BAKAU FOR YOU AND FOR ME (part 2)

Juara 2, Lomba Karya Tulis Penulisan Feature Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran kampus Bandung

Oleh Nafielah Mahmudah

 

Menanam Bakau (foto: google.com)

Oknum perusak kebanyakan lebih memikirkan keuntungan sesaat tanpa memikirkan jika mangrove tersebut dibiarkan hidup dan terus dibudidayakan, maka keuntungan secara materi akan lebih besar daripada kita harus menanggung hilangnya wilayah pesisir pantai tersebut. Banyak sisi negatif yang akan kita tuai ketika berkurangnya wilayah daratan, selain bisa mengurangi daratan tempat tinggal, aktivitas ekonomi dan sosial pun bisa terganggu. Karena daratan yang terus terkikis, diikuti oleh pertambahan penduduk yang cukup pesat.

Tata cara pembudidayaan tanaman bakau ini pun cukup sederhana. Dan tidak membutuhkan perawatan yang rumit. Awalnya dilakukan penyemaian terhadap bakal tumbuhan, setelah tumbuh menjadi tanaman kecil, bakau pun kemudian dipindahkan ke dalam kolam lumpur. Pemberian pupuk hanya dilakukan saat penyemaian saja. Saat dipindahkan, tanaman dimasukkan ke dalam keranjang yang dilapisi karung. Hal ini dilakukan untuk menghindarkan akar tanaman dari “serangan” siput. Setelah itu, tanaman tersebut ditambahkan lumpur diatas secukupnya. Penambahan lumpur dilakukan kembali ketika diperlukan.

Kegiatan penanaman merupakan klimaks dari kegiatan ini dan bagian yang paling seru. Kami para peserta dan panitia diminta untuk menanam langsung dan masuk ke dalam kolam Lumpur tersebut. Dasar kolam itu sendiri tidak rata, ada bagian yang dangkal hingga yang cukup untuk merendam hingga setinggi dada orang dewasa. Didalam kolam tersebut juga terdapat beberapa jenis hewan air. Seperti katak, kepiting, cacing dan bahkan ikan bandeng kecil. Benar-benar dikondisikan sealami mungkin. Hingga tak pelak diantara kami pun terdengar jeritan-jeritan kecil karena terkaget.

Wilayah negri kita yang banyak memiliki pesisir pantai,  cukup efektif terkena dampak abrasi namun juga efektif untuk digunakan sebagai lokasi penanaman. Dengan demikian kita dapat mencegah abrasi yang terjadi akibat terkikisnya wilayah daratan kita oleh ombak.

Lokasi yang digunakan untuk penanaman bakau semakin hari kian menyempit. Jangankan untuk tanaman bakau, untuk tanaman pohon biasa saja sudah semakin sulit untuk ditemukan. Sangat disayangkan sekali, dengan wilayah Indonesia yang cukup luas namun tempat-tempat seperti ini jarang ditemukan. Padahal lokasi-lokasi inilah yang juga akan menyelamatkan negri kita tercinta ini. Dan jika dibandingkan dengan wilayah perkantoran maupun industri yang sarat polusi, tempat-tempat seperti ini sangatlah kecil dan sedikit.

Kegiatan kampanye lingkungan seperti ini sebenarnya sangatlah bermanfaat. Kita jadi mengetahui banyak tentang perkembangan keadaan bumi kita. Dan kita dapat melakukan pencegahan terhadap resiko bencana. Bencana alam sendiri tidak dapat kita hindari, karena hal tersebut sudah merupakan garis ketentuan Tuhan. Namun, resiko bencana yang dapat menimbulkan kerugian besar tentunya dapat kita cegah.

 Sayangnya masih sedikit yang berminat dan peduli terhadap lingkungan kita. Untuk kegiatan ini saja, faktanya hanya diikuti oleh 33 orang peserta. Jika kemudian dibandingkan dengan jumlah seluruh mahasiswa fakultas ilmu komunikasi kampus bandung yang ratusan orang. Tak hanya itu, bahkan pada awalnya pemerintah pun cukup mempersulit perizinan untuk mendirikan tempat pembudidayaan tanaman bakau ini. Dan untuk membiayai seluruh kegiatan operasional budidaya bakau ini, pengelola menggunakan biaya pribadi.

