Berguru ke Negeri Belanda

Malem-malem, beberapa waktu yang lalu, saya iseng-iseng online. Ga iseng sih sebenarnya, beres beraktivitas. Saya buka situs free chat gitu, Omegle. Di Omegle, kita bisa chatting sama orang secara acak, yang disebut stranger. Orang asing. Bener-bener asing karna lo gatau chat sama sapa.

Pas di start to chat,

You’re now chatting with a random stranger. Say hi!

You: hi

Stranger: hey

Stranger: asl?

You: 19 f indonesia

You: u?

Stranger: 25 m nederland

Stranger: aah, we have long history

Stranger: but, its ok

You: colonizer. lol.

Stranger: bla bla bla

You: bla bla bla…

***

Kita ngobrol panjang. Namanya Will. Tukeran cerita, Will bahkan pernah berkunjung ke Bali dan Jakarta. Saya belum pernah ke Belanda. Hehe. Berhubung saya pengen study abroad, jadi saya nanya-nanya juga tentang studi di Belanda. Dia banyak ngejelasin ke saya. Dari situ saya pun mulai searching tentang kuliah di Belanda.

Kuliah di Belanda? Kursus bahasa Belanda dulu dong?

Gaa. Ga perlu. 😀

Karena pengantarnya bahasa Inggris juga.

Melanjutkan kuliah di Belanda, saat ini bukan hal yang aneh lagi bagi pemuda Indonesia. Meski memiliki catatan sejarah yang kelam, toh saat ini hubungan Indonesia-Belanda terhitung cukup baik. Berdasarkan webometrics.info, perguruan tinggi di Belanda pun masuk dalam jajaran TOP di dunia.

Sebut saja Utrecht University di urutan 79 peringkat dunia. University of Amsterdam peringkat 86, University of Groningen peringkat 125, dan seterusnya.

Jadi inget sepenggal lirik lagu Trio Kwek Kwek (judul: Katanya)..

Belanda negeri kincir (katanya… katanya…)
Keju penghasilannya (katanya… katanya…)
Tulip nama bunganya (woow… woow…)
Dam nama bendungannya

http://grade6photo.posterous.com/

http://ms.wikipedia.org/wiki/Kincir_angin
http://galaxy-semesta.blogspot.com/2009/11/tentang-keju.html

***

Ada inovasi di Belanda, yang membuat saya secara pribadi kagum.

Pembangunan Nederland dari tanah tergenang air menjadi daratan yang didiami manusia. Itu dahsyat banget kan. Wilayah negara kita diperluas dengan membuat dam. Proses ini telah dimulai sejak 1575-1650. Bisa dibayangkan, betapa hebatnya pemikiran ilmuan disana saat itu.

Sesuatu yang bisa dibilang kekurangan mereka, karena struktur tanah yang rendah, kemudian disulap menjadi keunggulan mereka.

Sesuai dengan namanya, Belanda (bahasa Belanda: Koninkrijk der Nederlanden, secara harfiah artinya “Kerajaan Tanah-Tanah Rendah”) adalah sebuah negara di Eropa bagian barat laut.

That’s way, beberapa namanya pake dam-daman. AmsterDAM, RotherDAM.

Saya kemudian tertarik, hemm, gimana ya proses awalnya dan cara menyulap perairan menjadi daratan. Searching di google. Scroll, klik. Back, search again. Then, tadaaaaaa…

Saya menemukan tulisan saudara Hamus, di Kompasiana.com. Baca disini.. Saya kutip secara singkat yaa,

Pertama-tama, mereka membuat duinen (pematang raksasa). Lalu meletakkan bukit pasir mengelilingi tanah yang rendah letaknya. Dari pematang yang berbentuk bukit pasir yang sudah diletakkan kemudian ditanami berbagai jenis rumput dan belukar dan berbagai pohon kayu. Perjalanan masa, lambat laun tanah pasir -veenkleien- yang berada dalam lingkaran duinen yang sudah terputus hubungannya dengan laut (air pasang-surat), kemudian jadi mekar, lama-lama timbul daratan. Daratan; tanah pasir yang sudah timbul, masih dimana-mana terpencar sisa kumpulan air dalam danau kecil, yang berbentuk telaga. Dan daratan dari kemekaran veenklei didalam lingkungan duinen timbul ini disebut ‘Folder’.

