Tag Archives: badminton

Geliat Bulutangkis Indonesia

Geliat Bulutangkis Indonesia

Prestasi bulutangkis Indonesia kembali menggeliat. Pada kejuaraan Axiata Cup 2012 nanti dipastikan akan terjadi all Indonesian final. Baik tim Indonesia Garuda dan Indonesia Rajawali berhasil menaklukkan lawan-lawan mereka hingga mencapai final. Indonesia Garuda memang menjadi skuad andalan pada kejuaraan ini, dengan menampilkan atlet-atlet nomor satu di Indonesia seperti Simon Santoso, Taufik Hidayat, Sony Dwi Kuncoro, Mohammad Ahsan-Bona Septano, dan Markis Kido-Hendra Setiawan.

Sementara itu, meski menjadi tim yang tidak diunggulkan, ternyata Indonesia Rajawali mampu membuktikan kekuatan mereka. Indonesia Rajawali yang diperkuat oleh Tommy Sugiarto, Dionysius Hayom Rumbaka, Shesar Hiren Rhustavito, Alvent Yulianto Chandra-Hendra Aprida Gunawan, dan Angga Pratama-Rian Agung Saputro, meraih tiket final setelah mengalahkan Malaysia Leopards.

Tak diragukan lagi, prestasi atlet nasional bulutangkis memang telah berhasil membuat dunia melirik Indonesia. Berbagai kejuaraan tingkat internasional berhasil ditaklukkan oleh atlet kita. Hingga saat ini, pemain bulutangkis asal Indonesia memang mengundang decak kagum berbagai pihak. Yang terbaru bahkan, Taufik Hidayat disebut-sebut sebagai Roger Federer dari Indonesia oleh warga Swiss.

Kabar menggembirakan lainnya datang dari pasangan ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir yang kemarin berhasil menyabet medali emas di kejuaraan All England 2012, di Birmingham. Kemenangan Tontowi-Liliyana ini seolah melepas dahaga akan gelar juara All England untuk ganda campuran. Pasalnya, gelar ini terakhir kali mampir pada atlet Indonesia pada tahun 1979, atau sekitar 33 tahun yang lalu melalui pasangan Christian Hadinata dan Imelda Wiguna. Tak hanya itu, Tontowi-Liliyana bahkan kembali mengharumkan nama bangsa dalam kejuaraan berikutnya, Swiss Open 2012.

Pada rangking dunia, atlet Indonesia juga banyak yang bertengger di jajaran atas. Meski beberapa tahun terakhir mengalami penurunan, bukan berarti barisan Indonesia absen dari klasmen tersebut. Tontowi Ahmad, Liliyana Natsir, Simon Santoso, Greysia Polii, Meiliana Jauhari, Mohammad Ahsan, Bona Septano, merupakan daftar nama yang berjejer di 10 besar peringkat dunia.

Tak hanya itu, beberapa mantan atlet Indonesia berprestasi juga banyak ditarik oleh Negara tetangga untuk dijadikan pelatih mereka.

Geliat bulutangkis Indonesia memang kembali terasa. Dukungan dari berbagai pihak juga dibutuhkan untuk mendulang prestasi, baik dari pemerintah, masyarakat Indonesia, hingga dukungan swasta dalam hal penyelenggaraan kejuaraan dan pembinaan atlet. Selain itu PBSI juga diharapkan mampu merancang kaderisasi yang baik bagi pemain Indonesia dengan memberikan kesempatan bermain di kejuaraan Internasional bagi pemain muda. Sehingga prestasi Indonesia bisa terus meningkat baik.

Belum lama ini mungkin kita pernah mendengar, semacam protes keras, dari salah satu super star bulutangkis Indonesia, Taufik Hidayat. Pasca kemenangan tim Indonesia Garuda di babak penyisihan Axiata Cup 2012 lalu, Taufik meminta agar pemerintah memberikan perhatian khusus pada bulutangkis. Ya, seperti yang kita tahu, sejak tahun 1992 bulutangkis merupakan satu-satunya cabor di olimpiade yang mampu menyumbangkan medali emas bagi Indonesia.

“Bulutangkis ini olahraga prestasi. Bukan hanya olahraga masyarakat. Bukan saya bermaksud merendahkan cabang atau atlet lain, tapi medali emas Olimpiade untuk Indonesia yah dari bulutangkis,” ia mengatakan dengan penuh semangat di acara pembukaan kejuaraan Axiata Cup di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (22/3) lalu, seperti yang dikutip dari Olahraga.Yahoo.com.