Dengan mencintai lingkungan, maka kita akan menjaga dan merawatnya. Dengan menjaga dan merawat lingkungan maka kita pun juga telah menyelamatkan tempat tinggal dan hidup kita. Kehidupan kita dan generasi setelah kita pun tidak akan terancam. Mungkin sebagian menganggap terlalu besar biayanya untuk mengikuti kegiatan penanaman bakau ini, namun toh penyelamatan bumi kita bisa dilakukan dengan berbagai cara. Mulai dari yang sederhana seperti menanam satu pohon ditiap rumah, tidak menancapkan paku pada batang pohon, mengurangi penggunaan alat elektronik atau dengan tidak membuang sampah disembarang tempat. Kita pun harus memulainya dari diri sendiri, jangan hanya menunggu koordinasi dari pihak tertentu, dan dimulai sedini mungkin jangan menunggu adanya bencana yang terjadi baru kemudian kita tergerak untuk melakukan penyelamatan bumi. Wallahu’alam.

BAKAU FOR YOU AND FOR ME (part 1)

Juara 2, Lomba Karya Tulis Penulisan Feature Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran kampus Bandung

Oleh Nafielah Mahmudah

tanaman mangrove (foto: google.com)

Awal Maret tahun ini, saya awali dengan mengikuti acara pertama gagasan sekelompok mahasiswa jurusan Manajemen Komunikasi, Fikom UNPAD Bandung, yaitu penanaman bakau untuk lingkungan. Untuk mengikuti acara ini, saya dan teman-teman yang berminat, diminta untuk membayar sejumlah enam puluh ribu rupiah. Dengan itu kami akan memperoleh fasilitas transportasi pergi-pulang, konsumsi, t-shirt partisipan, dan tentunya bibit bakau yang nantinya akan kami tanam. Penanaman bakau ini sendiri akan dilaksanakan di Taman Wisata Alam Angke Kapuk, Jakarta Utara.

Perjalanan kami mulai kira-kira jam delapan pagi, dari Bandung menuju Jakarta. Sepanjang perjalanan saya mengamati pertumbuhan pembangunan yang cukup pesat di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Beberapa industri dan gedung perkantoran menghiasi area sepanjang jalan. Pembangunan besar-besaran tersebut tidak didasari pertimbangan semakin menyempitnya wilayah resapan air. Sehingga berbagai bencana pun tak terelakkan. Pembangunan yang mengatas namakan peningkatan ekonomi. Yang ternyata hanya bisa dinikmati oleh kalangan atas. Dan banyak menyulut terjadinya bencana alam.

Kami pun tiba di tempat tujuan sekitar tiga jam setelahnya. Ironisnya, beberapa meter sebelum kami tiba, kami justru disambut oleh sebuah perumahan elit yang tentunya dibangun atas dasar kepentingan ekonomi saja, dan dengan tanpa memikirkan lebih jauh dampak negatif yang timbul di lingkungan sekitarnya. Terbukti dengan fenomena yang belum lama ini terjadi, yaitu terendamnya jalan tol disekitar salah satunya yang arah menuju bandara Soekarno-Hatta. Dari satu kasus tersebut saja, sudah banyak kerugian yang terjadi, seperti terhambatnya jadwal penerbangan tanah air, dengan demikian kegiatan ekonomi pun ikut terhambat, pemerintah dan masyarakat menanggung kerugian yang tidak sedikit. Untuk biaya ganti rugi maupun perbaikan jalan yang rusak akibat banjir.

Taman Wisata Alam Angke Kapuk terletak di dekat pesisir pantai. Mengetahui hal ini, terjawab satu pertanyaan yang diawal tadi bergelayut dipikiran saya. Mengapa tanaman bakau yang dipilih. Yaitu untuk mencegah terjadinya abrasi. Disini kami disambut oleh pengelola Taman Wisata Alam Angke Kapuk ini. Dari luar saja, saya sudah menangkap ambisi wanita paruh baya tersebut untuk memelihara alam.

Terus terang saat itu saya baru mengetahui bahwa ternyata setiap tahun sekitar sepuluh sampai lima belas meter wilayah daratan terkikis akibat abrasi. Untuk itulah mangrove dibudidayakan agar ombak yang ada dapat tertahan, sehingga memperkecil kemungkinan terkena abrasi. Di tempat ini terdapat tanaman bakau jenis bakau api-api yang memiliki akar yang mencuat ke atas, tanaman bakau biasa, dsb.