Sisa air yang dimana-mana tergenang didanau kecil, dikenal dengan nama ‘lagunes dan plassen’. Selanjutnya plassen-plassen ini dikeringkan menyusul, dengan jalan memompa airnya keluar, lama-lama daratannya jadi bertambah.

Bla bla bla.. hingga akhirnya banyak yang menempati wilayah tersebut dan memudahkan pembentukan daratan itu.

Waaah, keren yaa. Zaman dulu saja sudah bisa berpikir seperti itu. Apalagi sekarang,

So, guys. Berguru di Belanda ga ada salahnya buat kita coba. Siapa tahu dikemudian hari kita bisa mengkondisikan kehidupan di udara. Hahaha. Maybe, someday. Who knows??

=)

Sumber:

http://umum.kompasiana.com/2010/03/25/air-ancaman-dan-sahabat-orang-di-belanda/

http://id.wikipedia.org/wiki/Belanda#Daerah

UU KIP Berlaku, Informasi Publik Tidak Boleh Lagi Ditutupi

Terhitung sejak Jumat (30/4), UU Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP) mulai berlaku di Indonesia. Dengan begitu, saat ini badan publik tidak lagi boleh menutup-nutupi informasi.

Dulu, paradigmanya adalah semua informasi tertutup kecuali yang diperbolehkan untuk dibuka. Namun sekarang berubah menjadi, semua informasi terbuka kecuali yang dikecualikan.

Informasi yang dikecualikan terdapat pada pasal 17 UU KIP. Antara lain, informasi publik yang apabila dibuka dan diberikan:

–          Dapat menghambat proses penegakan hukum

–          Dapat mengganggu kepentingan perlindungan hak atas kekayaan intelektual dan perlindungan dari persaingan usaha yang tidak sehat

–          Dapat membahayakan pertahanan dan keamanan negara

–          Dapat mengungkapkan kekayaan alam Indonesia

–          Dapat merugikan ketahanan ekonomi nasional

–          Dapat merugikan kepentingan hubungan luar negeri

–          Dapat mengungkap isi akta otentik yang bersifat pribadi dan kemauan terakhir ataupun wasiat sesorang

–          Dapat mengungkap rahasia pribadi

–          Termasuk juga memorandum atau surat antar Badan Publik yang menurut sifatnya dirahasiakan kecuali atas putusan Komisi Informasi atau Pengadilan

–          Informasi yang tidak boleh diungkapkan berdasarkan UU

***

Manfaat keterbukaan informasi:

–          Menciptakan tata pemerintahan yang baik dan bersih

–          Meningkatkan fungsi, kualitas, dan kinerja Badan Publik

–          Menciptakan citra dan reputasi yang positif dari masyarakat

–          Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menciptakan tata pemerintahan yang lebih baik

–          Meningkatnya kecerdasan dan kesejahteraan masyarakat

Freddy H. Tulung, Kepala Badan Informasi Publik, menyampaikan bahwa saat ini tidak lagi ada alasan bagi instansi pemerintah/ lembaga negara untuk menutup informasi. Karena setiap orang berhak memperoleh informasi publik dengan cara melihat dan mengetahui informasi serta mendapatkan salinan informasi publik.

Pihak yang sengaja tidak menyediakan informasi publik yang tidak dikecualikan, dan mengakibatkan kerugian orang lain, akan dipidana 1 tahun kurungan dan/ atau denda maksimal 5 juta rupiah. Tidak hanya itu, sanksi juga diberikan bagi pihak yang sengaja menggunakan informasi untuk tindakan yang melawan hukum.

UU KIP ini berlaku untuk:

–          Badan Pemerintahan Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif (Kepresidenan, DPR, MA, MK, Dept. Pertahanan, DPRD, PN, Perangkat daerah, kelurahan)

–          Badan lain yang fungsi dan tugas pokoknya berkaitan dengan penyelenggaraan negara yang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari APBN dan APBD. Seperti KPK, KPI, KPU, RRI, TVRI, Antara, Perguruan Tinggi Negeri.

–          Organisasi non-pemerintah seperti pengelola zakat, kotak amal rumah ibadah, sumbangan bencana alam, LSM, panti asuhan yang menerima sumbangan masyarakat, karang taruna, dewan pers.

Lalu apa dampaknya bagi kita sebagai mahasiswa?

