Save Our Heritage, Save Our Ukhuwah

Tugas Artikel Bahasa Indonesia

K

alimat pertama diatas tampaknya mulai sering terdengar akhir-akhir ini, menyusul adanya pemberitaan dari berbagai sumber dan media mengenai “pencurian” beberapa kekayaan budaya, seni bahkan kuliner bangsa Indonesia oleh Negara tetangga, Malaysia. Malaysia jelas “tertangkap basah” ketika meng-judge lagu Rasa Sayange, Jali-Jali, Kesenian Reog Ponorogo, batik, rendang, dll yang merupakan warisan asli leluhur tanah air. Bahkan menampilkannya di depan khalayak Internasional sebagai warisan leluhur mereka.

Menanggapi pemberitaan yang ada Malaysia menganggap bahwa hal yang wajar jika terjadi banyak kesamaan dalam berbagai hal diantara kedua Negara. Karena menurut mereka, Indonesia dan Malaysia seyogyanya berasal dari satu rumpun. Melayu.

Fakta-fakta yang ada hingga saat ini, telah cukup untuk menarik urat amarah rakyat Indonesia. Merasa kecolongan, masyarakat Indonesia pun mulai bekerja keras untuk menentang hal tersebut. Berbagai aksi digalakkan, mulai dari penelusuran sejarah hingga aksi silat lidah yang saling menjatuhkan satu sama lain.

Terjadi berbagai reaksi yang berbeda dari kedua Negara, yang tentunya untuk menguatkan argument masing-masing. Di Indonesia saat ini mulai banyak diadakan event-event kebudayaan. Di sisi lain masyarakat Malaysia pun terihat tidak mau kalah. Pada salah satu forum diskusi Malaysia, terlihat begitu banyak argument pembelaan dari mereka yang bertujuan menjatuhkan Indonesia. Tercipta pula jargon-jargon baru yang saling menghina satu sama lain. Indonesia dengan Maling-sia, Malon (pencuri) yang ditujukan untuk Malaysia dan Malaysia dengan Indon-sia (bodoh) untuk ditujukan kepada Indonesia.

Jika ditelaah lebih lanjut, sebenarnya bukanlah yang menguntungkan ketika terjadi hal seperti itu. Masing-masing disibukkan dengan ego yang tak mau terkalahkan. Faktanya mereka hanyalah saling berdebat untuk saling menjatuhkan. Dan pada akhirnya bukanlah menjadi forum pemecah masalah, namun malah membuat masalah baru. Adu argument yang terjadi tidak lagi diadakan dengan tujuan untuk membela Negara mereka semata, namun  juga untuk menjatuhkan Negara lainnya. Berbagai topic diangkat, tak ubahnya seperti orang yang kebakaran jenggot. Mengeluarkan apa saja yang ada. Diawali dengan argument yang menguatkan, dan pada akhirnya disertai dengan sumpah serapah yang tak beretika.

Tanpa menilik lebih jauh akar permasalahan yang sebenarnya, secara tidak sadar kedua Negara tersebut sedang menghadapi masalah yang lebih pelik. Yang membutuhkan perhatian yang lebih ekstra.

Save our ukhuwah. Seperti yang kita ketahui bersama, Indonesia dan Malaysia merupakan dua Negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Permasalahan yang ada tampaknya benar-benar memakan seluruh pehatian kita semua. Memperebutkan sesuatu yang sebenarnya tidak ada artinya jika dibandingkan dampak yang akan terjadi. Saling menghina dan menjatuhkan sesama umat beragama.

Satu hal yang terlupakan ketika kita sibuk membela warisan leluhur. Hal yang tak kalah pentingnya. Ukhuwah Islamiyyah. Dapat dipastikan saat ini orang-orang kafir sedang menertawakan situasi yang ada. Dua Negara mayoritas Islam saling berseteru mengenai permasalahan yang sebenarnya dapat diselesaikan melalui jalur diplomatis yang lebih terhormat. Dibandingkan dengan saling menghina, meracau bak binatang yang saling berebut mangsa.

Tindakan Malaysia atau Negara lain sekalipun yang merebut dan meng-hakpaten-kan beberapa warisan leluhur tanah air memang tidak bisa kita biarkan begitu saja. Harus ada tindakan tegas yang menunjukkan bahwa apa yang mereka lakukan bukanlah hal yang dibenarkan. Namun, bukan berarti kita bertindak diluar kendali dan tanpa etika. Terlepas dari siapa yang memulai permasalahan, tapi tidak semua perlakuan buruk harus dibalas dengan keburukan yang sama pula. Jauh dari itu semua, kita sebenarnya sedang menghadapi masalah yang lebih serius.

Jangan sampai kita terbawa dan terjerumus dalam emosi sesaat. Save our heritage, merupakan suatu hal yang penting untuk kita lakukan. Namun, alangkah lebih baiknya jika kita sandingkan dengan kalimat save our ukhuwah. Sehingga kita dapat tetap menjaga warisan leluhur kita, dengan tanpa merusak dan mengabaikan persatuan umat Islam. Wallahu’alam. (Naf)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s