Sebelum memulai penanaman bakau, kami dibawa berkeliling di daerah tersebut, yang luasnya sekitar 99,8 hektar. Dua tahun sebelumnya, kira-kira 50% wilayah dari lahan yang ada telah tertanam. Namun, ada saja oknum yang dengan sengaja melakukan berbagai perusakan. Sengaja maupun tidak. Sehingga, diadakan penanaman kembali pada wilayah yang rusak. Selain itu kami juga diperlihatkan tumpukan sampah yang menggunung, yang terdampar terbawa arus laut. Mangrove memang memiliki berbagai macam kegunaan selain sebagai pencegah abrasi. Mangrove dapat digunakan sebagai bahan dasar dari kosmetik, obat-obatan, penghisap racun yang berada dilaut, dsb. Rencana Tuhan memanglah sangat adil dan indah. Ketika terdapat banyak kerusakan dan polusi yang dihasilkan oleh ulah manusia, Tuhan telah memberikan salah satu pemecahnya. Yaitu bakau sebagai penghisap racun. Contoh lain manfaat tanaman bakau yang kita ketahui kasusnya yaitu kasus terselamatkannya reporter Trans 7 saat perahu yang mereka tumpangi tenggelam. Yang saat itu tersangkut oleh tanaman bakau.

(to be continue..)

Lembaga Kemahasiswaan Unpad: Student Governance?

Dimuat di buletin Interval 21, edisi #9 (Agustus 2009)

Isu Student Governance di Unpad sudah lama berkembang. Namun, hingga saat ini belum bisa direalisasikan secara langsung. Pewacanaannya sendiri menurut Ketua Pansus Stugov, Adriansyah Pasga Dagama, sudah dicanangkan ketika pembentukan kema Unpad tahun 1996-2002. Adanya persepsi yang berbeda antar pihak (universitas maupun fakultas), membuat penerapan stugov menjadi terhambat. Apa sebenarnya stugov itu? Bentuk seperti apa yang akan diterapkan di Unpad? Dan bagaimana pro dan kontra penerapannya di lembaga kemahasiswaan dan mahasiswa secara umum?

Untuk menjawab berbagai pertanyaan yang ada mengenai stugov, Interval 21 edisi kali ini akan mengupas tuntas  permasalahan tersebut. Berikut laporannya.

Stugov = (Student Governance atau Student Government)!

Student Government jelas berbeda dengan Student Governance. Government merupakan pengaturan sistem pemerintahan. Dalam penerapan di lembaga kemahasiswaan, sistem tersebut memuat aturan seperti hubungan kelembagaan. Misalnya bagaimana hubungan BEM Universitas dan BEM Fakultas. Sedangkan Governance, lebih mengatur bagaimana kordinasi antar lembaga dan pengelolaan organisasi mahasiswanya. Adriansyah juga menyampaikan pada kru Interval 21, bahwa yang ingin diterapkan di Unpad adalah Student Governance. Tujuannya agar organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Kema menjadi organisasi yang memiliki tata kelola yang baik dan menjadi organisasi yang ideal. Selain itu, diharapkan dengan adanya student governance masalah-masalah yang detail menjadi ramping dan jelas.

Menurut komisi 1 BPM Kema Unpad, Afifah, Penerapan di Unpad sendiri baru dilakukan akhir tahun kemarin. Padahal pada pewacanaannya, sudah hampir lima tahun Kemahasiswaan Unpad ingin menerapkan Stugov. Poin-poin penting dalam stugov, dengan bentuk organisasi yang federasi terciptanya BAK (Badan Audit Keuangan) dan pola hubungan BAK yang kordinatif, pembenahan hubungan, dan strukturisasi Kema Unpad yang instruksi dalam pengadaan kegiatan. Namun, kordinatif dalam pelaksanaan, menciptakan mekanisme keuangan yang blockgrant, sinkronisasi proker (program kerja), periodeisasi, dan lain-lain. Keinginan bagi perintis dan kawan-kawan yang ada di seluruh fakultas adalah penerapan stugov tidak akan mematikan kreatifitas mahasiswa.

Sistem organisasi dengan konsep seperti ini akan memberikan pemandangan yang luas bagi tiap lembaga yang ada di Unpad secara lebih luas. Silaturrahmi yang selalu dijalin akan lebih erat, keuangan, dan dana kemahasiswaan dapat digunakan secara lebih profesional, dan pola kaderisasi yang jelas untuk keutuhan serta perbaikan Kema Unpad. Afifah menambahkan, satu hal yang perlu dipahami adalah, semua yang dilakukan ini tidak lain untuk menjadikan sesuatu yang lebih baik, kita (Keluarga Mahasiswa Unpad, red) menjadi jelas di mata setiap elemen, mempunyai tata kelola organisasi yang rapi, dan untuk Unpad yang lebih baik. 

Pro – Kontra

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, stugov memang menuai kontroversi di tengah mahasiswa. Arief Tri Cahyana, Ketua BEM Fisip mengatakan, stugov terkesan dipaksakan dan cenderung hanya ingin menambah kewenangan BEM Kema. “Sekarang zamannya desentralisasi, kenapa harus sentralisasi?” tambah Arief. Tanpa harus dibentuk stugov, sinerisasi bisa dibentuk dengan pola komunikasi yang baik.