Besar sekali kawan-kawan. Dengan kebijakan ini, kita bisa memperoleh transparansi dari perguruan tinggi kita (baca: Unpad), terkait dana mahasiswa, beasiswa dan sebagainya, yang selama ini masih menjadi isu utama bagi kita semua. Sehingga kita bisa mengawasi secara langsung dan turut mengawal Unpad menjadi perguruan tinggi yang lebih baik lagi.

Tidak hanya itu, lebih luas lagi kita pun bisa mengawal pemerintahan Indonesia yang bersih dan bebas korupsi.

Lalu apakah kita akan melewatkannya begitu saja??

Hidup Mahasiswa!!

***

Nafielah Mahmudah,

Dirjen Kebijakan Publik Daerah

BEM Kema Universitas Padjadjaran

Shattered Glass

(google.com)

Film ini bercerita tentang Stephen Glass (Hayden Christensen), seorang jurnalis majalah bergengsi di Amerika, The New Republic. Sekedar informasi, The New Republic merupakan bacaan di pesawat kepresidenan. Glass terkenal sebagai salah seorang jurnalis yang handal dan dapat mengungkapkan berita menarik yang sulit ditemukan oleh jurnalis lainnya. Perjalanan karier cukup baik.

Teknik investigasi yang dilakukan Glass sering kali eksklusif dan majalah lain tidak banyak memuatnya. Glass juga menjadi penulis paruh waktu di majalah Rolling Stone, Harper’s and George.

Hingga pada suatu saat Glass menulis artikel mengenai hacker muda, judul artikelnya Hack Heaven. Artikel tersebut lolos dari editor dan naik cetak. Disaat yang sama, redaktur majalah online Forbes memarahi reporternya, karena tidak meliput berita penting dan menarik seperti yang dilakukan Glass. Namun ternyata majalah Forbes, Adam L. Penenberg, berhasil membuktikan bahwa artikel tersebut fiktif.

Charles Lane (Peter Sarsgaard) sebagai editor merasa terpukul ketika artikel yang ada di majalahnya dikatakan fiktif. Chuck, begitu ia biasa dipanggil, kemudian melakukan penyelidikan sendiri ke lapangan. Ia mencek semua tempat yang dituliskan sebagai lokasi pertemuan dan sebagainya. Ia juga bertanya ke orang-orang sekitar lokasi.

Sedikit demi sedikit, Chuck menemukan fakta bahwa artikel Glass adalah fiktif. Namun, awalnya Chuck tidak didukung oleh para reporter lama yang ada di The New Republic. Soalnya Chuck merupakan editor baru yang menggantikan Michael  Kelly, yang dipecat secara tiba-tiba. Padahal Michael sangat dekat dengan seluruh rekan kerjanya di The New Republic.

Sementara itu, Glass yang takut ketahuan mulai melakukan usaha untuk mempertahankan diri dan meyakinkan banyak orang tentang artikelnya. Ia membuat saluran telepon palsu, website, nama kontak dan data-data palsu. Namun pada akhirnya Glass ga bisa berkelit lagi.

Setelah dicek, ternyata 27 dari 41 tulisannya di The New Republic merupakan hasil karangannya. Wah, imajinatif sekali ya. Coba kalau dialihkan untuk menulis novel, pasti Glass ga harus kehilangan kerjaannya. Adam L. Penenberg kemudian memuat tulisan tentang cerita khayalan Glass, dan The New Republic menyampaikan permohonan maafnya kepada masyarakat luas.

Glass melakukan hal itu untuk membuktikan eksistensinya, karena selama ini orang tua Glass menuntutnya menjadi seorang dokter atau pengacara. Akhirnya Glass harus kehilangan karier cemerlang yang selama ini ia bangun, dan ia pun memilih untuk kuliah lagi dan mempelajari ilmu hukum.

Film ini bagus untuk ditonton banyak orang, utamanya jurnalis. Karena budaya copy-paste atau bahkan sumber “khayalan” bukan ga mungkin menggoda kita. Padahal kegiatan yang kaya gitu merupakan HARAM, harga mati di bidang jurnalistik. Shattered Glass diangkat dari sebuah kisah nyata. Artinya, fenomena narasumber “khayalan” itu benar terjadi.

Ini adalah artikel yang ditulis Adam L. Penenberg, baca.

