Ketika Idealisme Dipertanyakan?

Hoh? OK. Sebenernya gw juga bingung kenapa judulnya begini yaa boo!!πŸ˜€

In The Name of Allah..

Harus gw akui ada beberapa hal yang selama ini menggelayut manis dipikiran gw. Mengenai arah kaki melangkah, ayunan perjuangan yang gw layangkan, ketegapan idealisme yang sesekali diguncang angin berhembus.

Ketika gw merasa ada yang salah dalam dimensi ruang yang gw jalani, sesegera mungkin mencoba untuk meluruskannya kembali. Mencoba melawan arus, mencari jalan pergolakan hidup yang lain. Yang lebih baik, pasti.

Terus berjuang di arah yang berlainan. Itu yang gw rencanakan. Itu yang ingin gw lakukan. Bukan bermaksud menodai perjuangan. Apalagi mengkhianati kepercayaan.

Tapi ternyata, ga semudah yang gw bayangkan.

Lambaian tangan teman seperjuangan yang semula ingin gw tepis, pupus sudah. Nyatanya gw memilih kembali untuk merangkai mimpi bersama mereka.

Gw bukan berniat mengabaikan derap langkah ini. Tapi hati siapa yang tahu. Terlalu banyak hal yang tidak sesuai dengan idealisme yang gw pertahankan. Namun teringat nasehat seorang sahabat,

“Fae, dengan meninggalkan ini semua, tidak akan memperbaiki keadaan. Dan akan menjadi kesalahan lo juga jika terus begini. Karena lo ga membantu untuk memperbaikinya..”

D*****N

Selalu. Selalu itu yang dikatakannya.

Tapi apa mereka mengerti?

Memang begitu banyak kisah yang dilalui, semangat bersama. Merajut benang-benang harapan dan impian. Dengan segenap kemampuan. Air mata dan keringat bukan tidak tercurahkan. Terlalu naif jika diperhitungkan.

OK. Keputusan sudah diambil, ini saatnya gw membuktikan. Inikah saat yang tepat untuk sebuah pertanyaan yang dilayangkan mengenai keteguhan idealisme?

Bukan gw anggap ini sebagai pelarian atau keterpaksaan. Namun keputusan yang matang, bukan tanpa pertimbangan. Kita lakukan perubahan. Untuk Indonesia yang lebih baik.

Demi mimpi dan harapan. Demi cinta dan kejujuran.

Hidup Mahasiswa!!!

Hidup Rakyat Indonesia!!!

*Well, mungkin gw tidak begitu baik dalam menyampaikan sesuatu melalui kiasan seperti ini, jika mudah sekali tertebak, ya sudahlah yaa. Trust me guys, sejauh ini lo tetap yang terbaik (ga tau deh ntar, wakakakakaakk. lol)*

8 thoughts on “Ketika Idealisme Dipertanyakan?

  1. ya, itu emang pilahan lo Fae… selamat, lo udah dewasa. udah bisa menentukan yang terbaik buat diri lo… iya ga sih ?

    bener ga tebakan gw,,, lo ga gabung lg kan ?
    yasudahlah

    1. ahahahahahahhaaa…

      tetep ya lo kang.
      sotoy gilaaa.

      menurut lo gw ga gabung apa gabung?
      yasudhlaah yaa..πŸ˜›

  2. klo lo gabung, lo harus mencoba mencurahkan, menjadikan, membuat, merasakan BEM seutuhnya…
    jgn kayak gw!

    tapi klo menurut gw,,,
    lo BISA Fae…
    gw yakin ini jawaban dari do’a2 Luthfan dan teman2 yang dulu di perjuangan kabinet Kebangkitan……

  3. huffff..
    entahlah.
    jawaban doa2 luthfan? emang dia dan temen2 bangkit doa apaan? (ga ngerti)

    wait and see aja kali yaa kang.
    gw juga puyuaaang ini..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s