Jembatan Kota Intan, tak Seindah Namanya

Rabu (25/11), gw dan teman-teman kelompok Feature TV [Tasia, Uchy+Iqbal (adeknya), Falih+Siska (perempuannya) dan Venia], melakukan liputan singkat di Kota Tua Jakarta, sebenernya dalam rangka ngerjain tugas juga sih. Liputan kita temanya “Sepeda Ria, Wisata Kota Tua”. Hehe. Perjalanan wisata kita mulai dari Pelabuhan Sunda Kelapa, Museum Bahari, Menara Syahbandar, dan Jembatan Kota Intan.

Karena temanya “Sepeda Ria”, so pasti kita pun naik sepeda. FYI aja nih, tarif bersepeda+abangnya (maksudnya diboncengin) besarnya Rp 25.000, tapi kalau menyewa sepedanya saja tanpa si abang tarifnya cukup Rp 20.000. Dengan harga segitu, kita bebas memakainya keliling Kota Tua Jakarta selama 1,5 jam.

Dari sekian panjang perjalanan, gw pengen berbagi sedikit dengan kalian. Kisah ini (duilee..) terjadi diakhir perjalanan kita. Tepatnya di Jembatan Kota Intan.

Saat kita lagi mengambil beberapa scene, tiba-tiba ada 2 orang bule dari Switzerland, yang juga sedang melihat-lihat suasana. Mereka adalah pasangan paruh baya, Gabriel dan Nathan (suaminya). Di tangannya, Gabriel memegang sebuah kertas, semacam brosur pemandu wisata.

Tiba-tiba mereka menyapa kami, hendak bertanya rupanya. “Kami mau ke Gunda Kelapa” kata Gabriel. Sunda Kelapa maksudnya. Kita pun ngasih tau arah. Sambil menyelam, minum air. Kita pun minta mereka buat ngasih testimoni tentang Indonesia.

Mereka gamau bicara banyak ternyata, karena katanya baru nyampe kemarin, jadi belum bisa ngasih testimoni macam-macam. Tapi mereka bilang, kalo orang Indonesia ramah-ramah dan baik-baik, “Like You…” Gabriel menunjuk ke kita. Kita cuma cengar-cengir aja.

Tapi dari situ gw mulai mikir, iwaaaww, Jembatan Kota Intan memang bagus dan penuh cerita sejarahnya. Tapi, kondisinya saat ini tak seindah namanya. Jembatan Kota Intan mulai lapuk kayunya, catnya pun mulai pudar.

Daaaan, yang  lebih disayangkan lagi adalah tempatnya kotor. Sungai di sana mengeluarkan bau busuk yang menyengat. Kalo boleh lebay, pas ambil gambar di sana aja gw beberapa kali menutup hidung dan menahan napas, ga kuaat bo. Bau. Kalau aja ada bule yang pertama kali ke Indonesia dibawa ke sana, dan langsung balik ke negaranya lagi, testimoninya tentang Indonesia pasti jelek banget (yaiyaaalaaahhh…) hehehe

Maksud gw, sayang aja gitu, di wilayah yang jelas-jelas jadi tempat wisata, tapi ternyata ga kerawat. Seharusnya pemerintah memperhatikannya secara lebih.

Terus terang aja nih yaa, gw malu saat itu. Tapi inilah kondisi yang ada. Mau ga mau, kita juga lah yang bertanggungjawab dalam perbaikan maupun kerusakan yang ada. So, mari kita majukan Negara kita. Lakukan dari hal-hal kecil ajaa.

SEMANGAT UNTUK NEGERI!!

^^

Advertisements

Malam yang runyam

Hahaha, lebay gw.. Sebenernya ga segitunya amat sih.

Satu keinginan gw saat ini, yaitu terlepas dari tugas-tugas yang bejibun gilaaakk, hahahaii, namun ternyataa itu hanya angan-angan belaka. Tugas tetap ada. till the end of timee, hohoho.. Gw mulai mengerjakan tugas Feature Cetak (apresiasi 15 feature, huaaakk), bikin script buat shooting Feature TV, nyicil tugas Korea gw, revisi berita Fetak, menyelesaikan beberapa kewajiban yang belom tuntas. pyuuhh.. (tapi BELOM SELESAI, haha)

Tiba-tiba HP gw meramai (meramai? bahasa apa pula itu?) dengan berbagai SMS jarkoman kegiatan besok, Selasa (24/11). Hahaha, sok sibuk gw.