Ada dua hal menarik dalam film ini. Pertama, sisi gelap kehidupan jurnalis yang mungkin juga terjadi di dekat kita, media massa Indonesia. Kedua, kegigihan editor untuk membuktikan kevalidan tulisan, meskipun pada akhirnya ia harus menerima kenyataan pahit tentang penulisnya.

Gw menyarankan untuk menonton film ini, cocok untuk pelajaran semua umur. Bagus. Sangat bermakna, menggugah, menohok, bahkan menampar dunia jurnalistik (Hehe, agak berlebayan). Just watch it!!

b^^d (two thumbs up)

Komunikasi Massa

Komunikasi massa? Komunikasi yang melibatkan orang banyak. Berbicara di depan massa? Apa sebenarnya makna komunikasi massa?

Ada beberapa definisi yang bisa menjelaskan makna dari komunikasi massa.

Definisi Komunikasi Massa

proaudiosuperstore.com

Di antaranya definisi, menurut:

1. Bittner: Pesan yang disampaikan melalui media massa sejumlah besar orang.

2. Gerbner: Produksi dan distribusi yang berlandaskan teknologi dan lembaga dari arus pesan yang kontinu serta paling luas dimiliki orang dalam masyarakat industri.

3. Wright: Bentuk baru ini dapat dibedakan dari bentuk lainnya yang terdahulu, dengan karakteristik utama: Ditujukan pada khalayak yang relatif besar, Heterogen dan anonim, Pesan disampaikan secara terbuka, Seringkali menjangkau audiens secara acak, Sekilas, Komunikator berada dalam organisasi yang kompleks yang melibatkan biaya besar.

4. Severin dan Tankard: Komunikasi massa adalah sebagian keterampilan, sebagian seni dan sebagian ilmu.

Artinya, komunikasi massa harus dikelola oleh orang-orang yang mempunyai keterampilan-keterampilan khusus, tanpa ilmu tidak bisa menjalani komunikasi massa. Orang tersebut harus punya seni yang tinggi, agar komunikasi massa yang ditampilkan menarik.

5. Jalaludin Rakhmat: Komunikasi massa diartikan sebagai jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen dan anonim melalui media cetak atau elektronik, sehingga pesan yang sama dapat diterima secara serentak dan sesaat.

Elemen-elemen Komunikasi Massa

1. Komunikator, penyampai pesan. Diperngaruhi oleh budaya, persaingan, kompleksitas, biaya.

2. Pesan. Terdiri dari: Kode (Kata-kata tertulis, kata-kata terucap, foto, suara musik), Konten (Isi program acara, berita/ informasi media).

3. Komunikan/ khalayak. Karakteristiknya: Berjumlah besar dan banyak, heterogen, anonim, terpisah secara fisik.

4. Media. Tujuh media lembaga, yaitu buku, surat kabar, majala, radio, televisi, rekaman dan komputer.

5. Gatekeeper, demi pers yang bertanggung jawab. Fungsinya berwenang menghilangkan pesan, meningkatkan jumlah dan pentingnya sebuah pesan, mengurangi jumlah dan pentingnya pesan.

6. Regulator. Fungsinya mengatur dan mengontrol media yang keberadaannya di luar media. Seperti pemerintah yang menyensor, pemasang iklan yang kecewa, dan khalayak yang resah.

7. Feedback. Jenisnya: Representative feedback, Cumulative feedback, Quantitative feedback, Institutionalized feedback, Indirect feedback, Delayed feedback.

8. Filter. Berupa filter fisik, non fisik dan budaya yang ada.

Karakteristik Komunikasi Massa

* Komunikator melembaga
Komunikator tidak berbicara atas nama dirinya sendiri, tapi atas nama lembaga yang menyiarkan. Komunikator dalam komunikasi massa dinamakan komunikator kolektif. Karena segala sesuatu yang dikomunikasikannya adalah hasil kerja sama berbagai kerabat kerja.

* Pesan bersifat umum

Pesan yang disampaikan adalah mengenai kepentingan umum dan untuk umum. Tidak untuk segelintir atau sekelompok orang tertentu. Lain halnya dengan media nirmassa (media massa yang harus diakses terlebih dahulu. Contoh: Internet).

* Komunikan anonim dan heterogen

Komunikator tidak mengenal komunikan (anonim), karena menggunakan media. Komunikan terdiri dari berbagai lapisan masyarakat  berbeda usia, kelamin, agama, pekerjaan, pendidikan, dll.