Hal yang senada disampaikan oleh Putra Dwitama, Deplu Fisip 2009-2010, menurutnya ada dua hal yang bertentangan dengan esensi stugov itu sendiri. Yaitu substansi dan historis. “Nah, kalo berbicara masalah substansi, Stugov adalah student goverment kalo gak salah ya, panjangangannya ya. Artinya ada pemerintahan  Mahasiswa disini. Otomatis kalau digambarkan BEM seperti Negara, Pemerintahan seperti negara, dan menurut saya tidak sepeti itu keadaannya, tidak sejauh itu untuk disamakan BEM dengan negara.”

Sedangkan secara historis, keberadaan BEM Kema berdasarkan kemauan dari BEM-BEM di fakultas. Artinya, ada alur koordinasi disini, dan posisi BEM Kema tidak berada di atas BEM Fakultas.

Namun berbeda dengan Arief dan Putra, Islahuddin, Wakil Ketua BEM FTIP, menyataka setuju akan penerapan stugov di Unpad. Alasannya, agar alur koordinasi antara BEM Fakultas dan BEM Universitas bisa lebih rapi, sinkron, tidak tumpang tindih antar proker, terkontrol dan transparan.

Khairul Imam, mahasiswa FIK 2007, berharap dengan adanya stugov di Unpad, baik mahasiswa yang di Bandung, Jatinangor dan Dago, bisa bersatu. “Karna kita Unpad satu,” ujar Khairul.

Hambatan

Meski begitu, pewacanaan stugov masih mengahadapi hambatan. Ada miss perception tentang stugov. Antara student government dan student governance. Perbedaan persepsi itulah yang mengakibatkan ketidaksamaan dalam memahami stugov. Padahal, yang sebenarnya itu adalah student governance. Kenapa hal ini terjadi? Menjawab pertanyaan tersebut, Dirjen Kebijakan Kampus BEM Kema Unpad, David My Dalimunthe, menyampaikan bahwa BEM Kema Unpad biasanya memfasilitasi BEM-BEM Fakutas untuk mengkaji isu-isu internal kampus (termasuk stugov) yang sedang berkembang.

Namun, cukup disayangkan yang hadir pada forum itu hanya sedikit. Dan biasanya, jika diadakan forum kajian, yang datang adalah orang yang berbeda pada pertemuan sebelumnya. Sehingga acap kali terjadi miss information. Selain itu, miss informasi terjadi juga karena kurangnya implementasi dari satu generasi ke genarasi lain. Dampaknya, informasi pada periode sebelumnya tidak ditransanfer dengan baik ke periode sekarang, dan seterusnya. Dan faktor-faktor seperti itulah yang sebenarnya penghambat sosialisasi pewacanaan stugov di Unpad.

Untuk mengatasinya, David dan rekan-rekan Dagri BEM Kema Unpad, sejauh ini terus mengadakan pertemuan dengan semua ketua lembaga yang tergabung dalam FKL (Forum Ketua Lembaga), yang terdiri dari Ketua BEM Fakultas hingga Ketua Hima Jurusan.

(Nafielah, Angghea, Achyar, Rijal, Syafwan)

sulitnya memulai

Hal yang gw rasakan saat ini. Hemm, ada rangkaian panjang tugas akhir yang menghadang menuju ujian akhir semester ini. Dan rentang waktu hanya menunjukkan sekitar 2 minggu kurang.

Dengan deadline yang begitu sempit, untuk 6 tugas yang ga gampang, gw masih merasa, oh my gooood.. Susah banget buat memulainya. Help meeeee..

~.~     hyuuuuungg…

Oke, gw tau. Gada yang bisa nolong, selain gw mengusahakannya sendiri.

Come on, semangat lahh!!

Usahakan semaksimal mungkin.

Memang yaa, memulai itu butuh energi lebih dibanding dengan menjalankan hal yang sudah ada.. Let’s start..!!

Pray for me, please. XD

Sontak

Sontak kaget,

hemmm.. gw baru baca blog salah satu adek gw, yang satu-satunya lelaki 😀

gw pikir, waaww, that’s good. Tata bahasanya bagus (hemmm, gw akui itu) Untuk ukuran anak 1 SMP, gw bilang itu keren.

penasarankahh?

