berita televisi

ilustrasi cerita nyaa
ilustrasi cerita nyaa

mengkritisi banyaknya pemberitaan di televisi mengenai korban gempa membuat saya berpikir, “gilaak, sadis banget tuh reporter,”

tanpa perlu menyebutkan stasiun televisi mana, kita mungkin bisa sama -sama melihat lah yaa, adanya reporter yang tega-teganya mewawancarai korban gempa yang nyaris meregang nyawa, korban gempa yang baru keluar dari reruntuhan puing-puing bangunan, dan lain-lain.

sebagai mahasiswa jurnalistik, yang juga tengah belajar tentang etika dalam peliputan berita, saya tentu saja merasa geregetan. beberapa kali dosen juga membahas hal ini di kelas. bahwa ini bukan hal yang dibenarkan.

sayangnya, atas nama eksklusifitas sebuah liputan di televisi, reporter bisa dengan kalap membabat habis apa yang tertangkap matanya. tanpa memilah mana yang pantas dan sesuai etika untuk ditampilkan. udah gitu, hadirnya editor pun serasa tidak ada. apa benar editor meloloskan berita bagitu saja.

apa tidak ada pertimbangan lain?

bagaimana jika yang menonton adalah keluarga korban yang jauh dari padang? bagaimana kacau dan hancurnya perasaan mereka melihat keluarganya yang baru saja selamat dari bencana, dieksploitasi oleh media. jangan sampai hal tersebut malah merusak citra media, yang secara tidak langsung diberi mandat oleh rakyat untuk menyampaikan informasi.

dan jangan sampai media hanya mengejar rating sebagai televisi yang senantiasa up date dalam menyampaikan informasi terbaru,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s