* Berlangsung satu arah

Diantara komunikator dan komunikan tidak terjadi dialog. Sehingga tidak terjadi pengendalian arus informasi.

* Menimbulkan kesempatan

Pesan yang disampaikan dapat diterima oleh khalayak dalam waktu yang sama (serempak).

* Feedback tertunda

Hal ini disebabkan oleh sifatnya yang satu arah. Sehingga feedback (umpan balik) menjadi tidak langsung dan segera.

* Mengutamakan isi daripada hubungan

Dalam komunikasi massa, isi pesan yang sistematis dan disesuaikan dengan karakteristik media yang digunakan lebih penting dibandingkan dengan unsur hubungan yang harus ada dalam komunikasi antar personal.

* Terbatasnya stimulasi alat indera

Stimulasi alat indera yang bergantung pada jenis media yang digunakan. Misal, media radio, khalayak hanya menggunakan telinga, televisi menggunakan mata dan telinga, majalah mengandalkan mata dan seterusnya.

Sumber: Materi perkuliahan Komunikasi Massa, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Bandung.

The Woman Who Still Wants To Marry

Dari judul juga kita udah tau yaa, ini film tentang apaan. Ceritanya ada 3 wanita yang usianya sebenernya sudah cukup mateng untuk menikah, tapi belum nikah-nikah. Mereka wanita karier, yang memiliki kisah percintaan yang menyedihkan. Jurnalis, penerjemah dan konsultan restaurant.

Jung Da Jung, Lee Shin Young, Kim Boo Ki

Lee Shin Young (Park Jin Hee)

Seorang jurnalis usia 34 tahun. Kariernya sebenarnya tidak berjalan lancar, kisah cintanya juga ga mulus. Diusia yang sudah sangat matang itu, dia pengen segera menikah. Waktu kuliah Shin Young pernah punya pacar seorang pilot. Tapi kemudian putus karena Shin Young melanjutkan studi S2 di luar negri, padahal Shin Young masih suka. Mantan pacarnya itu bahkan mau menikah dan mengundang Shin Young.

Tapi ternyata pernikahannya gagal, dan Shin Young diajak balikan. Shin Young mau? Hemm.

Ga lama kemudian Shin Young ketemu dengan dokter muda. Walaupun dokter tersebut sempat melakukan pendekatan, tapi ujung-ujungnya ga jadi. Baru lah kemudian Shin Young ketemu dengan Ha Min Jae, yang beda usianya 10 tahun lebih muda. Waw. Trus?

Jung Da Jung (Uhm Ji Won)

Penerjemah bahasa Inggris yang pintar dan cantik. Sama kaya Shin Young, usianya juga udah 30 tahun lebih. Pernah pacaran dengan laki-laki yang lebih muda, tapi gagal. Jung Da Jung menargetkan dalam satu tahun kedepan sudah harus menikah. Tapi dia punya sederet kriteria. Harus ganteng, pintar dan kaya.

Kemudian ketemu dokter muda di sebuah seminar kesehatan di luar negeri. Gimana ya ceritanya? Sesuai dengan kriteria kah?

Kim Boo Ki (Wang Bit Na)

Konsultan restauran usia 30 tahun ke atas. Belum menikah karena trauma dengan masa lalu. Pernah punya pacar yang suka nyuruh-nyuruh, matrealistis dan ngeselin abis. Akhirnya dia bertekad untuk menjadi wanita yang kuat dan punya pertahanan diri lebih dengan belajar berbagai macam ilmu beladiri. Kim Boo Ki paling dewasa di antara dua teman lainnya.

Kim Boo Ki pernah pacaran dengan laki-laki bersuami. Tapi akhirnya malah jadi temenan sama istri selingkuhannya itu. Wah wah..

Ha Min Jae (Kim Bum)

Tergabung dalam band Indie, punya banyak penggemar, banyak cewek yang naksir. Tapi dia malah suka sama Shin Young yang usianya lebih tua. Awalnya Min Jae taruhan dengan sahabatnya Ban Seok untuk mendapatkan Shin Young. Tapi ternyata Min Jae beneran suka. Min Jae punya keluarga yang bermasalah. Ibunya stress karena keluarganya berantakan, bapaknya selingkuh.