**From Cahyo : Undangan wajib buat (bla..bla..bla..), membahas hal pelik. >>Waduuuhh, undangan kok maksa yaa? Undangan tapi wajib. Bahasa yang aneh.

**From Nurul : Pertemuan (bla..bla..bla..)

**From Luthfan : Jarkom Aksi BEM Bandung Raya (bla..bla..bla..) >> Wahh, AKSI? (Berbinar-binar gt gw bacanya. hahaha, Lama banget rasanya kaga turun ke jalan,wkwkwkwk)

**From Teh Ozon : Mantapers, besok ada kunjungan dari BEM Univ. Malaysia Sabah (bla..bla..bla..) >>Yang ini bikin gw ngantuk bacanya, hehehe. Soalnya ngumpul di Kampus jam 6 bo!

**From Alam dan Rini (isi SMS nya sama) : Besok dJ day. dJ day pertama dengan angkatan 14 (bla..bla..bla..)

**From Bolip : Jarkom Jurnal, besok kita (bla..bla..bla..)

**From Kang Deni : Ayo kita makan GRATIS!! (bla..bla..bla..) >> Senaaaaaanng, gitu dong kang. Udah lulus juga lo XD

Dari sekian banyak agenda gw buat seharian besok, cuma satu yang gw suka. SMS kang Deni. Karena, makaaaannnn GRATIIISSS!! hahahahaii. Beberapa menit kemudian, gw mulai ga konsen ngerjain tugas (emang dari tadi juga sih udah males, hahaha). Dengerin pernyataan SBY, bikin gw tambah ngantuuk.

Daaaaannn, tiba-tiba ada telf gajebow abis dari orang yang ga gw kenal.

-Halloo, ini Fielah yaa..

+Ya, ini dengan sapa?

-Masa ga kenal sih? (Hey hey hey, pertanyaan mu ga substansi. Kecuali lo Tom Felton gw pasti langsung mengenalinya)

+Hah? Sapa ya?

-Ga inget ya, kita pernah ketemu  looh..(bla..bla..bla..)

+Apaan dah, ga ngerti. Sapa sih ini?

-Iya ini, Mas XXX. (What?) >> Terhenyak, kaku, ga nyangka, tiba-tiba lemes. Ngapain nih orang nelfon gw??

Dan setelah itu, dia dengan santainya memulai pembicaraan yang menurut gw, NO SUBSTANSI. haaahhh, dari situ gw udah mulai males banget. Nanya-nanya ga jelas. Heloooww, tau ga lo jam berapa sekarang? Udah malem kalee. Padahal gw sudah menunjukkan dengan feedback yang ogah-ogahan. Jawaban seperlunya, ga pernah melontarkan pertanyaan balik, membiarkan pembicaraan terhenti tiba-tiba.

Tapii, kayanya dia cuek aja tuh. Sampe akhirnya gw bilang >> “banyak tugas banget nih”. Itu juga setelah lama gw bilang baru dia mutusin untuk mengakhiri pembicaraan. Karena gw ga enak lah kalo mutusin pembicaraan gitu aja, padahal yang mulai bukan gw. Jadi nunggu dia sadar aja, hemmphh..

hahaha, cerita gw ga penting banget yaa? Bodo’ ahh. Pokoknya gw kesel sama penelfon itu.. huaaaahhh,

Pada intinya malam gw sebenernya ga runyam-runyam amat. Cuma telf itu membuat gw muaak (hhaha, maaf yaa. Mas-mas penelfon. Saya harus katakan kalau Anda mengganggu saya sekali).

~_~

Markus (Makelar Kasus) : Pantaskah menjadi istilah baru?

