Aku Giat Beribadah

Dimuat di majalah Alia, edisi no.02 tahun IV Agustus 2008

Usia anak-anak merupakan saat-saat yang menarik untuk kita perhatikan. Pada masa ini, umumnya daya khayal mereka mulai berkembang dengan sendirinya. Perhatian dan bimbingan orang tua sangat diperlukan agar mereka tumbuh dapat dengan baik. Perhatian dan bimbingan orang tua sangat diperlukan agar mereka tumbuh dapat dengan baik. Agar ibadah kita lebih maksimal dan anak-anak pun semakin giat untuk beribadah, ada baiknya para orang tua mengetahui apa yang diharapkan anak-anak dalam menjalankan ibadah Ramadhan dan faktor penyemangat bagi mereka.

  • Latihan

Mengajak anak-anak untuk berlatih puasa secara bertahap sesuai dengan kemampuan mereka, lebih baik untuk mereka ketimbang memaksa mereka untuk berpuasa sehari penuh saat mereka pertama kali belajar berpuasa.

  • Menu sahur dan berbuka.

Jawaban pertama yang terlontar dari mulut Tsabita (7) dan Lukman (10), saat ditanya apa yang menjadi semangat mereka saat berpuasa rupanya adalah menu sahur dan berbuka. Tidak harus mahal, namun anak-anak biasanya hanya perlu variasi dan menu yang berbeda.

  • Ibadah bersama teman-teman.

Selain itu, beribadah bersama dengan teman yang seusia juga dapat menumbuhkan semangat tertentu bagi anak. Di sini anak akan merasa memiliki teman seperjuangan dan tidak merasa harus melakukannya sendirian. Saat mereka mulai lemas dan tidak bersemangat, teman-teman mereka akan dijadikan tolak ukur bagi mereka. Bilal (9) berkata, “Temanku bisa, kenapa aku tidak?”

  • Kegiatan Ramadhan yang menarik.

Kegiatan Ramadhan di masjid yang menarik dan melibatkan anak-anak dalam acaranya, rupanya dapat menjadi faktor penyemangat tersendiri bagi mereka.  Menurut Fadheel (11) sendiri, ia merasa bahwa kalau kegiatan di masjid yang ada itu menarik maka ia pun akan bersemangat dalam menjalankan ibadah puasa dan shalat tarawih.

  • Kegiatan asyik di rumah.

Merancang kegiatan-kegiatan yang memanfaatkan kreativitas mereka merupakan hal yang menyenangkan bagi anak-anak. Selain menyibukkan, memanfaatkan waktu luang yang mereka punya dapat membuat mereka melupakan rasa lapar. Namun, usahakan tidak berlebihan karena malah akan membuat si anak cepat merasa capek.

  • Hadiah

Tidak harus mahal, yang penting bisa bermanfaat dan dapat memotivasi anak. Berikan pula hadiah untk anak-anak yang baru belajar berpuaa menurut tahapan yang telah mereka tempuh. Semakin lama waktu mereka berpuasa semakin special pula hadiah yang mereka dapatkan.

Nafielah Chuluk dan Nur Atina

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s