Yoon Sang Woo (Lee Pil Mo)

Pilot muda. Pernah pacaran dengan Shin Young lalu putus karena Sang Woo ga bisa pacaran jarak jauh. Lalu mau menikah dengan perempuan lain, tapi gagal. Karena merasa bersalah dengan Shin Young. Berencana memperbaiki hubungannya dengan Shin Young, tapi Shin Young sudah memiliki hubungan dengan Ha Min Jae.

Hingga akhirnya dia bertemu dengan seorang wanita yang lebih tua beberapa tahun, dan dia suka. Tapi ternyata wanita tersebut adalah ibunya Ha Min Jae. Karena menikah muda, makanya wanita tersebut punya anak berusia 24 tahun, padahal dia baru berusia 42 tahun. Jadi gimana tuh?

Ibu Ha Min Jae stress karena suaminya selingkuh, dan pernah juga dengan Kim Boo Ki ternyata. Waahh..

Na Ban Seok (Choi Chul Ho)

Dokter muda ga pernah pacaran. Suka sama Shin Young yang pernah jadi pasiennya. Tapi kemudian beralih ke seorang penerjemah cantik yang ditemuinya, saat ia menjadi pembicara di seminar kesehatan Internasional. Ban Seok sahabatnya Min Jae.

Yahh, kira-kira begitu. Bisa menarik benang merah dari deskripsi gw tentang pemerannya ga?

Intinya ketiga wanita tersebut berusaha mencari pasangan hidupnya. Ceritanya saling bersambung antar pemerannya. Sebenernya, untuk kehidupan sehari-hari ini bukan film yang bisa dijadikan panutan. Haha. Yaiyalah, kehidupannya ga bagus buat lo ikutin. Jadi kalau nonton sebatas hiburan aja. Ngisi waktu kosong. 😀 Genrenya komedi romantis. Dan sebenarnya gw paling ga suka sama genre-genre beginian. Tapi direkomendasikan nonton sama temen gw, dan katanya baguus.

Awalnya banyak adegan yang bikin lo, dezziig. Kocak dan konyol. Tapi kemudian bakal disajiin sama adegan yang so sweet, romantis. Begitulah. Gw paling suka pas adegan Kim Bum warnain rambutnya dengan warna putih, blonde. Kesuakaan gw banget. Wakakakakakakak.

Tapi yang jadi Shin Young ga kaya umur 30 tahunan sih. Kaya 20 tahunan aja. Jadi kurang dapet kalo kata gw, untuk hubungan yang beda 10 tahun. Endingnya juga gw ga suka. Kurang gimana gitu. Udah gitu banyak adegan yang sinetron abis. Hahaha. Emang sih, namanya juga serial, ya ga jauh beda sama sinetronan. Tapi buat yang suka Kim Bum, gw jamin aktingnya oke kok. Bikin tambah suka. Haha.

Emm, gw rekomendasikan ga yaa? Hoho. Silahkan memutuskan. Untuk hiburan mah seru-seru aja kalo kata gw.

^^

Ciamis, I’m coming

Memilih tempat KKN (kuliah kerja nyata loh cing) rempong ternyata. Janjian bareng ini dan itu, nyatanya kita harus bergelut dengan waktu. Doweeew.. Gw barengan sama Yani. Pertama kita nentuin kriteria dulu. Mau gunung atau pantai? Berfikir kemudian. Lalu diam, bermain dengan bayangan masing-masing, menentukan pilihan.

Pantai.

Kayanya oke tuh. Berhubung kehidupan saban hari di Bandung, mirip-mirip gunung lah yaa dinginnya. (Walaupun julukan Bandung Lautan Api, akhir-akhir ini muncul lagi. Bandung panas gilaaaa..) Kita milih pantai. Asik kali yaa, jadi berasa liburan gitu. Hoho.

Oke. Kita pilih Garut yaa. Pameungpeuk. Kita klik. Yaaahh, ternyata penuh. Mulai bingung lah kita. Kota mana yaa? Tasik, Subang, Cirebon, Garut, Ciamis atau mana nih? Beberapa kali nentuin tempat. Tapi pas dicek udah pada penuh dong. Ck ck ck. Harus dulu-duluan gitu. Siapa cepat dia dapat. Lalu..