Rekan-rekan sekalian,

Mungkin istilah MARKUS saat ini tidak begitu asing di telinga kita. MARKUS dipelesetkan menjadi “Makelar Kasus”, seiring maraknya kasus penyalahgunaan wewenang dalam peradilan. Istilah MARKUS digunakan untuk menunjuk oknum yang membantu proses hukum, tapi melalui penyalahgunaan (kira-kira seperti itu).

MARKUS saat ini begitu mengakar di tingkat Polda Metro Jaya (TVONE) dan Kejaksaan Agung (detik.com). Menurut Todung Mulya Lubis, MARKUS harus diberantas untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga hukum dan menegakkan sistem hukum di negeri ini (www.antaranews.com).

Namun tahukah Anda, apa makna MARKUS yang sebenarnya?

Menurut  wikipedia.org,

 “Markus sang Penginjil (מרקוס, Bahasa Yunani: Μάρκος) (abad ke-1) diyakini sebagai penulis Injil Markus dan orang dekat dari Simon Petrus. Dia juga menjadi kawan seperjalanan Paulus dan Barnabas dalam perjalanan pertama Paulus. Setelah berselisih, Barnabas berpisah dari Paulus, dan membawa Markus ke Siprus (Kisah Para Rasul 15:36-40).”

Dari penjelasan di atas, jelas bagi kita bahwa Markus merupakan orang yang begitu berpengaruh dan sangat dihormati di dalam Agama Kristen dan Katolik.

Sebelum istilah MARKUS (Makelar Kasus), sudah ada istilah senada yang digunakan. Yaitu PETRUS, yang diplesetkan menjadi Penembak Misterius. “PETRUS” marak terjadi pada era ’80an. Ketika itu banyak mayat bertato yang tiba-tiba ditemukan, dengan luka tembak. Diduga ini merupakan operasi rahasia Presiden Soeharto.

“Simon Petrus (Simon nama aslinya, Petrus, atau Kefas nama yang diberikan Yesus) adalah salah satu dari dua belas rasul Yesus. Ia adalah seorang nelayan dari Galilea yang diberi posisi pemimpin oleh Yesus (Matius 16:18, Yohanes 21:15-16). Ia dan saudaranya, Andreas adalah rasul pertama yang dipanggil oleh Yesus.”

Tulisan ini terus terang diinspirasi oleh dosen saya, Sahat Sahala Tua Saragih yang berdiskusi dengan asistennya, Maimon. Kebetulan ibu Maimon ini pernah tinggal di Inggris selama enam tahun. Beliau benar-benar terganggu dengan istilah MARKUS = Makelar Kasus. Karena meski ibu Maimon merupakan seorang muslimah yang sangat taat, namun etika tetap etika. Menurutnya tokoh agama apapun, tidak pantas dipelesetkan menjadi konotasi negatif.

Di Eropa, meski sebebas apapun negara-negara yang ada,  aturan ini tetap berlaku. Tokoh agama haram hukumnya untuk dijadikan istilah berkonotasi negatif.

So, rekan-rekan.. Apakah kalian merasakan hal yang sama dengan gw? Yaap, tampak tak ada sikap saling menghormati mungkin. Inilah yang disebut salah kaprah. Kesalahan yang dilakukan secara berulang-ulang, sehingga pada akhirnya dianggap menjadi benar.

Entahlah, ini sengaja atau tidak. Namun secara tidak langsung ini merupakan penistaan suatu agama bukan?

Menerima Hasil XD

Hari ini gw dan tim menerima hasil pemilihannya.

Sungguh, ada kelegaan yang luar biasa yang gw rasakan. Berarti inilah jawaban Allah SWT atas segala usaha yang telah kami lakukan. Seperti yang gw tulis sebelumnya, ga semua yang kita harapkan merupakan hal yang terbaik bagi kita. Inilah yang terbaik bagi kami.

Tentu perjuangan itu akan terus kami gaungkan dengan sekuat tenaga, dengan semampu kami.