Pernyataan Taufik tentu cukup beralasan. Kisruh PSSI dan sekelumit kehidupan persepakbolaan nasional, misalnya, terlihat tak henti-henti meramaikan media. Isu korupsi, politisasi PSSI, manipulasi pertandingan dan masih banyak lagi. Kebetulan yang sering diangkat media merupakan isu yang bermasalah semua. Bahkan presiden SBY sampai turun tangan menggelar konfrensi pers mengenai kekalahan Indonesia atas Bahran 10-0 dalam Pra Kualifikasi Piala Dunia. Bagaimana dengan bulutangkis?

Ternyata berbagai prestasi bulutangkis ternyata belum mampu menyedot perhatian media massa Indonesia. Meski begitu, bulutangkis Indonesia tidak perlu berkecil hati. Kuatnya dukungan dari pecinta bulutangkis terus mengalir dan diharapkan mampu memompa semangat para atlet untuk teruss mendulang prestasi. Saat ini, kontingen Indonesia juga tengah bersiap menghadapi final Axiata Cup 2012 dan Piala Thomas. Semoga bulutangkis tetap mampu membawa nama harum Indonesia. Bravo bulutangkis Indonesia!

Axiata Cup: Bona/Ahsan Menang Mudah

Axiata Cup: Bona/Ahsan Menang Mudah

Tim Indonesia Garuda kembali rebut angka kedua atas Vietnam, Jumat (23/3), di Tennis Indoor Senayan, Jakarta. Mohammad Ahsan/Bona Septano tampak menang mudah saat bertemu Nguyen Hoang Hai/Duong Bao Duc, dengan skor akhir 21-10, 21-16.

Pada set pertama Ahsan bahkan bermain santai tanpa beban menghadapi lawannya. Meski begitu Hoang Hai/Bao Duc tak ingin menyerah begitu saja. Mereka sempat berusaha memperkecil jarak dari 20-7 menjadi 20-10.

Ahsan/Bona juga sempat ditinggalkan Hoang Hai/Bao Duc  10-13. Namun, ganda putra Vietnam ini bukanlah lawan yang sulit. Sehingga Ahsan/Bona kembali unggul 21-16.

Indonesia Garuda kembali rebut angka setelah sebelumnya Taufik Hidayat berhasil mengalahkan Nguyen Tien Minh, menjadi 2-0.

Axiata Cup: Taufik Rebut Angka Pertama Garuda

Axiata Cup: Taufik Rebut Angka Pertama Garuda

Taufik Hidayat berhasil rebut angka pertama atas Vietnam di turnamen Axiata Cup 2012. Pada partai pertama Tim Indonesia Garuda menghadapi Vietnam melalui pertemuan Taufik  dan Nguyen Tien Min, Jumat (23/3), Tennis Indoor Senayan, Jakarta. Point pertama berhasil direbut oleh Tien Minh dengn penempatan bola yang baik. Reli panjang pun sudah dimulai pada awal pertandingan. Pengembalian bola yang kurang cermat menambah angka kedua untuk Tien Minh.

Sempat tertinggal, Taufik Hidayat akhirnya berhasil menyamakan kedudukan 5-5 atas Tien Minh. Set pertama ini Taufik belum bisa mengungguli Tien Minh dan tertinggal 9-11. Kondisi angin sepertinya cukup mempengaruhi perolehan angka Taufik. Set pertama berhasil dimenangkan Tien Minh  21-16.

Permainan Tien Minh pada game ini terlihat tidak begitu baik, namun ia diuntungkan oleh pengembalian Taufik yang tidak sempurna.

Nguyen Tien Minh merupakan unggulan tunggal putra pertama  dari Vietnam, dan pernah satu kali mengalahkan Taufik dalam empat pertemuan yang pernah terjadi.

Di set kedua, Taufik mulai mengembangkan permainan dengan mengeluarkan jurus andalannya,  jumping smash yang sangat tajam, 12- 6 untuk Taufik Hidayat. Ia terus merebut angka dengan permainan cantiknya dan terus meninggalkan Tien Minh 13-8.