Subang yok. Kayanya ga asing tuh. Tapi kecamatan yang kita tuju penuh. Waah, bagaimana ini? Dan seseorang mengirimkan sms ke gw, pas gw minta pendapat tentang tempat KKN.

“Di Subang katanya banyak TKW, jadi mahal-mahal gitu katanya..” (Hah? Masa sih?) Yaaahh, mikir deh gw. Kalo mahal-mahal alamat merana kehidupan kita di sana. Tapi itu baru kabar burung sih. Kemudian ber-SMS-an dengan yani, telfonan. Kemudian YM-an. Berikut perbincangan kami..

N: mau kelurahan mana yan?
Y: nafilah
Y has unloaded the IMVironment.
Y: gman nii?
N: subang katanya gunun ternyata yan
N: gw barusan nanya temen gw
Y: gimana dong
Y: apa ciamis?
N: ciamis yok
N: pantai gunung?
Y: pantai ada
Y: gnugn gtw dah
N: ayo sama-sama klik ciamis yang
N: yan
Y: tar tar
Y: gw ud klik ciamis ni
Y: kecamatan apa?
Y: dewei padaherang
N: oke
N: gatau gw soalnya
N: haha
Y: hahha
Y: ngocol bgt si kitaaa
N: yoiii
N: mantap yaaa
Y: br jg hari pertama dibuka uddah keabisan gini
N:
N: iyaa parah gini yaa
N: 4000an mahasiswa soalnya
N: kelurahan apa yan?
Y: kecamatan apa dulu ni?
N: katanya padaherang? iya ga?
Y: padaherang aja?
N: dewi disitu?
Y: iya disana dia
N: yaudah
Y: jadi padherang?
Y: klik yookk
N: kliiik
Y: tinggal kelurahan niii
N: sindangwangi tempatnya harum kali yaa?
N:
N: ga ngerti gw nama2 desa ituu
N: paraaaah
Y: hahaha
Y: apa siii looooo
Y:
Y:
Y: gw mulai stres
Y: haha
N: apa nih? padaherang? karangpawtan
N: sindangwangi atau ciganyong?
N: antara 4 itu
Y: ciganyong, ada inyong tar
Y: hahah
N: wakakakakakaa
N: karangpawitan banyak karang kali yaa
N: kalo lo feeling nya dimana yan?
Y: kelapa sawit uga kayanya
N:
Y: aduh aduh
Y: eh kelurahannya da padaherag juga ya?
N: ayo yan
N: iyaa
Y: gw nanya dewi dia padaherang..
Y: dia padaherang smua
N: mau disitu? apa yang lain?
Y: gimana
N: terserah
Y: mau ngikut ato beda ni

(SKIP)
N: mau dimana?
Y: ayokk
N: gw kalo ga sindangwangi karang pawitan
N: lo?
Y: slh satu pilihan gw ya sindangwangi juga
Y: ato padaherang
N: kalo menurut gw sindangwangi kayanya tempatnya harum, karangpawitan banyak karang berarti pantai
N: jadi?
Y: si reiza mau liat peta ciamis dulu dia, ngeliat deket pantai ato ga
N: ooh oke
N: tinggal kelurahan ya kita
Y: tarik nafas dulu nyookk
N:
N: kasih tau aja yan, kalo ada berita ttg ciamis itu

(SKIP)
Y: mau yg deket pantai ato bebas ni?
Y: yg deket pantai parigi cimerak
N: bebas gw mah
Y: deket pantai aja yuk naf
N: ayok
N: parigi atau cimerak?
Y: parigi kelurahannya tgl 1 lagi nih
Y: berarti laku juga ya
N: iyaa
Y: parigi aja apa?
N: yodah
Y: klik ya
N: klik
N: kelurahan cibenda berarti?
Y: iya mau ga mau
Y: klik juga?
N: oke
N: kliik
N: kirim formulir pendaftaran?
N: klik??
Y: bntar2
Y: oke klik ya
N: oke klik

(Kemudian kami terdaftar, dan melihat nama teman-teman satu desa)
N: kita barenh indah dan jeany
Y: iya ternyata
Y: hahahahha
Y: ga nyangka
N: wkakakaka
N: iyaaa
Y: baguslahh
N: okee
N: menyesal ga?
N: ga kan?
Y: tidak
N: siiiipppp
Y: gw lega bgt naff
Y: ]senyum lebar gw skrg
N: akhirrnyaaaa
N: gw jugaaa
Y: hooaaaammmm
N: hehehe
Y: KKN menyusull
Y: capek otak gw naf
Y: hahaha
N:
N: siipppo
Y: bisa tidur nyenyak dehh
Y: hahahaa
Y: org2 yg lain tinggal sisa