Bahagia rasanya memiliki kedua orang tua yang benar-benar mendukung anak-anaknya. Perkataan Bunda tercinta dan Papa tersayang membuat hati gw bertambah besar, membuat gw semakin tentram dengan keputusan ini. Makasiihh bun, pap.. LUV UUUUU!!!

dan keenam adik gw yang cantek-cantek dan guanteeng abiiiiss.. XD

Buat calon sekjen gw, Hafiz, dan buat temen-temen tim yang sangat solid yang nemenin pas kampanye (Yani, Dewi, Riska, Kiky, Tio, Enggia, Ibram, Uyo, Wanti, Reza, dan semuanyaa maaf kalo ada yang ga kesebut, tapi gw tetep berterima kasih cuyy!), buat teman-teman yang sudah memberikan dukungan awal dengan menyerahkan KTM nya untuk mendukung pencalonan kami, buat rekan-rekan yang sudah mempercayakan suaranya untuk kami berdua, buat teman-teman fakultas yang memberikan pertanyaan-pertanyaan luar biasa saat debat, buat semuaanyaaa…

TERIMA KASIHH, SYUKRON, KAMSAHAMNIDAA..

Senang rasanya bisa mendapatkan pengalaman yang RUAAAARRR BIASAAA. ^^

Buat penasehat-penasehat rahasia gw, hehehe, makasih banyak buat dukungannya (ga usah gw sebutin yaa, kan penasehat rahasiaa. hahahahaa)

Buat sahabat-sahabat terkasihh, duileee (Kantry, Chagi, PeDe), teman-teman terbaik (semuaaanyaa ahh, gamau gw tulisin, biar adil.. Takut ada yang ga ketulis soalnya) hehehe

yuukk ahh semangat,

Buat Arman dan Arif (ariiiiff.. bolip aja aah ^^) Sukseess!!

TEMAN, PERJUANGAN KITA GA BAKALAN BERAKHIR DI SINI AJAAA!!

(udaah aah, ntar gw jadi lebay ga jelas gitu lagi kalo kepanjangan nulisnya.. hihihihihihiii)

rajin.. rajin.. rajin..

semangat.. semangat.. semangat!!

HIDUP MAHASISWA!

HIDUP RAKYAT INDONESIA!

Change Appearance

Setelah beberapa lama dengan tampilan blog yang itu-itu saja,

Akhirnya gw putuskan untuk BERUUUBAAAHHH!!

Hehehhe, cuma ganti suasana ajaa. Semoga jadi semangat lagi nulisnya.

Yoyoyoyyy.. SEMANGAAATT!!

MENULIIIISSSS.. yeaaahh..

@_@

Puyeng dengan tugas-tugas, mending refreshing duluu.. yok kita kemooonn..

*_*     $_$

Berbunga-bunga dan butuuh duit. Hahaha

(kok jadi ga nyambung yaa)

Rajin.. Rajin.. Rajin..

Semangat.. Semangat.. Semangat..!!!

Thank You

Thank You

Konflik film ini terjadi ketika seorang gadis cilik, Lee Bom (Seo Sin-ae), secara tidak sengaja terinfeksi HIV saat melakukan transfusi darah. Sang dokter wanita, Cha Ji-min, benar-benar merasa bersalah. Ia meninggal saat perjalanan ke pulau tempat tinggal Lee Bom, setelah sebelumnya sempat memberikan sebuah boneka beruang. Belakangan diketahui bahwa sang dokter menderita kanker usus akut.

Cha Ji-min, berpesan kepada kekasihnya, Min Gi-suh (Jang Hyeok), untuk meminta maaf kepada Lee Bom dan ibunya Lee Young-shin (Kong Hyo-jin). Semenjak kehilangan Cha Ji-Min, Min Gi-Suh benar-benar kehilangan arah hidupnya. Gi-Suh tidak bisa memaafkan dirinya karena sebagai dokter bedah, ia tidak bisa menyelamatkan pacarnya.

Setelah berhenti menjadi seorang dokter bedah, Min Gi-Suh pergi ke pulau Pureun, untuk membantu orang kepercayaan ibunya mengerjakan sebuah proyek besar. Secara tidak sengaja Min Gi-Suh bertemu dengan Lee Young-Shin dan Lee Bom. Min Gi-Suh melihat boneka Lee Bom mirip dengan boneka punya sang pacar dan ia berusaha merebutnya. Namun niatnya diurungkan ketika tahu bahwa Lee Bom adalah pasien pacarnya yang terinfeksi HIV.