Meninggalkan Tien Minh 20-13, Taufik unggul di set kedua dan menutup dengan angka 21-18.  Jumping smash senjata mematikan Taufik ini beberapa kali ditunjukkannya.

Taufik akhirnya juga berhasil merebut set ketiga dengan angka 21-15. Dengan demikian Indonesia Garuda berhasil memimpin 1-0 atas Vietnam. Pertandingan selanjutnya akan mempertemukan Mohammad Ahsan/Bona Septano dengan Nguyen Hoang Hai/Duong Bao Duc.

Axiata Cup, “Liga Champion” Bulutangkis

Axiata Cup, “Liga Champion” Bulutangkis

“Axiata Cup ini bisa menjadi Liga Championnya bulutangkis” ujar Chandra Wijaya dalam komentarnya untuk Axiata Cup 2012, Jumat (22/3), di ANTV.

Axiata Cup 2012 merupakan kejuaraan beregu di Asia Tenggara pertama dengan format 2 nomor tunggal dan 1 nomor ganda. Selain itu, turnamen ini menggunakan format baru, kandang dan tandang yang merupakan format pertama dalam dunia bulu tangkis.

Turnamen yang hanya mempertandingkan nomor putra ini dibagi ke dalam dua grup, masing-masing grup akan bertanding di Jakarta dan Kuala Lumpur. Rencananya Axiata Cup pertama ini akan diikuti oleh 8 tim dari 6 negara peserta, yaitu , Indonesia (2 tim),  Malaysia (2 tim), Thailand, Singapura, Vietnam dan Filipina.

Untuk negara-negara yang akan bertanding di Jakarta yaitu, Indonesia Garuda, Malaysia Leopards, Vietnam, dan Singapura. Sedangkan untuk grup yang akan bertandingan di Kuala Lumpur yaitu Malaysia Tiger, Indonesia Rajawali, FIlipina, dan Thailand.

Turnamen ini digagas oleh salah satu grup perusahaan telekomunikasi terbesar di Asia, yaitu Axiata Group, dan menawarkan hadiah senilai 1 juta dolar AS. Axiata Cup 2012 sesuai dengan rencana akan dilaksanakan setiap tahun.

Turnamen yang akan berlangsung selama 4 minggu ini, dimulai 23 Maret di Kuala Lumpur, Malaysia dan Jakarta, Indonesia. Di Indonesia akan diselenggarakan di Tennis Indoor Senayan dan Sport Mall Kelapa gading, sedangkan Malaysia menyelenggarakan di Stadium Badminton Cheras Kuala Lumpur. Acara final akan diselenggarakan pada 13 April di negara asal tim pemenang.

Beberapa atlet peringkat atas dunia juga direncanakan akan turut meramaikan, seperti Lee Chong Wei dari Malaysia, Taufik Hidayat, Simon Santoso, Boonsak Ponsana dari Tahiland dan masih banyak lagi.

Indonesia sendiri mengeluarkan tim terbaik pada Indonesia Garuda, dengan menurunkan Taufik Hidayat, Sony Dwi Kuncoro, Simon Santoso, Bona Septano, Mohammad Ahsan, Markis Kido, Hendra Setiawan.

Tim Rajawali terdiri dari Tommy Sugiarto, Dionysius Hayom Rumbaka, Shesar Hiren Rhustavito, Alvent Yulianto Chandra, Hendra Aprida Gunawan dan Angga Pratama, Rian Agung Saputra.

Selamat berjuang tim Indonesia! Kepakkan sayap Garuda dan Rajawali dengan indah! (Nafielah/ dbs)

Hello Owi-Butet, Congratulation and Keep Fighting!

Hello Owi-Butet, Congratulation and Keep Fighting!

Happy long weekend guys. Gue sendiri cukup bahagia menikmati panjangnya libur dengan bercengkrama bersamaaa………………. diri sendiri. Belajar aja dah. Beberapa hari ini gue merasa kapasitas otak gue menurun gara-gara kagak belajar-belajar haha *mayuuu* Yasudahlah. Eii, gue mau cerita tentang penyambutan atlet nih, sebelum sibuk belajar lagi. Cekidout.

