain lo memiliki kompetensi untuk menjadi seorang jurnalis, lo juga harus berbadan kuat dan siap bertarung dengan wartawan lain pas desek-desekan. Hehe.

Semangat!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s