Di sisi lain, Lee Young-Shin memiliki kehidupan yang sulit pula. Ia hidup sebagai single parent dan merawat ayahnya yang pikun, Lee Byeong-gook alias Mr.Lee (Sin Goo). Ayah biologis Lee Bom, Choi Suk-hyun (Sin Seong-rok), tidak mengakui Lee Bom sebagai anaknya karena tekanan sang ibu, Kang Gook-ja. Kang Gook-Ja sebenarnya sayang pada Lee Bom, namun ia terlanjur malu mengakuinya.

Sifat Lee Bom yang baik hati dan penyayang membuat Kang Gook-Ja tidak sampai hati untuk terus acuh kepada sang cucu. Hal ini tentu tak lepas dari peran Lee Young-Shin yang selalu membesarkan hati Lee Bom. Lee Young-Shin tidak memberi tahu Lee Bom kalau ia terinfeksi HIV.

Namun agar tidak menulari orang lain Lee Young-Shin mengatur sebuah cerita, bahwa sebenarnya Lee Bom adalah keturunan malaikat yang darahnya tidak boleh dilihat orang. Karena Lee Young-Shin, Lee Bom merasa bahwa dirinya istimewa dan tidak pernah minder dengan keadaannya.

Melihat hubungan ibu dan anak yang membuatnya terharu itu, sikap Min Gi-Suh yang tadinya sombong dan kasar perlahan melunak.

****
Kisah Lee Bom dan Lee Young-Shin ini benar-benar kompleks dan sedih. Sikap Lee Bo yang polos membuat kita semakin terenyuh ketika melihat adegan per adegan (hhaha lebay). Posisi Seok-hyeon, yang kadang membuat kesal, juga bisa bikin kita sedih sendiri. Gimana ga, sebagai seorang ayah ia tidak bisa memberi tahunya kepada putri kecilnya.
Satu hal lagi yang bikin gw salut sama film ini adalah setiap adegan medis nya juga memberikan pengetahuan baru sama kita. Jadi kita ga cuma nonton drama saja, tapi ada ilmu baru yang kita dapat, karena dibuat secara total.
Tambahan info aja nih, Thank You dinobatkan sebagai serial Korea terbaik di tahun 2007 lohh.
Pengen tau kenapa? Penasaran ga akhirnya Lee Bom tau apa ga tentang ayahnya yang sebenarnya?
Makanya ditontonlaahh,
Karna gw ga nemu trailernya, jadi gw kasih video salah satu adegannya aja yaa. Ini salah satu adegan yang sedih juga. Di mana Kang Gook-ja, ga kuasa menahan nalurinya sebagai seorang nenek  kepada Lee Bom, cucu kandungnya.
Enjooy ^^

Tugas kuu lagi-lagii..

Lagi-lagi disibukkan dengan tugas-tugas yang menumpuk. BUKAN. Kali ini gw bener-bener kaga menumpuknya kok. Beneran deh, itu tertumpuk dengan sendirinya. Tugas gw banyak bangeet cuy. Help me help me..

Mulai dari tugas kuliah Fetak, Fera, Feti. ehh, ketiga nama itu bukan nama orang lohh. Tapi Feature Cetak, Feature Radio dan Feature Televisi. Tambah lagi tugas MPK, Kewirausahaan. hahaha, hampir semua matakuliah gw semester ini doong. Kurang Hukum Pers aja tuh yang lagi gada tugas.. ^^

Udah gitu songsenim Homey Korean gw ga tanggung-tanggung lagi ngasih tugasnya, nulis kosakata Korea-Indonesia tulis tangan sebanyak 10x. hahaha. cuma bisa ketawa. gw baru bikin 2 copyan aja. Pegel boo, nulis sebanyak gitu. iwaaww.

Yuu aahh kerjain lagi.. SEMANGAAAAATT!!