The Curios Case of Benjamin Button

Curious Case of Benjamin Button

Dengan setingan waktu di tahun 1920-an, film The Curios Case of Benjamin Button dimulai. Cerita ini berawal dari kelahiran seorang bayi pria bernama Benjamin Button (Brad Pitt). Namun berbeda dengan lazimnya seorang bayi, Benjamin terlahir dalam kondisi usia yang terbalik. Ia terlahir dalam fisik yang tampak tua, 80 tahun. Semakin tua usianya, semakin muda fisiknya.

Ibu kandung Benjamin sendiri meninggal saat melahirkannya. Karena malu dengan keadaan Benjamin, ayahnya, Thomas Button (Jason Flemyng), membuang Benjamin ke panti jompo yang akhirnya dirawat oleh Queenie (Taraji P. Henson). “Semua bayi adalah makhluk ciptaan Tuhan!” Ujar Queenie dan akhirnya memutuskan untuk merawat Benjamin hingga dewasa.

Seperti film-film pada umumnya, kisah hidup Benjamin juga dihiasi cerita cinta. Daisy (Cate Blanchett), gadis berambut merah itu sudah kenal dengan Benjamin sejak ia kecil. Meski Benjamin hidup dengan pertumbuhan fisik yang tak biasa, Daisy tak sungkan berteman dengan Benjamin.
Benjamin pada akhirnya memutuskan untuk berkelana menikmati hidupnya di dunia luar. Karena sedih ditinggal Benjamin, Daisy meminta Benjamin berjanji akan menyuratinya setiap hari dan menceritakan semua pengalaman hidupnya selama keduanya berpisah.
Singkat cerita..

Setelah menjalani perjalanan dan pelayaran panjang, Benjamin akhirnya kembali ke kampung halamannya di New Orleans untuk menemui Queenie. Queenie sangat senang saat bertemu Benjamin. Daisy yang mulai beranjak dewasa dan tampak semakin cantik, bertemu dengan Benjamin dan keduanya mulai saling jatuh cinta. Hubungan mereka sempat merenggang ketika Daisy mengalami kecelakaan.
Namun kemudian mereka berhasil menjalani hidup secara normal. Sampai akhirnya Daisy hamil. Benjamin sempat khawatir akan kondisi fisik anaknya. Ia khawatir kalau anaknya akan sama seperti saat ia lahir. Dengan alasan tersebut Benjamin akhirnya memutuskan untuk pergi. Bayi perempuannya bernama Caroline tumbuh normal. Bagaimana kisah selanjutnya? Nontonlaahh..

 ***

Sebenernya hampir semua bagian dari film ini udah gw certain, tapi beberapa adegan emang ga gw tulis. Biar pada nonton (laah? Udah kali. Orang filmnya juga udah lama banget) Gapapa lah yaa, biar seru. Film ini sedih banget menurut gw, kaya cerita pas Benjamin ketemu bokap kandungnya, pas dia akhirnya memutuskan untuk pergi ninggalin Daisy dan bayinya, pas dia balik ke rumah untuk ngeliat anak perempuannya yang mulai tumbuh dewasa, pas baca suratnya Benjamin. Banyaaaakk banget,

Film ini mengambil alur maju mundur, pake flashback gitu. Awalnya diliatin setingan waktu zaman sekarang. Dimana ada seorang nenek yang sekarat, dan minta anaknya untuk baca surat-surat punyanya.

Selain itu, adegan sedih lainnya adalah ketika Benjamin semakin tua, tapi fisiknya malah menjadi bayi. Itu sedih bangeeettt..

Gw ga ngebayangin kalo hal itu terjadi sama orang yang paling gw sayang. Di situ Daisy keliatan banget pergolakan hatinya. Dia ngeliat Benjamin dalam fisik anak-anak, tapi pikun karena tua, dan ga inget lagi sama dia. Pyuuuhh, dalem banget cuy..

Film ini menurut gw harus lo masukin dalam daftar “Film wajib tonton”.

Sutradaranya, David Fincher, benar-benar berhasil buat kita tertahan dan tidak beranjak dari posisi kita. Hasilnya, film ini meraih 13 nominasi di ajang Academy Awards atau Oscar tahun 2009. Film ini menjadi favorit untuk menjadi film terbaik dalam Academy Awards 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s