- – - – - – - – - – - – - -

Tanggal 13 Maret gue baca twitnya @bulutangkisindo: (Invitation) Penyambutan Juara All England 2012 http://badmintonlovers.com/events/invitation-penyambutan-juara-all-england-2012

Wah apaan tuh? Iya itu undangan buat badminton lovers untuk penyambutan Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir yang kemarin menang di All England 2012, ganda campuran (nanya sendiri-jawab sendiri). Howaa, buru-buru ambil handphone dan daftar.

Ya, setelah 33 tahun kekeringan tanpa gelar, akhirnya Owi-Butet (panggilan akrab Tontowi-Liliyana, udah pada tau lah yaa) bisa menang. Yeay! Owi-Butet mengalahkan pasangan Denmark, Thomas Laybourn-Kamilla Rytter Juhl dua set saja 21-17, 21-19.

Kemenangan ganda campuran Indonesia di kejuaraan  All England terakhir diraih oleh pasangan Christian Hadinata-Imelda Wiguna pada tahun 1979. Sementara kemenangan kontingen Indonesia yang terakhir ini diwakili oleh Sigit Budiarto-Candra Wijaya tahun 2003. Sudah lama ya saudara-saudara *terharuuu :’)

Setelah itu mereka (Owi-Butet) juga jadi satu-satunya wakil Indonesia yang melaju ke final di Swiss Open Grand Prix Gold 2012 dan menaaaang. Mengalahkan pasangan Thailand, Sudket Prapakamol-Saralee Thoungthongkam 21-16 dan 21-14.

Ya, kemenangan dua kali berturut-turut ini tentu menjadi kabar baik bagi kita semua. Owi-Butet pun akhirnya berhasil naik peringkat dunia, dari peringkat 4 naik ke peringkat 3, menggeser pasangan Denmark, Joachim FISCHER NIELSEN-Christinna PEDERSEN. Syelamat selamaaaat \m/

Oke, back to acara penyambutan ya. Tanggal 20 Maret kemarin Senin, gue dan sekitar 70an temen-temen dari badminton lovers kumpul di PB Djarum Petamburan.

—-Gue bareng Inna yang kembali sukses nyasar naik commuter line. Innaaaa, biasa banget deh, doyan nyasar kemana-mana juga haha —–

Pembukaan, lomba poster, bincang-bincang lalu berangkat ke Bandara Soetta. Kuis-kuis berhadiah raket, tiket Axiata Cup, Indonesia Open 2012, tabloid Badminton Lovers dan banyak banyak lainnya.

Ehm, ini jadi acara komunitas badminton pertama yang gue ikutin looh. Sebelumnya, untuk nonton pertandingan atau stalking atlet (uhuk) biasanya paling cuma sama adek-adek gue, atau temen yang suka badminton. Belum pernah seniat ini ikutan sama komunitas :D

Seru juga ternyata. Pas di Bandara agak rusuh sih, masalahnya fans Owi-Butet yang dateng bukan dari bandminton lovers aja, ada juga yang udah stay di sana untuk foto-foto, banyak wartawan, temen-temen atlet lainnya, keluarga Owi-Butet, PBSI, banyak orang.

Find meee, lol (Sumber: PBDjarum.org)

And here they are… Welcome Owi.. Welcome Cici..

Welcomeeeee.... (Foto: kamera nur)

Gak dapet foto bareng Owi-Butet. Sebenernya dari rumah juga gak niatin buat foto sih. Gue udah ada foto bareng cici Liliyana pas Sea Games kemaren (sombong), foto Owi aja yang belom, huft (dan labil)

Big fan of Ciciii... (Foto: kamera nur)

Sebagai pendukung dan fans, gue berusaha menjadi fans yang baik hati (kikiw). Yakali, sering liat kan lo misalnya ada artis, selebritis, atlet, atau sapa pun orang terkenal yang banyak dimintain orang foto-foto, lagi lewat, lagi jalan, —-dengan keribetan diserang fans, bermuka capek, habis syuting atau habis latihan —-lalu ada fans unyu-unyu yang langsung nyerobot, bawa hape atau kamera, —–lalu moto dengan tangan sendiri, —–mengarahkan kamera ke atas, masang tampang unyu (lagi) dan bahagia tiada terkira dan—– jepret, ke foto.