(Oke. Perbincangan mulai membelot dari seputar KKN. :D)

Y: ngeceng2 anak geologi w
Y: hahaha
Y: eg itu adinda maharani yg bem bukan si?
N: iyaa
N: dinda
N: anak geologi ada yang lo kecengin?
N: wah wah
N: hahaha
Y: kaga,,
Y: judulnya aja, kan byk yg cinlok
Y: hahaha
Y: asik lah kalo gt,,
Y: bisa lgsg nyambung kita semua
N: sip sip
N: mudah2an yaa
N: amiiin
N:
Y: amin
Y has signed out. (22/04/2010 21:15)

Last message received on 22/04 at 21:00

Begitulaah, hingga akhirnya kami memilih Ciamis. Go Go Ciamis!!

Sebenernya apapun desanya, yang penting bagaimana kinerja kita nantinya. Gimana kita bisa berkontribusi untuk kemajuan desa. Kemajuan bangsa. Kemajuan Indonesia!!

Yeaaahhh…

(Euforia KKN)

9 Elements of Journalism

Menjadi jurnalis profesional, salah satunya harus memahami teori jurnalistik. Jurnalis tidak hanya bertugas mencari dan melaporkan berita, tetapi juga memiliki etika dan tanggung jawab sosial.

Bill Kovach dan Tom Rosensteil merumuskan 9 elemen jurnalisme.

1. Journalism First Obligation is to The Truth

Kewajiban utama dalam kegiatan jurnalistik adalah kebenaran. Tidak boleh asal dan sembarangan. Tidak ditambah ataupun dikurangi. Bukan Gosip dan kabar burung.

2. Its First Loyality is to Citizens

Jurnalisme loyal kepada publik. Mengutamakan kebutuhan masyarakat luas. Bukan kebutuhan pribadi atau kepentingan media belaka.

3. Its Essence is a Discipline of Verification

Jurnalisme berarti disiplin verifikasi. Segala bentuk fakta dan data yang kita peroleh, harus diverifikasi ulang. Tidak boleh langsung percaya begitu saja. Cek ulang itu harus dilakukan terlebih dahulu.

4. Its Practitioners must Maintain an Independence from Those They Cover

Para praktisinya harus menjaga independensi terhadap sumber berita. Privasi sumber berita harus tetap dijaga. Masih inget kasus Kick Andy yang mewawancarai Mayor Alfredo kan?

Andy F. Noya tidak bisa memberitahukan keberadaan Mayor Alfredo, walaupun saat itu Alfredo menjadi buronan yang paling dicari. Baca disini.

5. It must Serve as an Independent Monitor of Powers

Selalu bersikap sebagai pemantau kekuasaan. Sebagai kontrol pemerintah dan sebagainya.
6. It must Provide a Forum for Public Criticm and Compromise

Menyediakan ruang pubik untuk mengkritik maupun mendukung masyarakat. Untuk menampung aspirasi warga masyarakat. Kalau di koran, bentuknya bisa seperti Surat Pembaca, Opini, dan lain-lain.

7. It must  Strive to make Significant Interesting and Relevan

Berupaya membuat hal yang penting, menarik dan relevan. Agar apa yang disampaikan bisa dimengerti oleh masyarakat. Tidak bertele-tele, langsung ke poin yang dimaksudkan. Menarik, sehingga masyarakat mau membacanya.

8. It must Keep The News Comprehensive and Proportional

Menjaga agar berita selalu komprehensif dan proporsional. Tidak hanya melihat dari satu sisi saja, tapi ke semua pihak yang terlibat. Jika ada korban dan pelaku, maka tanya keduanya. Ditambah juga dari praktisi dan pihak terkait.
9. Its Pratitioners must be Allowed to Exercise Their Personal Consciense

Para praktisinya, alias para jurnalis, bekerja menggunakan hati nurani. Penyampaian berita, pada dasarnya juga ditentukan oleh hati nuraninya.

(sumber: Kompetensi Wartawan, Dewan Pers.

Dengan penambahan penjelasan dari gw ^^)