Ini gw kasih link-nya >> http://fadheelmuhammad.blogspot.com/

and don’t forget to leave ur comment ^^

Rain : I’m Coming

Rain

ajiktto nareul umjigineun himeun
ajiktto na baegopahaneun geu iyuneun
na-ui ma-eumsok gipi jarijabeun duryeo-umiya
sseureojil ttaemada naege deullyeo-oneun mokssori

Ajigeun shwil ttaega anya himdeureottteon ttael itjjima
jichyeo-inneun na-ui momeul dashi kkae-uneun sori
niga weonhadeon geojanha niga han yakssok itjjima
geochireojin hoheubeul dashi han beon gadadeumgo ganda

Rain is coming down through the roof top
tto biga naerinda modeungeol jeoksshinda
Rain is coming down and it won’t stop
neomuna tteugeoptta meomchujil anneunda

Let me tell you the story
meomchul geotkkattteon nae shimjangeun ajiktto tto ttwigo itkko
pullyeottteon nae dariwa jichin eokkaega dashi sarana
Once again standing tall
Everybody get ready tonight.
Me and my boys on a ride,
Smelling feeling so right.
You know how we do it.
Must get it together tonight with my moves real tight.
Make sure I come with the best of the best of the best come on.

Rain is coming down through the roof top
tto biga naerinda modeungeol jeoksshinda
Rain is coming down and it won’t stop
neomuna tteugeoptta meomchujil anneunda

Tablo, go go, let’s go!
bollyumeul nopigo geochin pokppungui nunchoriro
Rain~ segyejeogin soriro
Seoul city, Beijing to Tokyo (ho!)
sesangi da soneul wiro
Bi Bi Biro mareun ttange kkot pigo
say ho! (ho!) It’s VIP
supreme T, and Bi, and JYP

 I like it..!!

^^

Rumah Belajar (Rumbel) Ciroyom

Beberapa hari yang lalu dapet kesempatan buat berkunjung ke Rumah Belajar Ciroyom, seneng deh bisa ketemu dan ngobrol-ngobrol sama mereka. Gw dateng bareng Kantry.

Kita getting buat tugas,

Denger cerita dari temen-temen di sana gw ngerasa, wuiihh, berat yaa hidupnya. Bersyukur banget punya keluarga gw yang sekarang.

Mereka ada yang diusir keluarga, ada yang nyasar dari Jakarta ke Bandung trus pas balik ga diterima lagi. Ada yang ga begitu pintar di sekolah, trus karna malu, doi kabur dari rumah dan berhenti sekolah.

Beruntung ada kakak-kakak yang baik hati (hehehe..) Mereka rata-rata mahasiswa dari Upi, ITB, Unpad, Unisba, dan lain lain. Sekitar seminggu 3x mereka datang dan mengajar adik-adik di rumbel itu. Pelajarannya macem-macem. Ada menulis, berhitung, menggambar, bahkan hingga menciptakan lagu. Semuanya disesuain sama keahlian kakak-kakak pengajar.

Pas ngobrol sama mereka baik-baik semua loh anaknya. Meskipun tampilannya masih tampak “liar”.  Dan mereka semua masih ngelem. Ngisep lem aibon. Kata kakak-kakak pembimbingnya, mereka kalo udah bermenit-menit ngelem, cara ngomongnya udah ngalor-ngidul. Teler. Mabok.

Tapi sejak mereka ikut gabung di rumbel, intensitas mereka ngelem udah lumayan berkurang. Mereka seru-seru loohh.

"metaaal..." hehehe
Kantry dan temen-temen rumbel
gw dan temen-temen di rumbel Ciroyom

Sekali kesana, gw jadi pengen maen kesana terus. Tapi belom sempet lagi sih,

Oh iyaa, kadang mereka nginep di sana terus loh. Kondisinya menurut gw ga layak banget. Ga ngebayangin kalo itu gw yang jalanin. hemm..

ini tempat tidur mereka

Ga pake pintu, cuma ditutup sama sarung doang. Di atas tempat tidur yang cewek, sedangkan yang di bawah itu buat yang cowok. Segitu kecilnya dipake untuk tidur bareng-bareng, 5-6 orang. Dempet-dempetan. waaah..

So, buat lo pada yang penasaran sama kondisi di sana, pengen ngajar juga mungkin, atau pengen ngasih apaa.. gitu ke temen-temen rumbel,

dateng aja langsung ke sana. Tempatnya di dalam Pasar Ciroyom. Mereka welcome banget kok. Dan malah bilang, kalo dateng bawa banyak ya kakak-kakak yang baruu.. Hehehe.

Ayo, ayo, ayo!!

Saatnya kita lebih kongkrit, terjun langsung ke tengah masyarakat.

Semangat..!!  ^^