Sang fans begitu bahagiaa karena berhasil foto dengan idolanya. Gak peduli itu yang diajak foto bareng matanya ngeliat kemana, mukanya nyureng kesel capek ditodong foto, lagi stress dan pusing. Fans tak peduli. Yang penting foto bareeeng. (Ini bukan berarti semua fans begitu loh, cuma sebagian oknum aja)

No no no! Gue gak kek gitu. Gue tipe fans baik hati, berfoto dengan minta, orangnya setuju, lalu berpose bersama. Itu lebih kereen. Transaksinya jelas, akadnya disetujui kedua belah pihak #eh

Sebenernya juga sebagai idola kudu musti meladeni fansnya. Kalo gak ada fans, mereka tak ada arti apa-apa (khas statement artis kalo ditanya tentang makna fans buat dirinya). Ya intinya saling mengerti dan mendukung lah ya, biar sama-sama enak. Eh, ini gue jadi ngomongin apaan si?

We Love Badminton <3

Haha, begitulah. Meski pengen beneran foto sama Owi, tapi karena ribet, ya lain kali aja dah. Kesian ribet. Congratulation Bang Owi dan Cici Butet. We proud of youuu.

Tetap jaga stamina dan persiapan buat Australia Open dan tentunyaaaaaaaa OLIMPIADE! Fighting!

Eia, komen gue masuk website PB Djarum loh, di artikel “Penggemar Sambut Tontowi/Liliyana” :D Bye

Piala Sudirman: Fran/Pia Tegaskan Indonesia Jadi Juara Grup B

Piala Sudirman: Fran/Pia Tegaskan Indonesia Jadi Juara Grup B

Qing Dao - Kemenangan Fran Kurniawan Teng/Pia Zebadiah menjadi penentu langkah Indonesia selanjutnya. Bermain dengan keras, Fran/Pia tekuk pasangan Malaysia Peng Soon Chan/Liu Ying Goh, Rabu (25/5), pada babak penyisihan grup Piala Sudirman.

Pada set pertama, ritme permainan awal tampak berantakan. Masing-masing pemain tampak belum menemukan ritme permainan. Meski begitu, Fran/Pia mampu memimpin angka dengan tekanan-tekanan pukulan keras.

Permainan Peng/Goh di set kedua mulai menyerang. Namun kerja sama Fran/Pia mampu membangun pertahanan yang baik. Fran/Pia menang dengan skor akhir 21-18, 21-15.

Hasil ini meneguhkan Indonesia sebagai juara grup setelah mengalahkan Rusia dan Malaysia. Kemenangan ini membuka peluang bagi Indonesia untuk bertemu Jepang atau India.

Piala Sudirman: Greysia/Meiliana Menang, Skor Imbang 2-2

Piala Sudirman: Greysia/Meiliana Menang, Skor Imbang 2-2

Qing Dao - Kemenangan Greysia Polii/Meiliana Jauhari atas Eei Hui Chin/Wong Pei Tty kembali menyamakan kedudukan Indonesia-Malaysia, 2-2. Hasil imbang ini membuat pertandingan babak penyisihan grup Piala Sudirman, Rabu (25/5), semakin ketat.

Greysia/Meiliana menunjukkan semangatnya dengan terus menyerang secara bertubi-tubi sejak awal pertandingan. Dilain sisi, kesalahan juga beberapa kali dilakukan oleh pasangan malaysia, Chin/Wong.

Set pertama kedudukan imbang dengan angka yang terus saling mengejar, 7-7.
Pengembalian yang tanggung kerap menjadi kesalahan bagi malaysia, sehingga Indonesia mampu mengendalikan permainan.

Pada angka 20-19 untuk Greysia/Meiliana, Chin/Wong ternyata tidak menyerah begitu saja, mereka kembali menyusul menjadi 20 sama.

Duet Malaysia rupanya tidak rela menyerah begitu saja, 21-20. Greysia/Meiliana pun kembali menyusul, 21-21. Dropshot Greysia mampu memetik poin menjadi 22-21. Kemudian netting dari Wong Pei Tty  menggenapkan perebutan angka 23-21 untuk Indonesia.

Pada set kedua, Indonesia mampu merebut poin dan unggul 6-1. Secara teknik dan kemampuan, Greysia/Meiliana  memang terlihat lebih unggul.

Namun beberapa saat kemudian, pasangan Malaysia mampu mengejar karena kesalahan Indonesia, 8 sama. Set kedua 11-8 untuk Indonesia ditutup dengan smash keras dari Greysia.

Kontrol yang baik dari Greysia/Meiliana mampu menahan Malaysia 17-10.
20-13 match poin untuk Indonesia setelah pukulan pasangan Indonesia tak mampu dikembalikan. Indonesia mampu memenangkan partai keempat dengan skor akhir 23-21, 21-13.

Dengan demikian peluang Indonesia untuk menang pada babak ini semakin besar. Pertandingan penentu akan dimainkan oleh ganda campuran Fran Kurniawan Teng/Pia Zebadiah melawan Chan Peng Soon/Goh Liu Ying.

Piala Sudirman: Chong Wei Ungguli Hayom

Piala Sudirman: Chong Wei Ungguli Hayom

Qing Dao - Dionysius Hayom Rumbaka takluk hadapi Lee Chong Wei, Rabu (25/5). Hayom menyerah dua set langsung dan Indonesia untuk sementara tertinggal 1-2 dari Malaysia.

Pada partai ketiga babak penyisihan grup B Piala Sudirman ini, Hayom tampil tanpa beban dan tak melakukan banyak perlawanan menghadapi pemain tunggal putra nomor satu dunia, asal Malaysia, Lee Chong Wei.

Chong Wei jelas bukan lawan yang seimbang bagi Hayom. Bermain tanpa alur, Chong wei terus melesat 12-2 pada set pertama. Chong Wei berhasil meninggalkan Hayom 21-8.

Pada awal set kedua, permainan Hayom mulai membaik. Ia sempat menahan Chong Wei beberapa kali. Namun, rupanya perlawanan tersebut tidak berlangsung lama. Chong Wei terus melesat dan unggul jauh 11-4, sebelum akhirnya menang 21-8 .

Dengan begitu Malaysia kembali unggul 2-1 dalam partai ketiga, babak grup Piala Sudirman ini.

Piala Sudirman: Firda Tahan Malaysia 1-1

Piala Sudirman: Firda Tahan Malaysia 1-1

Qing Dao - Adriyanti Firdasari akhirnya membawa Indonesia samakan kedudukan 1-1 dengan Malaysia pada partai kedua Piala Sudirman babak penyisihan grup B, Rabu (25/5). Tim Merah-Putih pun kembali memiliki kesempatan untuk merebut kemenangan atas Malaysia.
Partai kedua ini mempertemukan tunggal putri Adriyanti Firdasari dengan Lydia Li Ya Cheah. Firda tak mengalami kesulitan saat menghadapi Lydia. Permainannya yang tegas mampu menyelesaikan Lydia dalam dua set saja.


Pada set awal, Firda langsung unggul 8-2. Meski lawan sempat memperkecil ketinggalan menjadi 6-11, Firda kembali menjauh dan akhirnya menang 21-8.

Pada set kedua, Firda juga tak menemui banyak hambatan. Firda tampak menang mudah atas Malaysia, 21-8 dan 21-12.

Pertandingan selanjutnya, Indonesia memasang Dionysius Hayom Rumbaka di sektor tunggal putra. Hayom dipastikan akan bertemu dengan pemain nomor satu dunia Lee Chong Wei.

Piala Sudirman: Alvent/Ahsan Kalah, Malaysia Unggul 1-0

Piala Sudirman: Alvent/Ahsan Kalah, Malaysia Unggul 1-0

Qing Dao - Pasangan Alvent Yulianto Chandra/Mohammad Ahsan harus menyerah, di partai pertama babak penyisihan Piala Sudirman grup B, Rabu (25/5). Dengan demikian tim Indonesia tertinggal sementara dari Malaysia 1-0.

Duet Alvent /Ahsan diawal pertandingan mampu mengimbangi permainan Koo Kien Keat/Tan Boon Heong. Namun beberapa saat kemudian pasangan Malaysia mampu melejit meninggalkan Alvent /Ahsan, 14-11.

Meski sempat berusaha memperkecil ketinggalan, namun Koo/Tan bukanlah lawan yang seimbang bagi Alvent/Ahsan. Pasangan nomor tiga dunia itu pun meninggalkan  Alvent/Ahsan 15-21.


Pada set kedua, Koo/Tan tampil lebih baik. Sementara duet Indonesia terhitung melakukan beberapa kali kesalahan, sehingga tidak mampu menahan Malaysia. Indonesia tertinggal pada partai pertama dengan skor akhir 15-21, 17-21.